32

Saatnya Jarak (tak lagi) Membatasi Pembelajaran (+12)

Tohib Mustahib May 13, 2015

Bapak/Ibu guru pernah mengalami kejadian ini? Kita harus meninggalkan kelas untuk keperluan administrasi guru ke Dinas Pendidikan atau untuk keperluan lain, tetapi disana kita tidak ngapa-ngapain, sekedar nunggu yang kadang tidak jelas kapan selesainya. Sedangkan kita meninggalkan anak-anak didik dengan tugas yang kita juga tidak tahu bagaimana cara mereka megerjakan. Dikerjakan sendiri, bareng-bareng, atau sekedar mencontoh teman, sambil bolak-balik ke kantin, main catur, atau malah tidur. Sedih tau, mengalami kondisi seperti itu!

Dibeberapa sekolah terjadi kasus, misalnya perkelahian siswa, taruhan, merokok, atau menonton film ‘dewasa’ terjadi pada jam-jam pelajaran kosong. Jika Bapak/Ibu guru merasakan kegundahan seperti penulis, kita perlu mencari solusi untuk meminimalkan jam-jam kosong. Salah satu alternatifnya adalah pembelajaran jarak jauh, dalam hal ini pemanfaatan teleconference saat kita sebenarnya ada waktu mengajar, namun berada di tempat yang berbeda.

Mungkinkah? Jawabannya, Kenapa tidak? Bukankah untuk melakukan teleconference membutuhkan biaya yang besar? Kita bisa menyederhanakannya dan tidak perlu mengeluarkan dana yang mahal. Saat ini banyak web penyedia layanan video conference dalam versi free maupun berbayar. Diantara yang bisa digunakan misalnya Hangout, LogMeIn, CrossLoop, ShowMyPC,Yuugu, SkyFex, Gooer, Microsoft SharedView, Yakkle, DimDim, Dekstra, Team Viewer, dan CiscoWebex. Bapak/Ibu guru bisa memilihnya mana yang sesuai kriteria.

Rekaman Video Teleconference Menggunakan CiscoWebex

Dalam melakukan teleconference atau video conference, penulis menggunakan CiscoWebex versi free. Fitur yang disediakan dalam versi ini bisa melakukan pertemuan online dengan 3 orang. Untuk pembelajaran kita hanya menggunakan pertemuan dengan satu orang (akun). Mendapat 1 lisensi host. Dalam hal ini guru berperan sebaagai host. Fasilitas lain diantaranya sharing dekstop, whiteboard, dan dokumen, menampilkan video dengan ukuran kecil maupun penuh, koneksi audio VoIP, rekam pertemuan, dan integrasi audio dengan speaker aktif. Dengan fasilitas ini CiscoWebex cukup mumpuni untuk pembelajaran jarak jauh dengan video conference.

Tampilan Halaman Host

Gambar Tampilan Halaman Host

Gambar Tampilan Video Ukuran Penuh

Gambar Tampilan Video Ukuran Penuh

 

Secara teknis hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh ini meliputi:

Di dalam kelas

  1. Laptop
  2. LCD
  3. Speaker
  4. Koneksi internet (WiFi atau Modem)
  5. Web Camera Portable (cadangan)
  6. HP (cadangan)

Untuk Host/Guru

  1. Laptop
  2. Headset
  3. Koneksi internet (WiFi atau Modem)
  4. HP (cadangan)

Dalam tahap persiapan, 1 atau 2 hari sebelumnya guru harus memberikan pengarahan kepada salah seorang siswa (penulis sering meminta ketua kelas) sebagai operator. Memberi informasi apa saja yang harus dilakukan pada saat pembelajaran dengan teleconference nantinya.

Secara ringkas tahapan menjalankan teleconference dengan Cisco Webex sebagai berikut:

  1. Memasang semua perangkat hingga terkoneksi dengan internet.
  2. Masuk ke website Webex.com, mengisikan user name dan password
  3. Mengundang email operator (langkah ini bisa dilakukan sebelumya, saat menjadwal meeting atau pertemuan).
  4. Operator membuka email, dan menerima permintaan join meeting.
  5. Teleconference siap dijalankan.

Dari pengalaman penulis, jika sinyal internet kurang bagus suara yang diterima akan putus-putus. Alternatif yang bisa digunakan adalah menggunakan HP. Penulis menghubungi nomor HP siswa yang telah ditentukan, biasanya sesama operator seluler dengan penulis untuk meminimalkan penggunaan pulsa. HP dipasang di speaker aktif, hingga suara terdengar ke seluruh ruang kelas dan suara para siswa terdengar oleh host.

Pembelajaran Jarak Jauh

Gambar Ilustrasi Host (Guru) Kiri Koneksi VoIP, Kanan Koneksi HP

Agar host bisa melihat kondisi kelas bisa dilakukan dengan menghadapkan web camera yang terdapat pada laptop ke arah siswa. Atau dengan cara memasang portable web camera yang diarahkan ke para siswa.

Tampilan Desktop yang Terlihat Para Siswa di LCD

Gambar Tampilan Desktop yang Terlihat Para Siswa di LCD

Peggunaan teleconference memberikan banyak manfaat, baik bagi para siswa maupun bagi guru, diantaranya penulis singkat dengan P3:

  1. Pengalaman Baru

Saat ini masih jarang yang menggunakan teleconference dalam pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran jarak jauh ini akan memberikan pengalaman baru bagi para siswa.

