2

Peran Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika (Bahan Ajar PKn Kelas VI) (+1)

Usep Saefuddin March 20, 2016

KAA adalah pertemuan antara negara-negara benua Asia dan benua Afrika. KAA diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, tanggal 18 s.d 24 April 1955. Sebelum diadakan KAA terlebih dahulu mengadakan beberapa pertemuan, antara lain:

Konferensi Colombo

Tempat pertemuan : Colombo (Ibukota Srilanka)

Waktu pertemuan  : 28 April – 2 Mei 1954

5 pemimpin Asia yang hadir, antara lain:

  1. Pandit Jawaharlal Nehru (PM India)
  2. Sir John Kotelawala (PM Srilanka)
  3. Moh. Ali Jinnah (PM Pakistan)
  4. U Nu ( PM Burma / Myanmar)
  5. Ali Sastroamidjojo (PM Indonesia)

Hasil kesepakatan Konferensi Colombo, antara lain:

  1. Untuk menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika dalam waktu dekat
  2. Ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah

Pertemuan Persiapan KAA

Tempat pertemuan : Bogor

Waktu pertemuan  : 28 – 31 Desember 1954

Peserta pertemuan : Delegasi yang hadir pada Konferensi Colombo

Hasil pertemuan     :

Waktu dan tempat pelaksanaan KAA disepakati bersama

Penyelenggaraan KAA

Waktu pelaksanaan          : 18 s.d 24 April 1955

Tempat pelaksanaan         : Bandung (Indonesia)

Peserta yang hadir           : Negara Asia dan Afrika

23 Negara Asia

  1. Indonesia
  2. India
  3. Burma / Myanmar
  4. Pakistan
  5. Srilanka
  6. Cina
  7. Jepang
  8. Vietnam Utara
  9. Vietnam Selatan
  10. Laos
  11. Kamboja
  12. Thailand
  13. Filipina
  14. Nepal
  15. Afghanistan
  16. Lebanon
  17. Iran
  18. Irak
  19. Yordania
  20. Turki
  21. Syiria
  22. Saudi Arabia
  23. Yaman

6 Negara Afrika

  1. Mesir
  2. Ethiopia
  3. Libya
  4. Sudan
  5. Liberia
  6. Pantai Emas (Ghana)

KAAGambar 1 Konferensi Asia Afrika 1955

http://mirajnews.com/id/wp-content/uploads/sites/3/2015/04/kaa-1955-indo.wsj_.jpg

Hasil Konferensi              : Dasasila Bandung

Isi Dasasila Bandung

  1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat dalam Piagam PBB.
  2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.
  3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa besar maupun kecil.
  4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan persoalan dalam negeri negara lain.
  5. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian atau kolektif, sesuai dengan Piagam PBB.
  6. Tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukan tekanan terhadap negara lain.
  7. Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman-ancaman agresi terhadap keutuhan wilayah dan kemerdekaan negara lain.
  8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, sesuai dengan Piagam PBB.
  9. Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama.
  10. Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.

Referensi:

Murwanti, dan Yuwono, Teguh. (2009). Pendidikan Kewarganegaraan 6: Untuk Sekolah Dasar Kelas VI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Widihastuti, S dan Rahayuningsih, F. (2008). Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI Kelas VI. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

 

1,326 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!