5

Sedih dan Bahagia: Guru itu Pergi Bersama (+2)

M. Rasyid Nur October 11, 2014

PENSIUNAN guru itu telah pergi. Sejatinya dia masih tetap guru. Sejatinya guru memang tidak mengenal pension. Hanya pegawai negerinya yang pension. Dia pergi bersama isterinya sekaligus. Tentu saja anak-anak dan menantunya sangat amat sedih. Tapi kematian sepasang suami-isteri sekaligus dalam waktu yang hamper bersamaan dan di tempat yang juga sama, bias juga berarti betapa setianya kedua pasangan itu.

“Innalillahi wainna ilaihi raajiuun
Telah berpulang kerahmatullah pasangan suami/istri Mohd Shidik dan Istrinya Ketua MUI Kec Buru Karimun (orang tua dari Firdaus M Siddiq/Ketua Harian LPTQ Kab Karimun) tadi malam Jum’at tgl 10 Okt 2014 di RSUD Tbk dan akan dikebumikan siang ini di Buru.
Semoga Almarhum dan Almarhumah ditempatkan ditempat yg layak disisiNYA.”

Cuplikan kalimat itu saya kutip penuh dari status Pak Azhar Hasyim di akun facebooknya hari Jumat, 10 Oktober 2014 lalu. Persisnya pada pukul 07.30 WIB. Tentu saja saya sangat terkejut dan bagaikan tidak percaya membacanya. Beberapa menit saya termenung kosong sambil berpikir informasi di status itu. Tapi saya cepat meyakinkan diri saya bahwa berita yang ditulis Pak Azhar itu tidak mungkin bohong. Lalu saya membalas saja status itu dengan sebuah komentar pernyataan ikut berduka. Selanjutnya saya menelpon langsung Pak Azhar mencari informasi lebih jelas.

Pesan bernada sama juga saya kirimkan melalui SMS ke HP Firdaus, anak sulung dari pasang Pak Sidik dan Bu Maryam yang beritanya menggemparkan Karimun pagi itu. Saya sengaja tidak menelpon Firdaus langsung karena saya menduga dia tentu sangat berduka sepagi itu. Semoga dengan SMS itu dia mengerti kalau saya dan sekian ramai orang ikut berduka atas kepergian kedua orang tuanya sekaligus itu.

Firdaus adalah sahabat karib saya. Selain bersama-sama menjadi pengurus LPTQ yang dia adalah Ketua Hariannya, kami berdua juga sama-sama menjadi pengurus MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Karimun yang kebetulan saya menjadi Sekretaris Umumnya dan Pak Azhar Hasyim penulis status itu tadi adalah Ketua Umumnya. Selama ini saya dan Firdaus selalu bersama dalam berbagai kegiatan keagamaan kabupaten. Dia memang aktif dalam kegiatan sosial keagamaan yang dilaksanakan Bagian Kesra dan Keagamaan Sekretaris Daerah Karimun, tempat dia bekerja.

Buat saya, sebagai seorang guru, tentu saja sangat sedih kehilangan Pak Sidk yang terakhir berdinas sebagai Kepala Sekolah itu. Tapi di sisi lain, juga ada rasa bahagia dan kagum serta haru atas kepergiannya berdua sekaligus itu. Beberapa informasi kematian yang mungkin patut dicatat di sini adalah bahwa peristiwa perginya dua orang suami isteri pada hari yang sama dan dikebumikan di tempat yang sama, merupakan peristiwa yang langka dan jarang terjadi.

Orang tua Firdaus, Pak H. Mohd. Siddik juga saya kenal karena dia juga menjadi salah satu pengurus MUI Kabupaten dan dia adalah Ketua MUI Kecamatan Buru selain profesi utamanya sebagai seorang guru. Kepergiannya tentu saja sangat mengejutkan karena beriringan dengan isteri tercintanya, Bu Maryam. Sungguh kepergian yang mengejutkan di satu sisi, dan juga mengharu dan membanggakan di sisi lain. Bangga, karena dia benar-benar memeproleh gambar cinta sejati antara suami dan isteri. Hidup sudah mereka buktikan bersama dengan cinta kasihnya, dan mati pun mereka pergi berdua sekaligus. Kematiannya juga dengan baik. Bukan karena kecelakaan dan sejnisnya.

Catatan lain, hari ini adalah hari Jumat, hari baik dan mulia bagi umat Islam. Allah menjemputnya pada hari yang mulia. Tentu saja dapat kita artikan sebagai kemuliaan juga buat keduanya. Semoga ini juga informasui dari Allah kepada kita, khususnya keluarganya yang ditinggalkan bahwa mereka pergi dalam keadaan baik dan benar-benar mendapat ridho Allah. Inilah doa kita.

Aduh, sebenarnya masih banyak yang bisa ditulis di halaman ini. Sedih dan kagum serta bahagia bercampur atas kepergian kedua pasangan suami-isteri, orang tua tercinta sahabat saya, Firdaus ini. Selama jalan, Bapak dan Ibu dan tabahlah, sahabatku!.

898 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

Avatar of M. Rasyid Nur
M. Rasyid Nur

Menjadi guru (honorer) sejak tahun 1980, ketika masih mahasiswa. Selanjutnya menjadi PNS (aktif) sejak 1985 dengan SK TMT 01.03.1984 dan terus menjadi guru hingga sekarang. Insyaallah akan purna bakti pada 11.04.2017. Obsesi, "Berharap kehebatan murid melebihi kehebatan gurunya."

View all posts by M. Rasyid Nur →

Comments (5)

  1. Avatar of Bu Etna @gurutematik

    Inna lillahi wa inna ilaihi roji”un. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya dan diampuni semua dosa-dosanya. Amin ya rabbal alamin. Turut bela sungkawa pak, semoga contoh-contoh yang beliau tunjukkan dapat menjadi suri tauladan bagi bangsa. Amin. Thx sharingnya pak Rasyid, salam takzim.

  2. Avatar of M. Rasyid Nur

    Benar, Bu Etna. Pasti ada banyak tindak-tanduknya yang positif dan dapat diteladani. Kepergiannya secara hampir bersamaan itu adalah salah satu petunjuk dari Allah bahwa hubungan baik di antara keduanya sebagai suami-isteri dalah satu yang dapat diteladani. Terima kasih, Bu telah memberi komentar.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!