Artikel Pilihan

Tampilan Baru untuk Website Guraru

Guraru, tak terasa website Guru Era Baru (Guraru) hampir menginjak…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Cara Mudah Membuat Aplikasi Android Sendiri

Menjadi tiga besar artikel pilihan di bulan Juni 2014 memotivasi…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Pengumuman Pemenang Artikel Pilihan 3 Besar di Bulan Juni 2014

Assalamualikum Wr. Wb. Selamat siang guraruers, semoga sehat selalu dan…

Selengkapnya

Lain-lain
Home > Lain-lain […] Teknologi > Peran Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa

Peran Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa (+2)

Penulis: Arjuna_Putra
Kategori: Lain-lain […] Teknologi

Hukuman bukan solusi terbaik untuk mangatasi kesulitan belajar siswa.Oleh karena itu, diperlukannya pendidik yang dapat menjadi mediator dan fasilitator. Menurut hasil penelitian dari Aspy dan Roebuck (1975) yang beracuan pada pendapat Rogers tentang guru yang fasilitatif, Aspy dan Roebuck menyatakan bahwa guru yang fasilitatif adalah :

  • Merespon perasaan siswa
  • Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang
  • Berdialog dan berdiskusi dengan siswa
  • Menghargai siswa
  • Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan
  • Menyesuaikan isi kerangka berpikir siswa (penjelasan Untuk memantapkan kebutuhan segera dari siswa)
  • Tersenyum pada siswa

Dari penelitian tersebut diketahui guru yang fasilitatif mengurangi angka bolos siswa, meningkatkan angka konsep diri siswa, meningkatkan upaya untuk meraih prestasi akademik termasuk pelajaran bahasa dan matematika yang kurang disukai, mengurangi tingkat problem yang berkaitan dengan disiplin.

Dalam mengatasi kesulitan belajar siswa, guru harus jeli dalam mengidentifikasi atau mendiagnosa jenis kesulitan belajar masing-masing individu siswa, Menurut Warkitri dkk (1990), ada beberapa permasalahan belajar yaitu :

  • Kekacauan Belajar (Learning Disorder) yaitu suatu keadaan dimana proses belajar anak terganggu karena timbulnya respon yang bertentangan. Potensi dasar anak tidak diragukan tetapi belajar anak terhambat oleh reaksi-reaksi yang bertentangan, sehingga anak tidak dapat menguasai bahan yang dipelajari dengan baik. Contoh : siswa yang sudah terbiasa dengan olah raga keras seperti karate, tinju dan sejenisnya, mungkin akan mengalami kesulitan dalam belajar menari yang menuntut gerakan lemah-gemulai.
  • Ketidakmamuan Belajar (Learning Disability) yaitu ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar, sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya.
  • Learning Disfunction merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental, gangguan alat dria, atau gangguan psikologis lainnya. Contoh : siswa yang yang memiliki postur tubuh yang tinggi atletis dan sangat cocok menjadi atlet bola volley, namun karena tidak pernah dilatih bermain bola volley, maka dia tidak dapat menguasai permainan volley dengan baik.
  • Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. Contoh : siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ = 130 – 140), namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau malah sangat rendah.
  • Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama.
     

Menurut Fontana (1981) ada dua faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa antara lain :

  • Faktor Internal ( dari dalam diri ) yaitu Kemampuan intelektual, afeksi seperti perasaan dan percaya diri, motivasi, kematangan untuk belajar, usia, jenis kelamin, kebiasaan belajar, kemampuan mengingat, dan kemampuan penginderaan seperti melihat, mendengarkan dan merasakan.
  • Faktor Eksternal ( dari luar ) yaitu faktor-faktor yang berkaitan dengan kondisi proses pembelajaran seperti guru, kualitas pembelajaran, instrument atau fasilitas pembelajaran baik berupa Hardware maupun Software serta lingkungan, baik lingkungan sosial dan alam.

Carl Rogers dalam bukunya Freedom To Learn menyatakan prinsip-prinsip dasar Humanistik yang berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki siswa dengan apa yang mereka pelajari di sekolah yaitu ;

Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya
Belajar yang signifikan terjadi bila materi pelajaran dirasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud-maksud sendiri
Belajar menyangkut perubahan di dalam presepsi mengenai dirinya sendiri dianggap mengancam dan cenderung ditolaknya.

Bukan hanya itu, faktor eksternal pun sangat berpengaruh dalam kesulitan belajar siswa. Dalam film tersebut dapat kita lihat bahwa faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi anak tersebut kesulitan belajar adalah Guru dan Lingkungan sosial, guru sudah terlebih dahulu memberikan label idiot atau bodoh pada anak tersebut, begitu juga lingkungan sosialnya seperti teman-teman sepermainan dan keluarga.

Menurut penemuan Jack Canfield (dalam DePorter, 1990) menunjukan bahwa orang tua atau guru yang lebih tertarik memperhatikan kekurangan-kekurangan anak dan cenderung mengabaikan kelebihan atau perilaku positif anak akan mengakibatkan anak kurang mengenal, menghargai maupun mengembangkan sikap dan perilaku yang positif, serta cenderung lebih peka dalam sikap dan perilaku negatif.

Salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan belajar siswa adalah dengan Pengajaran Remidial, menurut Warkiti dkk (1990) Tujuan dari Pengajaran Remidial adalah membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar agar mencapai prestasi yang diharapkan melalui proses penyembuhan dalam aspek kepribadian atau dalam proses belajar mengajar.

Adapun metode-metode yang terdapat dalam Pengajaran Remidial, salah satu metode yang digunakan oleh pengajar dalam film tersebut adalah Metode Pengajaran Individual yaitu proses yang hanya melibatkan seorang guru dan seorang peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.

Metode ini sangat intensif karena pelayanan yang diberikan dengan menyesuaikan kesulitan belajar dan kemampuan siswa.Dalam hal ini, guru dituntut memiliki kemampuan membimbing, sabar, telaten, sikap menerima, memahami keadaan peserta didik, bertanggung jawab dan mempunyai wawasan luas yang berkaitan dengan permasalahan belajar peserta didik. Disamping itu guru harus memiliki kemampuan untuk menciptakan suasana hubungan yang baik dengan paserta didik dalam proses pembelajaran remedial(sugihartono : 2007 : 181).

1,157 total views, 4 views today



Harap login untuk Vote UP postingan ini.


  1. Avatar of Botaksakti

    Bagaimana dengan pemahaman konsep remedial di kalangan pendidik kita?

    Botaksakti Komentar pada May 31, 2012 1:21 pm

  2. Avatar of Arjuna_Putra

    coba bpk nonton film india Tare Zamen Par… itu film pendidikan pak…

    Arjuna_Putra Komentar pada May 31, 2012 5:43 pm

  3. Avatar of Pengelola Guraru

    Dengan memetakan kemampuan dan karakteristik setiap murid, tentunya akan lebih mudah bagi guru untuk membantu murid yang mengalami kesulitan belajar :)

    Pengelola Guraru Komentar pada May 31, 2012 11:01 pm

You must be logged in to post a comment.

Panduan

Mari bergabung dengan Guru Era Baru! Baca panduan disini.

Panduan Bergabung

Klik Disini
Dr. Acer

Punya pertanyaan seputar komputer dan produk Acer lainnya?

Tanya Dr. Acer

Submit