4

PERAN TEKNOLOGI MEDIA-MULTIMEDIA VIDEO PENDIDIKAN UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN YANG AKTIF, KREATIF, EFEKTIF, INOVATIF, SERTA MENYENANGKAN (+2)

andi ardiansyah May 30, 2017

Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium, yang secara harfiahnya berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara pesan atau pengirim pesan ke penerima, (Sadiman, dkk : 2002). Sadiman, dkk. (2002) mengungkapkan beberapa pendapat tentang batasan media dari beberapa lembaga dan ahli; 1) Association for Education and Communication Technology (AECT), mengartikan media sebagai segala bentuk yang digunakan untuk proses penyaluran informasi; 2) National Education Association (NEA) mengartikan media sebagai segala bentuk yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang digunakan. (Nurhayati, Wellang. 2004); 3); Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah segala bentuk komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar; 4) Brigs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat; menyajikan pesan dan merangsang siswa untuk belajar. Sudiman, dkk. (2002) sendiri mengemukaan pendapatnya bahwa: Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi.

Dari beberapa pendapat tentang pengertian media di atas, penulis memahami media-multimedia video pendidikan sebagai sarana komunikasi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, inovatif, serta meneyenangkan dalam proses belajar-mengajar yang berkesan dibandingkan dengan proses belajar-mengajar konvensional tanpa media dengan metode pembelajaran ceramah yang membosankan. Dengan media, tenaga pengajar dapat menyampaikan ide atau gagasan kepada peserta didik atau siswa, dengan media siswa dapat dimotivasi untuk mengikuti atau memperhatikan materi yang disampaikan oleh gurunya, dengan media siswa dapat cepat diarahkan untuk memahami realitas materi yang dipaparkan oleh gurunya, dan dengan media siswa juga dapat mengadakan pembelajaran mandiri.

Secara umum media-multimedia video pendidikan mempunyai kegunaan sebagai berikut: 1). Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalitas (dalam bentuk kata-kata atau tulisan belaka); 2). Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti : obyek yang terlalu besar dapat dibantu dengan gambar, film bingkai, film atau model ; obyek yang terlalu kecil dapat dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar, gerak yang terlalu lambat dapat dibantu dengan time-lapse atau high-speed photography, kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lalu dapat ditampilkan lewat rekaman film, video, film bingkai, foto, maupun secara verbal; materi dengan obyek yang terlalu kompleks atau imajinatif dan susah disaksikan langsung dikelas (misalnya proses terbentuknya batuan beku dari magma cair pijar yang bergerak dari dalam perut bumi menuju kepermukaan bumi yang kemudian mengalami proses pendinginan dan akhirnya membeku) dapat disajikan lewat model, animasi bentuk dalam video, konsep yang terlalu luas (misalnya gunung api, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat disajikan dengan video, film bingkai, gambar, dan lain-lain; 3). Dengan menggunakan media-multimedia video pendidikan, secara cepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media-multimedia film pendidikan dapat berguna untuk : Menimbulkan kegairahan belajar; memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan; memungkinkan anak didik belajara sendiri-sendiri menurut kemampuan minatnya; 4). Dengan sifat unik pada setiap siswa, ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana semua itu harus diatasi sendiri. Apalagi jika latar belakang lingkungan guru dan siswa juga berbeda, maka masalah ini dapat diatasi dengan media-mutimedia video pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam: perangsang yang sama; mempersamakan pengalaman; menimbulkan persepsi yang relatif sama. Diperjelas lagi oleh Sudiman, dkk. (2002), ada enam nilai-nilai praktis yang biasa didapatkan pada media-multimedia film pendidikan pembelajara antara lain : 1) Membuat konsep abstrak menjadi kongkrit; 2) Dapat melampaui batas indra, ruang dan waktu; 3) Dapat diamati secara seragam atau bersama; 4) Memberi kesempatan pengguna untuk megontrol dirinya kecepatan atau kelambanan dalam belajarnya; 5) membangkitkan keingin tahuan dan motivasi belajar; 6) Dapat memberikan pengalaman belajar dari yang abstrak sampai yang kongkrit.

Beberapa pertanyaan yang harus dipertimbangkan dalam mengembangkang media-multimedia video pendidikan: 1). Mengapa ingin program media tersebut?; 2). Apakah program media itu akan membantu pekerjaan kita dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan?; 3). Untuk siapa program media tersebut? (anak sekolah, mahasiswa, atau masyarakat umum); 4). Bagaimana karakteristik sasaran yang akan menggunakan?; 5). Perubahan tingkahlaku apa yang diharapkan setelah mereka menggunakan program?; 6). Dan apabila mereka tidak menggunakan program media tersebut, apa kerugian mereka?; 7). Apa materi tersebut cocok disajikan dalam bentuk program media tersebut.?

Berikut ini adalah gambaran tentang syarat media yang baik untuk digunakan dalam proses belajar mengajar menurut Sudiman, dkk. (2002): 1). Syarat Visible (mudah dilihat) ; artinya media harus mudah dilihat dengan mata kepala tanpa harus menggunkan alat Bantu indera. Tulisan harus jelas, gambar harus tegas, dan tidak memberikan efek bias; 2). Interesnting (menarik); artinya media yang disajikan adalah media yang memiliki daya tarik tersendiri, dengan warna yang menarik, penampilan yang bersih, tata letak yang artistik namun menggambarkan kenampakan yang sebenarnya; 3). Simple (sederhana); artinya media harus sederhana, tidak disajikan secara panjang lebar, menekankan pada inti materi yang akan disampaikan sehingga tidak membosankan; 4). Useful (bermafaat); sebuah media harus tegas mamfaatnya; 5). Accurate (benar); artinya media harus menggambarkan kenyataan atau fakta yang sebenarnya, sehingga siswa dapat diarahkan pada situasi yang riil dan bukan dongengan; 6). Legitimate (sah, masuk akal); media harus realistis dan harus teruji keabsahannya; 7). Structure (terstruktur); media harus terstruktur, tidak semberaut sehingga materi yang disampaikanpun dapat ditangkap oleh siswa secara terstruktur pula.

Tips untuk mengembangkan media yang baik. Berikut ini beberapa tips yang disarankan oleh Kenthut, (2004): 1). Harus menguasai bidang yang akan diajarkan; 2). Harus menguasai media pembelajaran; 3). Mampu menterjemahkan materi pelajaran kedalam bentuk (teks, audio dan visual); 4). Terbuka dalam menerima masukan-masukan; 5). Mau melihat hasil karya orang lain dan menggali sumber lain guna peningkatan diri; 6). Mau dikritik untuk perbaikan berikutnya.

KESIMPULAN
Beberapa keunggulan nyata media-multimedia video pendidikan untuk pembelajaran: a. Merupakan suatu dominator belajar yang umum. Baik peserta yang cerdas maupun yang lamban akan memperoleh sesuatu dari video yang sama. Keterampilan membaca atau penguasaan bahasa yang kurang bisa diatasi dengan menggunakan video; b. video sangat bagus untuk menerangkan suatu proses. Gerakan-gerakan lambat dan pengulangan-pengulangan akan memperjelas uraian dan ilustrasi; c. video dapat menampilkan kembali masa lalu dan menyajikan kembali kejadian-kejadian sejarah yang lampau; d. video dapat mengembara dengan lincahnya dari sutau negara ke negara yang lain, horizon menjadi amat lebar, dunia luar dapat dibawa masuk kelas; e. video dapat menyajikan baik teori maupun praktik dari yang bersifat umum ke khusus atau sebaliknya; f. video dapat mendatangkan seorang ahli dan memeperdengarkan suranya dikelas; g. video dapat menggunakan teknik-teknik seperti warna, gerak lambat, animasi dan sebagainya untuk menampilkan butir-butir tertentu; h. video memikat perhatian setiap orang; i. video lebih realistis, dapat diulang-ulang, dihentikan dan sebagainya, sesuai dengan kebutuhan. Hal-hal yang abstrak menjadi jelas; j. video bisa mengatasi keterbatasan daya indera kita (penglihatan); k. video dapat memotifasi atau merangsang kegiatan para peserta didik.

Berikut beberapa contoh media-multimedia video pembelajaran yang bisa menunjang Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Menyenangkan (PAIKEM), serta banyak sumber-sumber video pembelajaran lainnya yang dengan mudah bisa ditontong atau diunduh melalui internet.

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

 Untitled-3Untitled-2Untitled-1

931 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar