6

Secuil Cerita Perjuangan Hidup (+6)

Bu Etna @gurutematik January 13, 2015

Sahabat Guraru, kali ini saya ingin berbagi pengalaman hidup – walau hanya secuil kisahku dalam mengisi waktu demi waktu, sejak bangun tidur hingga tidur lagi. InsyaaAllah penggalan kisah ini bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberi kita nikmat, sehingga berkat hidayah ‘inayah serta taufiq Nya hingga saat ini kita selalu dapat menjalankan syariat-syariatNya.

Sungguh tak terhitung nikmat Allah kepada kita. Sejak janin di kandungan ibu, kemudian terlahir ke dunia hingga sekarang, nikmat Allah tidak pernah berhenti mengalir. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, nikmat Allah selalu tercurah. Ketika tidur pun nikmat itu tetap berlanjut. Setiap detik yang kita lalui, nikmat Allah tak pernah putus. Karena begitu banyaknya, kita tak pernah mampu menghitungnya. Ketika kita menyadari hal ini, maka kewajiban kita hanya satu, selalu bersyukur. Dengan bersyukur, InsyaaAllah hidup kita makin bahagia dan beruntung.

Hari ini, Selasa, 13 Januari 2015, tepat 41 tahun saya berumah tangga dengan bapak Bambang Soerono. Alhamdulillah, kami telah dikaruniai 2 putri sulung dan bungsu serta satu putra. Dari ketiganya kami memperoleh 8 cucu, 4 putra dan 4 putri. Putri sulungku saat ini berusia 39 tahun, dan usia kedua adiknya menjelang 38 dan 37 tahun. Saya teringat saat-saat menjadi ibu guru muda, selama 3 tahun berturut-turut selalu hamil. Ketika suatu hari ada reuni, salah satu murid jadul mengatakan:”Ibu, saya dahulu 3 tahun berturut-turut kimianya diajar oleh ibu dan saya yang mengantar ibu setiap pulang sekolah menggunakan sepeda motor jadul.” He he he, ya … semua tertawa dan saya pun sampai terpingkal.

Sejak SMP saya sudah membantu ibu dan kakak bekerja untuk kami ber 9, ibu dan kami berdelapan, sebab bapak kami telat wafat. Walau kadang makan tanpa nasi, namun kami tetap berupaya sekuat tenaga dan pikiran. Rasa syukur yang selalu ditunjukkan oleh ibu membuat kami terus berjuang, belajar dan bekerja. Alhamdulillah, kami berdelapan akhirnya berkeluarga dan masing-masing dikaruniai putra putri.

Hidup memang harus terus diperjuangkan. Ketika saya menikah dan memiliki 3 anak, kesehatan suami terganggu. Hari demi hari tampak beliau seperti mengalami kelelahan fisik. Kami sekeluarga berjuang bagaikan sebuah tim yang solid. Sejak kecil anak-anak kami didik mandiri, belajar bersama di rumah, pekerjaan apa pun dilakukan bersama, bagi tugas, dll. Dengan penuh keprihatinan, kehidupan kami yang amat sederhana ternyata memperoleh hasil yang tak disangka-sangka. Sekian tahun itu kami berlima bagaikan menanam pohon dengan hati yang menyatu. Selalu bersyukur, seia sekata, walau di sana sini kadang tak mudah mengontrol emosi.

Subhanallah, hari ini, Selasa 13 Januari 2015, Nikmat Allah begitu besar. Ketiga anak kami memperoleh sukses sesuai cita-citanya, mampu memimpin, karakternya dapat diteladani, kinerjanya tergolong amat bagus. Ke delapan cucu kami juga dapat tumbuh kembang dengan bagus. Alhamdulillah, kesehatan suami juga makin membaik. Bahkan fisiknya seperti muda kembali, walau kulit dan gigi tak dapat dipungkiri, he he he maaf. Selamat pak Bambang, anak-anak, cucu-cucu, InsyaaAllah kita tetap harus selalu bersyukur, berbuat yang terbaik bagi siapa pun.

Demikianlah Guraru, secuil kisah hidup yang mungkin dapat bermanfaat sebagai contoh. Salam perjuangan untuk para pembaca, semoga selalu sehat dan sukses. Amin ya rabbal alamin.

1,904 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (6)

  1. Secuil perjuangan yg mempunyai efek domino bunda etna, salah satu bab yg harus saya pelajari dari kehidupan bunda dan kini tinggal memanen hasilnya. Saya salut meskipun jelas tinggal memanen bunda madih tetap menanam benih2 kebajikan. Selamat berulang tahun perkawinan, barakalloh.

  2. Amin ya rabbal alamin. Terima kasih pak Kasmadi atas respon, pujian, dan doanya. Walau sudah merasakan hasil panen, namun tanaman itu tetap harus dirawat. Iya kan pak? Subhanallah, anak cucu bisa jauh lebih hebat dari kami. Bahkan banyak hal kami sekarang sering belajar dari mereka. Sebagai orang tua juga guru saya selalu mendorong bangsa untuk dapat sukses melebihi kami, setidaknya sama. Begitu juga harapan kami untuk semua pembaca. Amin. Salam perjuangan.

  3. Bangga bu,ketika dulu selalu ada pepatah dikampung kami bahwa anak guru selalu berhasil,walaupun sebagian kecil kenyataan sekarang agak bergeser,tapi masih banyak bahwa keturunan guru selalu sukses,semoga ibu terus menikmatinya dengan penuh bahagia..

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar