8

Pro Kontra Project-Based Learning (+4)

Mister Nuel April 27, 2014

Sebelum ini saya kurang memahami Project Based Learning, tapi sejak PBL menjadi tema di guraru yang disertai berbagai artikel yang membahas PBL, pemehaman saya akan PBl menjadi lebih baik. Terima kasih saya sampaikan kepada pengelola guraru dan  rekan-rekan guru yang telah memberikan waktunya untuk menulis artikel mengenai PBL.

Seperti kata pak Stephen Covey,”pembelajaran yang paling efisien adalah saat kita seolah-olah akan mengajari orang lain tentang hal yang sedang kita pelajari”. Untuk itulah saya membuat artikel ini. Dalam rangka merangkum hasil pembelajaran setelah membaca artikel dari rekan guraru dan tambahan browsing internet.

Mulai dari pengertian menggunakan kata-kata sendiri: Project Based Learning adalah pendekatan pembelajaran di mana murid menggunakan cara investigasi untuk menyelesaikan sebuah proyek dalam kelompok kecil dengan sedikit atau tanpa bantuan guru.

Dalam PBL ini terlihat sekali adanya kemandirian murid dalam mempelajari suatu materi. Sebuah hal yang menjadi dambaan praktisi pendidikan dimana murid menjadi pelaku aktif dalam pembelajaran dan bukannya menjadi obyek pasif penerima materi.  Tetapi sama seperti filosofi pendidikan lainnya, keampuhan PBL sangat tergantung kepada kemampuan guru. Dari titik inilah saya ajak anda melihat pro dan kontra PBL sebagai berikut:

Pro

  1. Inisiatif murid berkembang dengan baik mengingat penyelesaian proyek bergantung kepada murid dalam satu kelompok.
  2. Murid mengembangkan kemampuan bekerjasama dengan orang lain untuk menyelesaikan proyek. Sebuah modal awal untuk bermasyarakat dan memasuki dunia kerja.
  3. Pemahaman materi yang lebih mendalam. Hal ini bisa dicapai murid sejalan dengan perkembangan pikiran kritisnya melalui penyelesaian proyek secara mandiri.
  4. Retensi materi lebih baik karena murid mendapatkan pembelajaran secara aktif, murid menjadi subyek aktif dalam pembelajaran bukan lagi obyek pasif penerima materi.

Kontra

  1. Guru yang tidak diperlengkapi dengan kemampuan untuk memfasilitasi PBL ini bisa jadi jadi tidak mampu untuk membantu murid mencapai pemahaman materi yang dipelajari.
  2. Murid yang tidak terbiasa berinisiasi sendiri akan mengalami stress dan frustasi saat menghadapi hambatan dalam menyelesaikan proyek.
  3. Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan proyek bisa menjadi lebih panjang dari yang ditentukan.
  4. Sulit memberikan penilaian secara individu. Terutama jika proyek berjalan tanpa kehadiran guru. Dalam beberapa kasus, ada murid yang bekerja keras sementara murid lainnya tidak melakukan apa-apa.

Dari pemaparan pro kontra PBl di atas, kita mendapatkan gambaran yang lebih lengkap akan kelebihan dan kekurangan yang mungkin muncul dari pelaksanaan PBl dalam kelas. Tentu saja hal ini jangan sampai membuat kita mengurungkan niat untuk menggunakan PBL, justru kita mempersiapan diri untuk mencegah munculnya hal kontra demi mendapatkan manfaat yang ditawarkan PBL.

 

Salam Pendidikan

 

Mr Nuel

 

2,596 total views, 1 views today

Tagged with:

Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (8)

  1. Bpk sebenarnya yg kontra adalah yg tak sgr membiasakn dirinya utk melakukn PBL dlm hdpnya sehari- dlm keluarganya. Kalau hal itu kita lakukan dulu hingga terbiasa Insya Allah ketika menerapkn ke anak didik akan mudah lancar dan sukses. Dunia sdh lakukn itu dan sdh jauh. Kita yg tertinggal. Kalau hal ini ditunda terus, ehmm … ya tentulah dpt diprediksi hsl pendidikn bangsa kita. Thx sharingnya. Silakn baca contoh2 di artikel saya jika ada wkt. Salam.

  2. @Tri GP: Betul sekali Pak, lakukan dan evaluasi dan lakukan lagi. Terima kasih.
    @ BuEtna: saya sudah simpan artikel Ibu dan beberapa artikel rekan guru lainnya Bu. Terima kasih telah meluangkan waktunya untuk berbagi.
    @ Namin AB: Setuju Pak, yang terpenting hasil akhir bisa bermanfaat bagi murid. Salam.
    @ Muhammad Nur’alim : setuju Pak, menyenangkan dan sakti.
    @ Botaksakti: Hmmm begitulah kenyataannya Pak. Salam.

  3. pro itu kalau saya dengan istilah apa saja pak tapi cara penerapannya sama itu lebih efektif dan konkrit dan dapat memberikan pengalaman. yang tak pro mungkin tak mengerti cara melaksanakannya ya juga banyak faktor skil,dan kemauan dari masing-masing individu guru, yang tak mau repot.! saya saja repot dari tantangan individu yang mengatakan jalan sendiri ………… ya saya tak menghiraukan wong ini untuk kecerdasan anak dan kemajuan sekolah. untuk itu saya tak pernah mau repot dengan urusan orang lain ……..terimakasih semoga Alloh meridhoi ii usaha kita

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar