4

Pesan Tahun Baru Islam: Sebelum Koruptor di-Hijrah-kan (+3)

M. Rasyid Nur November 5, 2013

NILAI-nilai spaktakuler dalam sejarah Tahun Hijriyahah adalah ketika suatu saat Muhammad sedang terancam nyawanya oleh ‘saudara’ kafir-qureisy Mekkah. Saudara tak seimannya ini merasa lebih dulu terancam keimanannya oleh ajaran baru yang disebarkan Muhammad dan oleh karena itu sang penyampai ajaran ini ‘wajib’ dihabisi. Kata damai sudah nyata ditolak Muhammad. Maka Muhammad wajib dibunuh.

Malam itu para algojo yang akan menghabisi sang Rasul sudah membuat dan mengatur strategi. Bocoran Muhammad akan mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya sudah sampai ke telinga para musuh. Muhammad tidak boleh lolos. Itu kata putus yang sudah bulat. Sebaliknya Muhammad yang sudah tahu kalau dia akan dikepung juga membuat strategi. Muhammad sangat yakin akan mendapat perlindungan dari Allah. Malam itu dia minta sahabat mudanya, Ali untuk tidur di tempat tidurnya sebagai siasat menipu musuh. Dia suruh Ali memakai mantel hijaunya. Sementara dia pergi untuk memulai perjalanan mengungsi itu.

Drama Ali menggantikan tempat tidur nabi yang sempat diintip para kafir qureisy itu adalah salah bukti keteguhan iman Ali yang juga bernilai spaktakuler. Begitu pula ketika Muhammad berhasil lolos keluar dari rencana kepungan musuh untuk bersembunyi di Goa Tsur yang dalam sejarah dijelaskan betapa mencekamnya Abubakar ketika menemani nabi. Tidak hanya goa itu gelap-gulita tapi di dalam goa juga ada binatang berbisa yang mengancam mereka berdua. Tapi Muhammad berhasil menenangkan hati dan perasaan Abubakar. “Jangan khawatir dan jangan takut. Allah ada bersama kita,” bisik Nabi meyakinkan. Dan sejarah mencatat, hijrah (migrasi) yang maha berat itu sukses. Ajaran Muhammad justeru kian berkembang.

Sesungguhnya begitu banyak nilai-nilai pendidikan dan perjuangan yang terselip dalam peristiwa hijrah lebih dari 1400 tahun lalu itu. Namun inti dari semua itu adalah pemahaman hijrah sebagai satu proses perpindahan dari satu keadaan yang tidak diinginkan kepada keadaan lain yang menjadi tujuan. Nabi dan pengikutnya harus berpindah dari Mekkah –tanah tumpah darah– ke Madinah adalah dalam usaha mempertahankan akidah yang terancam oleh musuh-musuh mereka. Perpindahan dari Mekkah yang tidak kondusif ke tempat lain yang mungkin lebih baik demi perubahan akidah-akhlak itulah inti hijrah yang sebenarnya.

Dalam keadaan saat ini, usaha berpindah dari situasi bergelimang dosa karena pelanggaran hukum kepada keadaan yang sesuai dengan ketentuan hukum, itulah hijrah yang perlu diaplikasikan oleh kita. Setiap kita mungkin menyimpan dan melakukan dosa. Menyebut salah satu pelanggran hukum oleh para koruptor, misalnya, maka andai saja para koruptor itu segera berubah sikap untuk tidak meneruskan pelanggaran hukumnya maka itu berarti para koruptor itu mampu memetik nilai-nilai hijrah yang spaktakuler itu.

Sudah seharusnya mereka segera berpikir ulang untuk terus melakukan kejahatan korupsi. Tidakkah lebih baik saatnya untuk berhenti melakukan korupsi? Tidak perlu ketakutan karena puluhan bahkan ratusan koruptor sudah diproses dan sudah pula masuk penjara oleh KPK. Lebih baik segera saja menghijrahkan diri masing-masing sebelum dihijrahkan oleh aparat hukum dari rumah gedung nan mewah ke balik jeruji yang sempit. Inilah kesadaran mulia yang perlu dilakukan sebagai pendidikan utama dari Tahun Hijriyah yang setiap tahun datang. Sementara bagi setiap kita yang tentu tidak terlepas dari dosa, maka meninggalkan perbuatan dosa untuk menuju ke jalan lurus itu, itulah cara terbaik kita untuk memperingati dan mengamalkan pesan-pesan di Tahun Baru Islam ini. Selamat Tahun Baru Hijriyah, para sahabat Guraru!***
Tulisan yang sama di: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/11/05/pesan-tahun-baru-islam-sebelum-koruptor-di-hijrah-kan-605488.html

1,332 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

M. Rasyid Nur

Menjadi guru (honorer) sejak tahun 1980, ketika masih mahasiswa. Selanjutnya menjadi PNS (aktif) sejak 1985 dengan SK TMT 01.03.1984 dan terus menjadi guru hingga sekarang. Insyaallah akan purna bakti pada 11.04.2017. Obsesi, "Berharap kehebatan murid melebihi kehebatan gurunya."

View all posts by M. Rasyid Nur →

Comments (4)

  1. Terima kasih sharingnya pak Rasyid. Insya Allah seluruh umat Islam pada awal tahun baru ini dapat segera merenungi perbuatannya dan segera berhijrah. Selamat Tahun Baru Islam 1435 H. Marilah selau meningkatkan diri untuk selalu berbuat kebaikan. Salam perjuangan.

  2. Maaf pak Rasyid, tadi malam agak lelah, lupa memberi vote. Insya Allah setelah sholat shubuh ini semua umat Islam dan yang lain dapat berbuat lebih baik lagi dan telah direncanakan dengan matang, sehingga dapat memperoleh nilai tambah yang optimal. Sehat rohani dan jasmani untuk memulai perjuangan hari ini. Selamat beraktivits, salam sukses selalu.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar