0

Pria Impian (+2)

Teguh Firman S December 15, 2015

Tak bisa kupungkiri, setiap kali melihatnya hati rasa senang bukan kepalang, jantung terasa berdegup kencang melihat sosok pria yang menurutku begitu sempurna.
Badannya yang tinggi. Menurut perkiraanku mungkin kurang lebih 15 sampai dengan 20 cm diatas tinggi badanku yang hanya 155 cm atau juga mungkin bisa jadi lebih dari yang kuperkirakan.Bukan hanya badannya yang tinggi tapi perawakannya juga begitu ramping hingga pakaian apapun yang dipakainya terlihat pas dan pantas di badannya.
Rambutnya yang tebal dan lurus selalu terlihat rapi, tak kalah tebal alis matanya yang menambah kerupawanan wajahnya. Sorot matanya terlihat tajam namun disaat bersamaan pula sendu terlihat, menawan hati setiap orang yg bertatapan langsung dengannya.
Kulitnya yang sawo matang sedikit gelap selalu kontras dengan baju yang dipakainya, kemeja lengan panjang rapi yang selalu di masukkan ke dalam celana panjang rapi yang menampakkan kejenjangan kakinya, ikat pinggang hitam selalu tersemat di pinggangnya memperlihatkan kerampingan dan keidealan tubuhnya.Sesekali lengan kemejanya yang panjang dilipat sebatas di bawah siku, hingga urat otot lengannya terlihat begitu gagah, dan itu menambah kesempurnaan nilai yang ku berikan padanya.
Kesempurnaan bahkan tidak berhenti sampai disitu. Badannya yang tinggi di balut pakaiannya yang rapi begitupun tatanan rambutnya. Tunggangan motor besarnya “ Si Merah Putih “ tak kalah gagahnya dengan yang si empunya.
Setiap mendengar deru motornya yang besar, bulat dan nyaring. Ku bisa memastikan bahwa yang datang adalah dia walaupun keberadaanya masih 100 atau 200 m dari keberadaanku.
Dalam hatiku selalu berkata, “oh…dia benar-benar pria impian”. Hal lain yang menambah kesempurnaannya dan menjadikan dia pria impian adalah bukan hanya karena kegagahan fisik dan tunggangan motornya yang begitu gagah, Sampai melambungkan khayalku untuk bisa jadi wanita yang duduk di jok belakang motornya sedikit memegang pinggangnya yang ramping menjaga keseimbangan dudukku.
Kepintarannya dalam segala hal. Kegesitannya dalam memegang kendali atas segala sesuatu menjadi titik poin awal aku menyukainya, dan itu menjadi standar pria yang aku sukai.
Bukan fisik semata yang aku lihat tapi hal lain yang paling penting dari pria yang aku sukai adalah dia pintar, rajin dan gesit. Hingga bisa jadi pria yang benar-benar bisa kuandalkan dan
ku banggakan.
Tapi semuanya belum berarti, karena pria yang kugambarkan kesempurnaannya tadi hanya sebatas impian, karena perasaan suka hanya ada dalam diriku entah rasa apa yang ada dalam dirinya, berharap sama dengan apa yang kurasakan.
Entah disadarinya atau tidak, sinyal rasa kekagumanku padanya yang berubah menjadi rasa suka selalu terlihat dari rasa grogi dan tatapan mataku yang tak bisa lepas darinya.
Khayalanku dan Impianku tambah melambung tinggi dengan satu peristiwa dimana aku dan dia berpapasan di tangga sekolah, melihat langkahnya mendekat menambah cepat irama degup jantungku sampai bisa kurasakan aliran darah mengalir memompa jantungku hingga berdegup begitu kencangnya.
“Hai…” Sapaan hangatnya padaku menambah sempurna khayalan dan impianku padanya.hingga berharap peristiwa ini tak hanya terjadi satu kali dan tak hanya di tangga sekolah yang ku lewati.Berharap pula tak hanya sekedar menyapa tapi bisa ngobrol dan berdiskusi berkaitan dengan sekolah. “Cinta datang karena terbiasa” , berharap kalimat itu benar adanya.
Namun, apapun yang terjadi walau kadang kenyataan tak selalu seperti apa yang kita khayalkan, masih banyak mimpi lain yang masih harus ku kejar, cita-cita dan masa depanku. Dia…masih tetap jadi pria impianku.

Jakarta, 15 Desember 2015

SM

814 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!