1

Revolusi Belajar (+2)

handri zakki pratama December 24, 2013

Alhamdulilah sekian lama vakum, akhirnya dapat inspirasi juga untuk menulis. 🙂 hehehe Berawal dari pengalaman berharga selama  semester ganjil akhirnya ide menulis ini diniatkan untuk ditempel dimading sekolah, sebagai motivasi siswa untuk bercermin pada hasil rapot di semester ganjil kemarin, dan untuk memotivasi bahwa guru pun bisa ‘menulis’ di mading sekolah 🙂 Semoga ada manfaatnya..

REVOLUSI BELAJAR

Semester ganjil telah dilewati, hasil proses belajar telah diterima dalam bentuk rapot. Hasil tersebut akan berbanding lurus dengan usaha untuk meraihnya, semakin rajin usaha untuk belajar dengan tekun, semakin baik pula hasilnya. Ibarat cermin, rapot menjadi kaca sebagai bahan introspeksi untuk perubahan besar revolusi belajar pada semester genap yang akan dihadapi. “Sudahkah saya belajar dengan baik?”, “Sudah maksimalkah ilmu-ilmu yang saya dapatkan disekolah ini?”.  “Harus ada perbaikan!”, setidaknya semangat tersebut harus tertanam pada diri sendiri, tekad untuk berubah kearah yang lebih baik untuk meraih hasil yang lebih baik lagi. “Lalu bagaimana cara perbaikan itu?, darimana harus memulainya?”.

Ini dia tipsnya!

Diawali dengan niat, luruskan niat saat hendak pergi kesekolah, “maksudnya apa?”, maksudnya adalah fokuskan niat datang kesekolah itu hanya untuk belajar dengan sepenuh hati, mencari ilmu yang bermanfaat untuk masa depan, kalau niat ini sudah lurus, insyaallah pergi dari rumah ke sekolah dengan ridho orangtua akan terasa ringan, tidak ada perasaan terpaksa untuk belajar, berangkat kesekolah akan jauh lebih bersemangat 1000% dengan hati yang riang gembira, karena diawali dengan niat yang baik, dan tujuan yang baikpula. Efeknya, datang kesekolahpun tidak akan terlambat, cara berpakaian akan rapih, dan akan berperilaku baik selama disekolah, karena niatnya kesekolah itu hanya mencari ilmu yang bermanfaat. Perlu diketahui ilmu yang bermanfaat itu definisinya sangat luas sekali, tidak hanya sebatas materi pelajaran yang didapat dikelas, namun lebih dari itu manfaatnya. Ambil contoh, berperilaku disiplin di dalam kelas, didalam kelas seharusnya siswa hanya fokus kepada guru yang sedang memberikan ilmunya, berkonsentrasi saat belajar, disiplin waktu dalam pengumpulan tugas, tidak mengganggu teman saat belajar, disiplin dalam cara berpakaian dan berpenampilan, merupakan salah satu ilmu yang bermanfaat yang akan didapat hanya jika mempunyai niat untuk bersungguh-sungguh sekolah, dan hal ini akan sangat bermanfaat sekali di masa depan.

Setelah lurus niatnya adalah mencari berkah dan ridho guru, menyalami serta menyapa guru dengan sopan harus dimaknai dengan sungguh-sungguh, kegiatan ini bukan sekedar kegiatan yang sifatnya sebuah tradisi yang alakadarnya saja. Mari kita maknai ‘tradisi’ tersebut, Ilmu yang disampaikan guru akan “benar-benar” sampai jika hanya jika beliau mengikhlaskan ilmunya untuk sampai pada siswanya, artinya jika beliau tidak ridho/ikhlas, maka ada kemungkinan ilmu itu akan sulit untuk “diterima”, karena ridhonya yang belum sampai. Peribahasa “Dalamnya lautan bisa diukur, tapi dalamnya hati siapa yang tahu?” sangat tepat untuk tips yang kedua ini. Kunci dari tips yang kedua ini adalah janganlah sampai mengecewakan para guru yang telah banyak mentransferkan ilmunya kepada kalian. Tahukah kalian? Disetiap kalian menyalami guru itu ada doa yang tersirat untuk kalian?.

Dua langkah revolusi belajar sudah dijelaskan, apa selanjutnya?. Next, membiasakan cara belajar yang baik. “Bagaimana caranya?”. Silakan dicatat untuk dipraktikan. Belajar itu adalah sebuah keterampilan. Sehebat apapun guru mentransfer ilmu, jika ‘gaya’ belajarnya keliru maka akan merepotkan diri sendiri untuk menerima ilmu/ materi pelajaran yang didapatkan dari guru. Lalu gaya belajar seperti apa yang harus diterapkan?.

Yang pertama adalah hilangkan sugesti “sulit” dalam setiap materi pelajaran apapun!  Tidak ada yang sulit jika kita menganggap hal itu tidak sulit. Karena gerbang awal dari sifat malas adalah bertemu dengan materi sulit yang tidak pernah diselesaikan, yang akhirnya karena sulit kita jadi akrab dengan malas. Segeralah bertanya kepada guru atau kepada teman yang sudah paham, jika bertemu dengan materi-materi yang dianggap sulit!

Persiapkan perlengkapan belajar dengan baik, buku, pulpen, pensil, penghapus, penggaris, dll., harus sudah siap sebelum pembelajaran dikelas dimulai, artinya, jika ada teman kalian yang meminjam perlengkapan sekolah kepada kalian, mereka belum siap belajar, maka harus meluruskan dahulu niat berangkat kesekolah!.

Detail untuk revolusi belajar pada saat dikelas

Kenali dan beradaptasilah dengan karakteristik gaya mengajar gurumu pada saat dikelas, Hormati guru, ingat ridho guru! Fokus dan konsentrasi saat guru menerangkan materi dikelas. Jika ada materi yang masih belum dimengerti segera bertanya! Jangan biarkan si ‘sulit’ menghampiri kalian, dan menjebak kalian untuk bertanya pada saat yang tidak tepat (pada saat ulangan, red)!  Pahami materi yang telah diberikan, kerjakan soal yang berkaitan jangan cepat berpuas diri jika sudah bisa mengerjakannya, cari soal yang lebih menantang, dan jangan takut untuk mencoba jika guru memberikan kesempatan padamu untuk mengerjakan soal.

Posisi duduk menentukan prestasi, duduklah dibarisan awal, ditempat yang nyaman untuk menerima materi pelajaran, dimana kalian bisa mencatat tulisan di papan tulis dengan jelas, mendengarkan penjelasan guru dengan jelas, hindari posisi duduk yang bisa mengganggu fokus kalian untuk menerima materi pelajaran dengan baik.

Catatlah hal-hal yang dianggap penting selama proses belajar. Ada lima skill + 1, dalam keterampilan belajar dikelas; membaca tuntas, mencatat tangkas, meringkas cerdas, mengingat lekas, dan menulis lepas + fokus terhadap pemberian materi oleh guru.

Detail untuk revolusi belajar pada saat dirumah,

Dari 24 jam yang telah Allah SWT. berikan kepada kita, luangkanlah waktu untuk belajar dirumah beberapa jam saja, pelajari kembali materi yang telah diberikan pada saat disekolah, lalu kerjakan soal yang berkaitan. Ini adalah syarat belajar efektif, karena proses pembelajaran disekolah waktunya sagat singkat. Kuasai materi pra-syarat sebelum pembelajaran di sekolah, contohnya dalam pelajaran matematika untuk materi eksponen, pra-syarat yang harus dikuasai adalah operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dll), jika materi pra-syarat belum dikuasai, maka proses pentransferan ilmu pada saat belajar dikelas waktunya akan relatif lebih lama. Bacalah materi yang akan dipelajari, hal ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dikelas, untuk menjawab pertanyaan guru, karena kamu selangkah lebih maju dari temanmu.

Sudah seharusnya kalian meng ‘hijrah’kan cara berpikir kalian, pola pikir remaja yang sudah dianggap  bisa menentukan baik atau buruk nya suatu hal berikut dengan resikonya harus bisa dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya oleh diri sendiri.

Tolak ukur kesuksesan setiap orang pastilah berbeda-beda, tapi yang pasti kesuksesan itu dapat diukur sudah sejauh mana kita “move on” dari hari kemarin karena hari esok harus lebih baik dari hari ini dan sebelumnya. Sebagai seorang pelajar hal ini berarti sudah berapa banyak prestasi yang kalian raih?. Adakah perubahan dari sikap belajar yang terdahulu?. Mari kita lihat perubahannya pada semester genap esok. ^^

Buatlah prestasi yang positif dan kesan yang indah dan sulit untuk dilupakan pada masa-masa mudamu, Sukses!

HZP

1,330 total views, 1 views today

Tagged with:

Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar