6

Sesuatu yang aneh telah terjadi (+5)

Bu Etna @gurutematik September 11, 2014

Selamat pagi sahabat Guraru, Insya Allah kita semua sehat wal afiat. Maaf kesibukan telah membuat saya tidak sempat menulis artikel di web ini. Hari ini saya menyempatkan diri untuk menulis suatu pengalaman dalam membantu guru dan siswa melaksanakan pembelajaran dengan kurikulum 2013. Sebenarnya banyak hal yang saya peroleh dan dapat ditulis menjadi artikel-artikel yang mungkin dapat memotivasi guru dan siswa untuk meraih sukses, namun maaf hal itu belum dapat saya lakukan.

Secuil pengalaman yang akan saya tulis ini amat mendorong saya untuk segera membeberkannya di web ini, agar SESUATU YANG ANEH ITU TAK TERULANG LAGI. Aneh ya aneh, itulah satu-satunya kata yang tercetus dibenak saya saat ini. Tak terpikir oleh saya untuk mengganti kata aneh itu, karena pengalaman ini benar-benar SESUATU yang ANEH NAMUN NYATA. Insya Allah kita semua tak mengalami hal yang aneh tersebut dan kita dapat terhindar dari sesuatu yang aneh itu.

Masalah Pembelajaran

Tadi malam, seorang siswa bertanya melalui media LINE tentang PR Kimia yang ANEH.  Berikut ini pertanyaannya:

“Bilangan kuantum elektron terakhir dari atom logam divalen M adalah n=3 l = 2 m=-2 dan s= -setengah jika sebanyak 5,6 g M tepat bereaksi dengan 0,1 mol asam sulfat maka jumlah neutron yang terkandung dalam atom M adalah ….”

Saat ini siswa kelas X IPA sedang belajar tentang Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur. Materi ini sekarang diberikan secara lengkap hingga Ikatan Kimia sampai dengan Bentuk Molekul. Pada kurikulum sebelumnya, sebagian diberikan di kelas X dan bagian lainnya di kelas XI. Soal yang ditanyakan di atas merupakan permasalahan yang dahulu diberikan di kelas XI. Soal itu menyangkut materi kelas X tentang Stoikiometri yang akan dipelajari siswa setelah Ikatan Kimia. Berarti saat ini siswa belum mendapatkannya. Saat membaca soal itu, saya merasakan ada SESUATU YANG ANEH TELAH TERJADI. Saya menarik nafas panjang 3x, memohon ampun kepadaNYA.

Sahabat Guraru, walau kurikulum ini bersifat Tematik Integratif, namun tak seperti itu cara kita dalam mengaplikasikannya. Memang di media internet telah banyak sekali informasi yang membahas tentang hal itu. Siswa dapat berselancar sendiri mencarinya. Banyak pembahasan rinci dengan gambar, video dll yang dapat didownload dengan gratis dan mudah. Namun belajar itu memerlukan tahapan, urutan logis, agar siswa dapat menggunakan nalarnya dengan baik. Mereka pun tak mungkin belajar sendiri. Mereka memerlukan teman untuk berdiskusi. Mereka amat memerlukan kita untuk memperoleh urutan bimbingan secara bertahap, walau bersifat Open Ended rather than Closed Ended. Kita tak berceramah, menjelaskan dengan lengkap hingga pilihan kata, titik dan koma persis yang tertulis di buku, hehehe maaf.

Sahabatku para Guru yang sedang tertantang untuk mengikuti Era Baru, marilah kita hadapi tantangan ini sebaik-baiknya. Insya Allah kita semua bisa berhati-hati dalam memberikan tugas kepada siswa. Memang setelah saya runut, ternyata buku cetak dan informasi dari intnet ada yang salah, namun mengapa kita ikut salah? Mungkin penulis buku itu tak sempat mengeditnya, mungkin editornya juga tak berpikir sejauh itu, mungkin soal itu di copy paste saja, mungkin sudah diketahui namun tak sempat membuang atau merevisi, dll. Banyak sekali kemungkinan-kemungkinan yang mendasari terjadinya kesalahan ini. Insya Allah sahabat Guraru menyadari hal ini dan selektif dalam memberikan tugas.

Kembali menyinggung soal kimia diatas. Urutan logis yang akan dipelajari siswa meliputi:

1. Dari harga bilangan kuantum, mereka dapat menentukan jumlah elektron terluar atom unsur logam M. Kata Divalen untuk M juga membingungkan mereka. Di berarti 2, apakah elektron valensinya 2? Itu yang mereka pikirkan. Setelah jumlah elektron terluar didapatkannya, mereka tambah bingung. Elektron valensinya ada 8, berada di 4s2 3d6. Dari pelajaran konfigurasi elektron, 8 ini adalah elektron valensi, sedang soal mengatakan M divalen. Menurut konsep yang belum dipelajarinya, logam M memiliki bilangan oksidasi atau muatan +2 saat bereaksi dengan asam sulfat. KACAU KAN? Hehehe. Mereka telah menemukan nomor atom logam M = 26. Setelah dilihat dalam Sistem Periodik Unsur, logam M adalah besi atau ferum, Fe yang terletak dalam golongan VIII B.

2. Persamaan reaksi antara logam M dan asam sulfat belum bisa dipelajari sendiri oleh siswa. Kalau pun mereka berupaya keras mempelajarinya, perlu waktu cukup dan perlu bimbingan. Loncatan nalar ini membuat putusnya hubungan antar konsep yang berada dalam Peta Pikiran mereka. Di otak masih belum ada Peta tersebut, jalan dalam Peta itu Buntu. Sahabat, kita benar-benar tak mampu memaksakan kehendak untuk mempercepat nalar mereka, agar memahami Reaksi Kimia tersebut. Siswa harus menuliskan hasil reaksinya? Rumus Kimia belum waktunya, apalagi menentukan hasil reaksinya.

3. Konversi MOL seakan menjadi Kue yang mahal namun tak enak rasanya. Siswa harus menghitung Ar Fe? Kata mereka Kasihan deh lu, hehehe. Perhitungan yang menyangkut Ar juga belum ada di Peta Pikiran. Sedang tujuan soal itu siswa akan dapat menentukan jumlah neutron dari Ar dan jumlah proton yang telah diperolehnya dari jumlah elektron melalui harga bilangan kuantum. Ya Allah ampuni kami.

Sahabat Guraru, Insya Allah kita tak menjadi ANEH seperti kejadian di atas. Bisa dibayangkan, apa yang akan terjadi di kelak kemudian hari, apabila ADA SESUATU YANG ANEH dan tak kita sadari. Karena hari ini siswa itu ingin menunjukkan PRnya kepada Guru dan berkonsultasi, maka dengan amat terpaksa saya membantunya dengan penjelasan singkat sebagai berikut.

“Logam divalen itu elektron valensinya 2. Sedang dari harga bilangan kuantum, n = 3, l = 2, berarti orbital terakhirnya 3d. m = -2 dan s = -1/2 berarti jumlah elektron yang mengisi orbital 3d = 6, 3d6. Elektron terluar M = 8, konfigurasi elektron 4s2 3d6. Elektron sebelumnya 18 yang mengisi orbital-orbital 1s 2s 2p 3s dan 3p. Jumlah elektron seluruhnya 26. Jumlah proton = elektron = 26. Stoikiometri untuk menghitung Ar dan Ar adalah massa atom relatif. Ar sesuai dengan nomor massa, A.  A = p + n (jumlah proton dan netron).

M + H2SO4 –> MSO4 + H2. Untuk 0,1 mol asam, M juga 0,1 mol. Mol = m/Ar. Ar = m/mol = 5,6/0,1 = 56. Netron = 56 – 26 = 30. Hehehe jadi sulit ya? Ya karena belum waktunya, panjang pembahasannya. Kosultasikan ke guru ya. OK do your best sayang.”

Demikianlah secuil laporan pengalaman saya, Insya Allah bermanfaat. Salam sukses selalu.

3,425 total views, 3 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (6)

  1. Bunda salam hopmat terimakasih masukannya termasuk saya sering copy paste, tapi kita perlu juga menularkan kepada guru muda agar kegiatan dua arah antara orang tua dan guru selaras agar tercapai apa yang kita inginkan , oh ya saja dari guru penjas kalau tak mengerti pasti tanya bu , terimakasih sekali lagi salam hormat ,

  2. Walaupun saya sama sekali tidak mengerti materi Kimia tapi sangat memahami kalau Bunda Etna begitu sangat menguasainya sehingga tidak mungkin kekeliruan anak akan terbiar begitu saja di depannya. Jika saja semua guru begitu berhati-hatinya dengan materi pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya, insyaallah ‘keanehan’ yang ditemukan Bu Etna tidak akan pernah terjadi. Saya berpikir, artikel ini tidak hanya memotivasi dan mencerahkan rekan-rekan pengampu Kimia tapi juga untuk MP lainnya. Salut, Bu dan terima kasih.

  3. Alhamdulillah, terima kasih atas perhatian bpk terhadap artikel ini. Saya amat prihatin, hampir setiap hari menemukan banyak kejanggalan di dunia pendidikan. Sejak pensiun, saya menjadi lebih sibuk. Sebab yang kulayani tak hanya siswa SMA yang belajar kimia. Temuan saya tak hanya di bidang kimia,di atas itu kimia hanya sebagai contoh sebab saya kan guru kimia. Marilah bpk senyampang kita masih memiliki peluang, kita dampingi dan kita motivasi terus guru-guru agar optimal melaksanakan tugas mulia ini. Sekali lai terima kasih. Salam takzim.

  4. Sungguh miris memang melihat “keanehan” yang ada misalnya bbrp kesalahan dalam penulisan sebuah materi di buku maupun juga di dunia maya yang terkadang ditemukan oleh kita selaku guru bahkan juga oleh para orangtua siswa yang teliti. Untungnya siswanya Bunda Etna punya guru yang sangat runtut dalam mengajar dan peduli akan kedalaman materi khususnya kimia. Jika semua guru memiliki ketelitian seperti Bunda Etna, tentunya para siswa akan terlayani dengan baik terutama dalam “menemani” untuk memahami logika soal2. Salut buat Bunda Etna! 🙂

  5. Amin ya rabbal alamin. Thx responnya bpk. Sebenarnya banyak guru yg menyikapi kurikulum ini dg baik dan benar. Namun ada guru yg agak kuwalahan menerapkan kurikulum ini. Penyebabnya sdh bukan RHS lagi. Ketersiapan dlm sgl hal yg kuranglah menjadi penyebab galaunya pendidik, terdidik, dan masyarakat terkait. Insya Allah keterpaksaan peningkatan diri sambil jalan akan disadari dan dilaksanakan dengan keikhlasan, walau munculnya bertahap. Insya Allah lambat laun, maksudku walau lambat namun pasti, jayalah pendidikan anak bangsa ini secara merata. Dlm keprihatinan ini, Insya Allah saya masih mampu terus mendampingi bangsa utk menuju sukses, walau kepadatan aktivitas pendidikan makin meningkat. Selamat menerapkan kurikulum baru, salam sukses selalu. Take care and be healthy.

  6. Pak Saleh, beribu maaf ya pak, ketika saya posting artikel hingga pagi ini saya terlampau sibuk dan saya hanya respon balik ke pak Rasyid dan pak Taufik. Tiba-tiba beberapa detik ini ketika saya membuka web Guraru, lho kok jumlah respon menjadi 5 sedang di tempat komentator terkini tak muncul respon tsb. Segera saya klik artikel saya, eh tahu-tahu pak Saleh telah merespon di posisi pertama. Mungkin ada yang error webnya, sekali lagi minta maaf ya pak. Sebenarnya sejak awal saya telah menanti respon bpk, sebab begitulah biasanya, hehehe. Terima kasih atas perhatian bpk, Insya Allah temuan ini tak ada yg melakukannya dan semoga kejadian ini terakhir saya temui. Harapan saya tak hanya untuk kimia. Tentang materi, walau kita copy paste, namun selektif, tak sampai salah. Ketika ada salah, Insya Allah kita segera merevisinya. Iya bpk, silakan bertanya atau apapun, setiap hari saya juga selalu melayani bangsa melalui dunia maya. Salam pendidikan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar