11

Sebuah Keprihatinan Tentang Pembelajaran Terkini (+6)

Bu Etna @gurutematik November 17, 2014

PaperArtist_2014-11-17_11-47-41

Sahabat Guraru, secuil pembahasan ini menyangkut keprihatinan saya terhadap pembelajaran terkini. Saya masih terus mendampingi guru, siswa, orang tua/wali siswa, dan masyarakat luas dalam melaksanakan pendidikan, baik pendidikan dalam keluarga, sekolah, maupun pendidikan yang dapat terjadi kapan saja, di mana saja, oleh, dari, untuk siapa saja. Alhamdulillah, hingga saat ini kegiatan pendidikan ini dapat berjalan lancar dan sukses.

Banyak hal yang sebenarnya dapat kita lakukan dan tingkatkan. Setiap harinya banyak bangsa yang memerlukan bimbingan, tempat konsultasi, juga tempat untuk menunjukkan perolehannya. Hal ini saya rasakan ketika saya diminta untuk membimbing siswa SMA di luar jam sekolah. Mereka sangat memerlukan kita, khususnya tentang cara belajar efektif dengan menggunakan kurikulum 2013.

Pertanyaan bertubi-tubi dan menyangkut proses pembelajaran yang mereka ungkapkan membuat saya berpikir keras untuk mencari solusi terbaik. Saya merasa harus membantu mereka dengan cara-cara yang telah digariskan dalam kurikulum yang sedang berlaku. Hari demi hari saya makin kuwalahan. keheranan mulai muncul, kedisiplinan bimbingan hampir tergoyah, kesabaran kadang menjadi labil, keprihatinan makin menebal. Apa penyebabya? Ada apa dengan para peserta didik?

Sahabat, saya berupaya untuk melayani siswa bukan dengan cara sekedar menjelaskan konsep demi  konsep. Berceramah sepanjang waktu hingga siswa hanya mendengarkan. Tidak, saya tak tega untuk melakukan hal itu. Saya melihat perolehan siswa, bertanya jawab, berdiskusi, bersama mencari contoh dalam kehidupan sendiri, keluarga, atau orang lain, sampai dengan kegiatan dan hasil para pakar. Tentulah cara ini memerlukan waktu yang tak sedikit. Namun dengan kesabaran dan kedisiplinan, alhamdulillah kami bisa melewati masa-masa sulit dan mendebarkan, mengingat batas waktu belajar yang telah ditentukan oleh sekolah.

Bagaimanapun, gejolak tentang pelaksanaan kurikulum baru yang timbul di kalangan siswa ini amat memprihatinkan. Mereka pada berbicara ke sana ke mari mengenai tayangan power point dan lainnya yang begitu cepat hingga tak sempat membaca apalagi memahaminya. Banyak keluhan tentang tugas yang banyak setiap harinya di luar jam belajar, baik mandiri maupun kelompok. Sistem pembelajaran di kelas pun menjadi sorotan mereka. Mereka ada yang merasa bosan, mengantuk, dll karena harus belajar sendiri di bangku sekolah. Diskusi kelas yang mereka lakukan juga kadang hanya dapat dipahami oleh siswa yang sebelumnya sudah belajar di luar. Mereka yang tak bisa les dll gigit jari menunggu catatan atau foto copy dari teman-temannya yang dermawan. Begitulah sekilas curhat beberapa siswa diantara sekian ribu siswa.

Walau saya telah mampu melayani sebagian dari mereka hingga memperoleh nilai rapor hampir semua A, namun saya tetap merasa amat prihatin. Marilah sahabat, kita tingkatkan bersama pembelajaran ini, agar pemerataan pendidikan segera tercapai dan kualitas pendidikan bangsa Indonesia akan terus meningkat secara drastis, kesuksesan InsyaaAllah dapat segera kita raih. Majulah bangsaku, Jayalah Indonesia. Amin ya rabbal alamin. Salam Perjuangan, Sukses Selalu.

2,427 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (11)

  1. benar sekali bu etna mendidik memang penuh kesabaran terutama pada usia remaja seperti anak-anak sma. Seringkali kita dibuat kelimpungan dengan tingkah polahnya saat mengikuti KBM,namun dengan strategi dan model-model pembelajaran yang kreatif dan inovatif bisa jadi motib\vasi sedikit-demi sedikit terbangun.

  2. Ya itulah pak Kasmadi, sudah saatnya kita harus meningkatkan diri menuju pembelajaran yg sesuai dg abad 21 ini. Sepertinya sebagian bangsa kita belum siap dg berbagai alasan. Belajar open ended tak seperti membalik tangan, apalagi seblmnya amat closed ended. Thx responnya pak, salam sukses.

  3. serupa dengan apa yang pernah saya alami, kadang dengan proses pembelajaran ala kadarnya siswa yang dihasilkan pun kadar alanya aja..setidaknya para pendidik mampu memotivasi dirinya untuk menjadikan buah kesuksesan dapat diraih dikedua sisi antara pendidik dan anak didik. Semoga kedepannya tidak ada lagi anak didik yang tidak mampu untuk meningkatkan dirinya.

  4. semuga guru indonesia semakin kreatif agar kur 13 sukses menurut saya ,setelah membaca isi semua buku guru dan siswa akan membawa perubahan besar .ini juga tugas bapak ibu senior saling asah dan asuh dan terimakasih kepada pak sukani dan pak manuel

  5. Guru harus secara sadar memiliki Visi, Misi serta Value yang jelas. Sehingga seorang guru akan memiliki rencana jangka panjang, menengah dan pendek yang terukur untuk dikerjakan. Dan semua itu membutuhkan modal yang luar biasa yaitu keikhlasan

  6. Ya benar pak Tutuk, kita harus selalu bersyukur, agar keikhlasan dpt tumbuh terus tanpa hrs dipaksakan. Namun hal itu memang tak mudah walau sebenarnya tak sulit. InsyaaAllah kesadaran diri untuk membiasakan perbuatan baik dpt tertanam secara bertahap. Thx responnya, salam.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar