0

Sagu Saha Satul (0)

Tohib Mustahib October 11, 2016

Kali ini, tulisan saya juduli SAGU SAHA SATUL, yaitu Satu Guru Satu Hari Satu Tulisan. Kalau Kementerian Pendidikan meluncurkan program literasi maka sebagai guru tidak boleh sekedar menjalankan program literasi itu dalam bentuk membaca, akan tetapi harus menghasilkan suatu karya dari apa yang di baca, salah satunya yaitu bentuk tulisan (karya tulis).

Untuk melatih guru terbiasa menulis, program satu guru satu hari satu tulisan ini tampaknya perlu dijalankan. Kalau tiap guru menulis setiap hari, kita buktikan bersama-sama apa yang terjadi nantinya dengan pendidikan di Indonesia, dengan kemampuan guru, dengan karya-karya yang dihasilkan oleh para guru. Saya yakin akan luar biasa.

Program ini membutuhkan komitmen. Boleh dikatakan sesuatu yang berat, namun kalau kita kerjakan secara bersama-sama, kita adakan sebuah komunitas, kita akan bisa melaksanakannya. Secara konsep saya sudah menyiapkan dan akan saya bahas tersendiri pada tulisan selanjutnya. Prinsipnya setiap guru bisa melakukannya, baik yang mempunyai kemampuan IT ataupun yang masih belajar tentang IT.

IGI telah mengeluarkan program SAGU SATAB (satu guru satu tablet) yang digunakan luar biasa untuk mendukung progam SAGU SANOV (satu guru satu inovasi). Pak Mampuono keranjingan menggunakan speech recognition yang tertanam di dalamnya. Ia menamainya menulis dengan mulut. Ia sangat produktif untuk menghasilkan tulisan-tulisan. Jika kita tidak sempat dalam keseharian menulis dengan menggunakan tangan, kita bisa menulisnya dengan lisan atau dengan rekaman. Seperti halnya tulisan ini adalah hasil menulis dengan mulut (dengan editing).

Sekiranya ada yang belum mempunyai tablet, tidak perlu khawatir, menulis dengan mulut bisa kita lakukan dengan laptop atau PC. Untuk aplikasi speech recognition bisa menggunakan aplikasi berbayar atau yang free. Terpenting adalah kita mau mencoba melakukannya. Semakin kita terbiasa maka kemampuan kita akan terasa semakin terasah. Semakin diulangi kita akan expert pada bidang tersebut. Maka saya berharap ‘menulis dengan mulut’ (speech recognition) ini membantu kita melakukan program SAGU SAHA SATUL.

Bapak dan Ibu guru yang tertarik belajar ‘menulis dengan mulut’ dan program SAGU SAHA SATUL tunjuk jari? Komen dibawah ya! Terima kasih.

Semarang, 11 Oktober 2016 Ditulis dengan mulut, durasi 5 menit sambil jalan-jalan bersama anak di pagi hari.

384 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!