Penulis saat menerapkan pembelajaran menggunakan CiscoWebex ini, mendapatkan respon luar biasa dari siswa. Pertemuan berikutnya setelah menerapkan program teleconference penulis sengaja bertanya kepada siswa. “Anak-anak bagaimana pembelajaran yang kita lakukan kemarin?” Beberapa menjawab, “Keren, Pak”. Ada yang menjawab, Bagus. Semuanya positif. Ada yang salah satu siswa berkomentar, “Kapan-kapan, belajar seperti kemarin lagi, ya Pak. Asyik!” Penulis menjawab dengan candaan, “Jadi lebih seneng pak Tohib ga di kelas? Minta ditinggal lagi, nih?” Sambil bergaya melarikan diri menuju pintu kelas. Pecahlah tawa para siswa 😀 😀 😀 . Sungguh menyenangkan.

Pengalaman Baru Siswa Belajar dengan Teleconference menggunakan CiscoWebex

  1. Perhatian

Memberikan pelajaran dalam bentuk teleconference adalah bentuk perhatian guru kepada para siswanya. Guru rela mempersiapkan serta melakukan pembelajaran meski dia berada ditempat lain. Sebenaranya juga dia bisa mengosongkan dengan hanya memberi tugas yang dikumpulkan. Teleconference ini menunjukkan kesungguhan guru dalam membelajarkan para siswanya. ‘Ruh’ kesungguhan ini semoga dimaknai dan diikuti para siswanya dengan belajar bersungguh-sungguh.

  1. Pemantauan

Guru adalah orang tua kedua para siswa ketika berada di sekolah. Apa saja yang terjadi pada siswa di sekolah adalah tanggung jawab sekolah. Apa saja yang terjadi pada saat jam pelajaran adalah tanggung jawab guru mata pelajaran terkait. Teleconference ini bisa juga dimaknai sebagai bentuk pemantauan, bahwa guru mengetahui aktivitas yang dilakukan para siswa, meski dia berada di tempat berbeda, dimana jarak memisahkan antara keduanya.

Pengembangan selanjutnya pembelajaran jarak jauh (teleconference) menggunakan CiscoWebex ini bisa dilakukan diantaranya, penulis singkat dengan akronim: BE-SA-LIN.

  1. BETA Ahli (Belajar dari Tamu Ahli)

Penulis pernah belajar tentang kultur jaringan anggrek dari seorang praktisi. Usahanya luar biasa, beliau menyuplai anggrek hampir diseluruh wilayah Indonesia, bahkan sampai manca negara. Beliau menerima dengan sukarela siapa saja yang mau belajar, dengan catatan harus datang ke tempatnya. Beliau tidak bisa meninggalkan tempat terlalu lama karena ada proses kultur yang tidak bisa ditunda. Harus tepat waktu.

Dengan menyetting pembelajaran jarak jauh (teleconference) ini memungkinkan para siswa belajar tentanag kultur jaringan pada ahlinya tanpa harus datang ke tempatnya.

  1. SATU Guru (Saling Tukar Guru)

Semisal penulis memiliki teman seorang guru di wilayah Sumatera, sedang penulis berada di Jawa Tengah, penulis tidak akan mungkin mengundangnya untuk mengajar di sekolah penulis. Hal ini terkait jarak, waktu, dan biaya yang dibutuhkan terbilang besar.

Dengan teleconference sederhana penulis bisa meminta dia meluangkan waktu mengajar siswa di sekolah penulis atau sebaliknya. Berlaku pula untuk sekolah-sekolah lain. Sehingga terjadi ‘semacam’ pertukaran guru. Hal ini akan memperluas wawasan para siswa termasuk guru pengajarnya.

  1. LINTAS Pilihan (Link Universitas Pilihan)

Dosen memiliki sebuah kewajiban dalam pengabdian masyarakat. Seringkali hanya daerah tertentu atau sekolah tertentu saja yang terjangkau program dosen ini. Dengan program teleconference ini akan memperluas cakupan wilayah pengabdian masyarakat dari Universitas. Program ini pula akan menciptakan link dari sekolah (tingkat SLTA) ke Universitas-universitas pilihan.

Penulis berharap semoga semakin banyak guru yang memanfaatkan teleconference dalam pembelajaran untuk semakin meminimalkan jam kosong serta memberikan pengalaman, wawasan lebih luas kepada peserta didik.

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”

Guru Era Baru

Guru Era Baru

3,356 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (32)

  1. Terima kasih Pak Taufik vote dan komentarnya.
    Blog pak taufik isinya banyak, isinya daging 😀 , bermanfaat semua.

    Boleh Pak Taufik Silahkan dihare pak, dengan senang hati.

    Siap berkunjung ke artikel pak taufik

  2. Memang sangat bagus memanfaatkan komunikasi seperti ini, namun jangan salah kaprah menggunakan teknologi, terkadang saat kita asyik membagi ilmu tanpa bertatap muka langsung kita bisa lupa dengan perkembangan diri mereka, bagaimana psikologi mereka, kita juga perlu melihat langsung keadaan mereka dg bertatap muka lgsg. Supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kejadian-kejadian yang sudah terjadi (banyaknya siswa yang bunuh diri).
    Jangan terlena dg teknologi, menjadikan jauh menjadi dekat, dan yg dekat-dekat malah semakin terasa jauh.

    Salam mengajar!

    Semangat terus.

    my link http://guraru.org/guru-berbagi/guru-alternatif-agen-pendidik-yang-mendidik-siswa-agen-perubahan-agen-masa-depan-indonesia-di-kepulauan-riau/

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar