1

Peran Vital Guru dalam Mengatasi Permasalahan Plagiarisme di Era Digital Citizenship (+1)

Adi Sakti Jrs May 31, 2017
Paperwork

Sumber: www.mercy.edu

 

Perkembangan teknologi informasi telah membawa peradaban dunia memasuki era globalisasi. Hal tersebut membawa begitu banyak perubahan yang terjadi di hampir seluruh elemen kehidupan masyarakat, tidak terkecuali dunia pendidikan. Perkembangan yang terjadi dalam dunia pendidikan menuntut seluruh elemen yang berperan didalamnya ikut beradaptasi. Pada dasarnya menurut Charles Darwin, pencetus teori evolusi yang terkenal, mengemukakan bahwa semua mahluk hidup secara alami telah memiliki kemampuan untuk beradaptasi. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya, mahluk hidup harus terus meningkatkan kemampuannya dalam mengukuti perkembangan yang terjadi agar dapat beradaptasi. Dalam dunia pendidikan guru memiliki peranan yang begitu vital. Guru dituntut untuk terus belajar dan mengembangkan diri agar dapat selaras dengan perkembangan zaman. Dalam hal ini kemampuan guru dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi harus diperhatikan. Pasalnya, munculnya generasi Millennial yang menggandrungi teknologi telah tiba. Hal tersebut menjadi alasan utama agar guru terus mengembangkan diri dan beradaptasi.

Perkembangan teknologi informasi telah menghilangkan batas-batas teritorial hingga ke seluruh penjuru dunia. Pada dekade ini pertukaran informasi berupa teks, gambar, suara, dan video dapat dilakukan dengan begitu cepat dan dapat dilakukan secara real-time. Hal tersebut memberikan banyak manfaat, terutama bagi dunia pendidikan. Kemudahan memperoleh informasi dari berbagai sumber dan media seperti buku elektronik, artikel, dan jurnal dapat menyumbang peran penting dalam mengembangkan kompetensi civitas akademika. Tidak hanya itu, perkembangan yang pesat memberikan berbagai opsi dalam kegiatan pembelajaran yang inovatif. Kini pembelajaran dapat dilakukan tanpa harus melakukan tatap muka langsung didalam suatu kelas. Google Classroom adalah merupakan contoh dari kelas online tersebut. Selain itu inovasi ujian online juga telah diterapkan didalam sistem pendidikan di Indonesia, seperti UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) yang memberikan kemudahan bagi peserta ujian, keamanan naskah soal yang lebih terjamin, dan dapat menurunkan tingkat kecurangan dari para peserta. Dalam kegiatan belajar mengajar tenaga pendidik sering memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang mendukung kegiatan paperless, yaitu dengan membatasi penggunaan kertas dalam pembelajaran dengan memanfaatkan software slide presentasi untuk menyampaikan materi dan pergeseran dari paper-based ke computer-based yaitu tugas yang dikumpulkan dalam bentuk softfile atau file non cetak.

Disisi lain, perkembangan teknologi informasi juga membawa dampak yang cukup serius. Di dalam dunia pendidikan, tentu sudah tidak asing dengan istilah plagiarisme. Menurut kamus American Heritage, istilah plagiarisme diartikan sebagai “The unauthorized use of another author and the representation of them as one’s own original work”, yang artinya, “Yang tergolong plagiarisme bukan hanya jiplakan karya orang lain kata per kata, tetapi imitasi yang sangat mirip dengan karya itu”. Masalah plagiarisme tersebut memang jarang diperhatikan oleh tenaga pendidik, terutama guru ditingkat Sekolah Menengah. Tetapi kebiasaan buruk tersebut dapat menyebabkan permasalahan yang serius dimasa depan. Dalam praktiknya banyak guru yang sering memberikan tugas siswa didiknya berupa laporan praktikum, makalah, dan karya tulis lain yang berhubungan dengan mata pelajaran yang diampu, namun tidak sedikit dari guru yang acuh terhadap keotentikan tugas-tugas yang dibuat oleh siswa didiknya. Guru yang tidak begitu paham dengan perkembangan teknologi informasi tentu akan dengan mudah memberikan nilai yang baik pada hasil pekerjaan siswanya yang dinilai baik tanpa melihat keaslian tugas yang dibuat.

Kecendurungan siswa generasi Millennial yang menginginkan hasil instan dalam berbagai hal mendorong mereka untuk melakukan tindakan palgiarisme. Kecenderungan tersebut berdampak pada perilaku mereka dalam menyelesaikan suatu tugas, mereka cenderung untuk menyalin sebagian besar artikel baik dari buku elektronik hingga dari situs-situs web yang tidak memiliki sumber yang jelas dengan alasan agar tugas mereka segera terselesaikan. Hal tersebut dapat menimbulkan efek serius jika tidak dicegah sejak awal. Peran guru dalam kasus ini begitu penting untuk terus mendidik siswa didiknya. Tetapi ironisnya, banyak guru yang acuh terhadap permasalahan tersebut dan terus membiarkan kegiatan plagiarisme terjadi. Padahal di Indonesia, telah diberlakukan UU No. 19 tahun 2002 dan UU No. 28 tahun 2014 yang mengatur tentang hak cipta dan sanksi bagi pelaku plagiarisme. Pada dasarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan tenaga pendidik membiarkan tindakan pelanggaran hak kekayaan intelektual tersebut terjadi, salah satunya adalah kurangnya keterampilan guru dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mengatasi plagiarisme.

palgiarisme

Plagiarism Checker. Doc. Pribadi

Pada dasarnya telah banyak fasilitas yang dapat digunakan guru untuk mengetahui keaslian tugas-tugas karya tulis siswa didiknya. Salah satu yang paling sederhana yaitu dengan melakukan pengecekan keaslian karya dengan mesin anti-palgiarism berbasis web seperti Plagiarism Checker yang dikembangkan oleh pengelola situs smallseotools.com. Cara kerja mesin tersebut yaitu dengan mencocokan struktur kata (structure recognition) tugas karya tulis yang diinputkan kedalam sistem. Sistem kemudian akan secara otomatis melakukan kalkulasi tingkat kesamaan kalimat dan struktur kata dengan basis data dari seluruh website atau informasi yang tersebar di internet. Setelah itu didapat hasil perhitungan yang menyatakan tingkat keaslian dari karya atau tugas tersebut.

pal

Contoh penggunaan yang menunjukkan suatu tulisan 100% plagiarism. Doc. Pribadi

Dengan melakukan peran yang sederhana tersebut, guru dapat melakukan pencegahan tumbuhnya mental plagiat pada siswa didiknya, sehingga dengan begitu para siswa akan berusaha dengan jujur dalam membuat tugas-tugas mereka. Dan secara langsung guru dapat melakukan perannya sebagai tenaga pendidik yang sadar dan paham teknologi untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran pada siswa didiknya dalam bekerja sebagai upaya mewujudkan era digital citizenship.

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

 

1,252 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!