9

Semangat Berbagi dan Mencari (+2)

M. Rasyid Nur October 20, 2013

SELAMA tiga hari guru-guru SMA Negeri 3 Karimun melaksanakan kegiatan workshop. Tiga hari pula mereka tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di depan kelas. Kok bisa? Inilah semangat berbagi dan semangat mencari dari para guru itu. Mereka layak mendapat apresiasi tinggi karena dalam keinginan mengembangkan diri, tidak meninggalkan tugas di depan kelas.

Workshop yang ditaja sendiri oleh para guru itu bertajuk Pemnbuatan Media Pembelajaran dengan tambahan materi PK (Penilaian Kinerja) Guru dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) disertai cara perhitungan angka kreditnya, khusus untuk lingkungan SMA Negeri 3 Karimun. Dikatakan ‘ditaja sendiri’ karena segala biaya yang diperlukan untuk kegiatan ini mereka tanggulangi sendiri. Dari konsumsi hingga kebutuhan lainnya mereka talangi. Inilah yang membuat kegiatan ini terasa istimewa.

Bagaimana melaksanakan workshop sambil tetap melaksanakan tugas di depan kelas? Worskhopnya berlangsung sejak hari Jumat (18/ 10) lalu dan baru berakhir hari Ahad (20/ 10) ini. Agar tidak merugikan proses pembelajaran peserta didik maka kegiatannya diatur sedemikian rupa. Hari Jumat dan Sabtu, kegiatannya dimulai selepas siswa mengikuti proses pembelajaran. Karena hari Jumat dan hari Sabtu waktu belajar lebih sedikit (jam pelajarannya) dari pada hari lain maka siswa waktu itulah yang dimanfaatkan untuk kegiatan workshop. Dengan hanya mengorbankan program ‘pembinaan rohani (Jumat) dan Senam Pagi serta kegiatan eskul (Sabtu), para siswa dimasukkan lebih pagi. Tentu saja pulangnya juga lebih awal. Barulah workshop dilaksanakan hingga sore menjelang malam.

Selain Jumat dan Sabtu, kegiatan dilanjutkabn pada hari Ahad. Dengan demikian selama tiga hari itu para guru mengikuti kegiatan workshop di sekolah sendiri. Mereka memang tidak perlu pergi ke tempat lain. Dengan demikian sekaligus menghemat waktu karena workshop langsung dilaksanakan selepas kegiatan pembelajaran usai. Dengan mengurangi lima menit setiap jam pelajaran, para peserta didik sudah bisa dipulangkan sekitar pukul 10.00. Dengan demikian waktu untuk workshopnya cukup panjang menjelang sore.

Untuk narasumber pun tidak perlu mendatangkan dari jauh. Dengan memberdayakan para guru dari sekolah lain yang kebetulan memiliki kompetensi untuk materi dimaksud, maka pengelolaan kegiatannya juga menjadi lebih mudah. Dua orang guru dari SMA Negeri 2 Karimun (Horison dan Siti Nurbaya AZ) diminta menjadi narasumber. Keduanya memang menguasai materi yang diharapkan. Ibu Siti Nurbaya memberikan materi media pembelajaran sedangkan Pak Horizon memberikan materi PK Guru dan PKB serta penghitungan angka kreditnya.

Bagi dua guru sebagai narasumber ini, perinsip yang mereka pakai adalah semangat berbagi sesama guru. Tanpa canggung keduanya memberikan materi dengan semangat berbagi itu. Sebaliknya bagi para guru peserta workshop, semangat yang mereka pakai adalah semangat mencari. Artinya, kemauan dan keinginan untuk mencari dan menambah ilmu itulah yang membuat mereka tetap bersemangat mengikuti kegiatan selama tiga hari itu. Semoga semngat ‘berbagi’ dan semangat ‘mencari’ ini dapat dicontohteladani para guru lain. menimba ilmu memang tiada batas waktu dan tempatnya. Selamat para guru!***

1,360 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

M. Rasyid Nur

Menjadi guru (honorer) sejak tahun 1980, ketika masih mahasiswa. Selanjutnya menjadi PNS (aktif) sejak 1985 dengan SK TMT 01.03.1984 dan terus menjadi guru hingga sekarang. Insyaallah akan purna bakti pada 11.04.2017. Obsesi, "Berharap kehebatan murid melebihi kehebatan gurunya."

View all posts by M. Rasyid Nur →

Comments (9)

  1. Terimakasih pak Rasyid atas sharingnya. Kegiatan yang bermanfaat dan tentunya akan menghasilkan hasil yang bermanfaat pula. Kegiatan yang ada di sekolah bapak senada dengan apa yang ada di SMK Bakti Idhata, Jakarta Selatan dimana sekolah tersebut juga menyelenggarakan Workshop Pembuatan Bahan Ajar Berbasis ICT dari tanggal 1 – 23 Oktober 2013. Kegiatan ini dilaksanakan setelah KBM selesai sehingga pelayanan pendidikan kepada siswa tetap berjalan dan tanpa gangguan.

    Menurut saya cocok sekali pak Rasyid, semangat “berbagi” dan “mencari”. Transfer ilmu dan penerimaan ilmunya akan sejalan, antara Penatar dan yang ditatar dan tercapai sasaran.

    Salam hormat,

  2. Memang ilmu itu harus dituntut, tidak sekedar dicari. Dan kalau sudah ketemu maka dibagi/sharing sehingga ilmu semakin berkembang luas. Demikian itu juga ibadah. Ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh adalah amal yang tidak terputus. Amin.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar