1

DARI SEDIKIT JADI RAME,.. (+2)

yenny fitria December 10, 2015

Ketika kita mendengar kata “membaca” yang terlintas di benak sebagian orang membaca merupakan hal yang membosankan karena menyita waktu,tenaga,dan pikiran.ada pula yang berasumsi membaca adalah kegiatan yang tidak bermanfaat karena tidak menghasilkan materi..padahal apabila kita berpikir positif bahwa membaca adalah hal yang menyenangkan dan banyak manfaatnya Mengapa demikian ??? karena dengan membaca kita mendapatkan informasi,menambah wawasan atau pengetahuan,dan juga meningkatkan kecerdasan. Hanya dengan melihat dan memahami isi bacaan, baik buku cerita, pengetahuan maupun pelajaran membaca bisa menjadi kegiatan yang sederhana dan memiliki keuntungan tersendiri.

 

  1. Membaca

Membaca merupakan salah satu metode yang kerap dilakukan oleh manusia untuk dapat meningkatkan kecerdasan, mengakses informasi dan juga memperdalam pengetahuan dalam diri seseorang. Dengan memahami dan mengerti isi dari sebuah bacaan, seseorang akan mendapatkan banyak keuntungan untuk memperluas cakrawala berpikir dengan sedikit usaha dan modal yang relatif sedikit. Kegiatan ini sering kali dihubungkan dengan faktor-faktor kesuksesan seseorang dalam berpikir dan bertindak karena pada umumnya mereka yang gemar membaca dapat bertindak lebih sistematis dan berpikir secara kritis dalam menyikapi permasalahan yang dihadapi. Dari hal tersebut, Membaca perlu ditekankan kepada setiap individu sejak dini. Karena, informasi yang paling mudah untuk kita peroleh adalah melalui bacaan, baik koran, majalah tabloid, buku-buku, dan lain lain.

  1. Manfaat membaca

Beberapa manfaat membaca adalah, memperluas wawasan, mempertajam gagasan, meningkatkan kreatifitas seseorang. Bahkan Dr. Aidh bin Abdullah al-Qarni, dalam bukunya, “La Tahzan” mengungkapkan tentang banyaknya manfaat membaca, yaitu di antaranya sebagai berikut:

  1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
  2. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.
  3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
  4. Dengan sering membaca, orang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
  5. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
  6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
  7. Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain: kearifan orang bijaksana dan pemahaman para sarjana.
  8. Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.
  9. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.
  10. Dengan sering membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).
  1. Minat Baca yang Rendah

Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk meningkatkan budaya baca tidaklah mudah, banyak faktor-faktor penghambatnya. Mengapa minat baca di Indonesia rendah? Pertama, proses pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak/siswa harus membaca, atau mencari informasi/pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan, Kedua, banyaknya jenis hiburan, permainan (games) dan tayangan televisi yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku. Ketiga, banyak tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi, tempat karoke, night club, mall, supermarket dan lain-lain. Keempat, budaya baca memang belum diwariskan secara maksimal oleh nenek moyang. Kita terbiasa mendengar dan belajar dari berbagai dongeng, kisah, adat istiadat secara verbal disampaikan orang tua, tokoh masyarakat penguasa zaman dulu, anak-anak mendengarkan dongeng secara lisan, dimana tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis, jadi mereka tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui bacaan, dan Kelima, sarana untuk memperoleh bacaan, seperti perpustakaan atau taman bacaan, masih merupakan barang aneh dan langka.

  1. Mencoba menerapkan

Tidak mudah memang menerapkan suka membaca,.. hal ini bisa dipengaruhi oleh berbagai hal yaitu; dengan tidak dibiasakanya membaca dirumah. Para orang tua, kurang memerhatikan masalah ini, dengan tidak dibiasakan mencintai buku. Orang tua terbiasa dengan memberikan uang saku yang biasa disebut “uang jajan” anak tidak terbiasa menyisihkan uangnya untuk membeli yang lain selain makanan atau mainan. Misalnya, untuk menyewa atau membeli buku.

Dalam hal ini, penerapan minat baca anak bisa dimulai dirumah. Orang tua sebagai pihak terdekat dengan anak bisa mulai membiasakan minat baca sedari kecil. Contoh, dengan membelikan buku bacaan atau dengan membacakan dongeng sebagai pengantar tidur pun dapat menimbulkan minat baca anak terhadap suatu bacaan. Selain itu perhatian orang tua dalam memperhatikan anak agar minat untuk membaca atau dengan mau aja dulu memegang buku baik bacaan ataupun berupa gambar itu sudah mulai menumbuhkan minat anak kepada buku.

 

Suatu hari, guru menugaskan siswa untuk membawa buku tentang apa saja kesekolah, sebagai bahan bacaan saat senggang, baik diwaktu istirahat ataupun disela-sela pelajaran. Pada awalnya, siswa yg membawa buku sedikit, yang minat untuk membaca buku pun sedikit. Buku yang dibaca saling bertukaran antar siswa dikelas. Tetapi, Lebih banyak siswa lainnya memilih untuk bermain dan “jajan”.

Tetapi, tidak bosan-bosannya guru mengingatkan; “baca donk bukunya, kan sayang, sudah dibawa tapi di anggurin.” Beberapa anak cuek dan hanya senyam senyum. Semakin diperhatikan teman lainnya yang rajin membaca pun mulai mengajak teman lainnya, “eh, rame tau buku cerita yang ini, baca deh,.. seru!!” dari hal ini siswa yang malas membaca pun mulai mau melirik pojokan kelas tersebut. Dengan demikian,  lama kelamaan siswa yang membawa buku pun semakin bertambah dan semakin bervariasi jenis bukunya.

Saya pun sebagai walikelas V di SDN. Karawang Kulon III pun merasa senang akan anthusias siswa dengan semangat mereka membawa buku dan memutuskan untuk menyimpan buku tersebut di kelas sebagai bahan bacaan.

 

 

 

 

1,479 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar