7

Pengalaman pertama mengajar di SMA (+4)

Bu Etna @gurutematik June 14, 2013

Ketika pertama kali mengajar di SMAN 3 Surabaya, umurku sekitar 21 tahun dan ditugasi berlatih mengajar di kelas 2 IPA dan 3 IPA, karena Pak Koesni alm., guru pamongku mengajar di kelas itu.Anak-anak ini umurnya sekitar 17 hingga 19 tahun. Terdapat 2 anak yang berumur 20 tahun, karena pernah tidak naik kelas sewaktu di SMP. Dari badan dan wajah mereka, sebagian lebih besar dariku dan sepertinya lebih tua. Aku sendiri, tinggi 152 cm dan berat badan 37 Kg, hehehe.

Salah satu pengalaman mengajarku adalah ketika harus berdemonstrasi di kelas tentang beberapa reaksi elektrolit. Ketika memasuki kelas, aku membawa seperangkat alat dan bahan di sebuah keranjang plastik. Ketika aku sedang mengecek kehadiran siswa, kepala sekolah masuk dan mengatakan bahwa pak Koesni sakit, belisu yang menggantikan. Waduh aku hanya menganggukkan kepala dan setelah beliau duduk di belakang, jari tanganku bergetar. Bagaimana nanti kalau aku harus mengangkat tabung reaksi dan menuangkan serrta meneteskan larutan ke dalamnya? Ya Allah, tolonglah hamba.

Setelah berdoa dengan singkat, pelajaran kumulai. Aku bertanya jawab dengan siswa tentang prasyarat pengetahuan yang kuhubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Saat itu aku teringat teori Ausubel, Teach them accordingly. So I have to ask them several concepts which related to the daily life context and certainly they have learnt before. Tanganku masih bergetar, karena itu aku sengaja berdiri dekat dengan bangku terdepan agar aku dapat menyembunyikan jari tanganku. Untung sebelum kepala sekolah tiba, aku telah menulis topik dan tujuan pelajaran.

Lama kelamaan aku tak memikirkan getaran jari tanganku, karena aku sibuk bertanya jawab dengan siswa. Tak sadar aku juga mendekati papan dan menulis hal-hal penting. Ketika akan demonstrasi, aku meminta 2 anak untuk menuang dan meneteskan larutan ke dalam tabung reaksi sambil mengangkat tabung tersebut. Hasil reaksi di kelilingkan ke teman-temannya. Secara bergantian kuminta lagi 2 anak mereaksikan zat yang lain. Sementara anak-anak mendemonstrasikan reaksi kimia itu, aku bertanya jawab dan menulis hasil diskusi di papan tulis. Ternyata lancar dan sukses, Alhamdulillah.

Nilai dari kepala sekolah langsung diberikan kepadaku dan konsultasinya saat istirahat. Aku tertegun melihat nilaiku, 90, Alhamdulillah. Ternyata beliau mengatakan bahwa aku hebat, dapat bertanya jawab dengan lancar dan mengikuti teknik bertanya yang benar. Anak-anak aktif sekali. Penggunakan papan tulis baik. Demonstrasi benar bahwa siswa yang melakukan, bukan guru. Suara awalnya tampak dredeg, namun berikutnya cukup lantang. Kalimat jelas dan mudah dimengerti. Alhamdulillah, sedangkan aku menyuruh siswa itu karena jari tanganku bergetar, hehehe.

Keesokan harinya, beliau memanggilku dan aku diminta untuk mengajar di SMA ini, yaitu sekolah yang sama hingga pensiun. Beliau memang sedang memerlukan guru kimia, karena guru satunya, Bpk. Dekky alm. sering sakit dan hampir pensiun. Seminggu setelah itu aku ditugasi untuk mengajar kelas 2 dan 3 berhubung 2 minggu pak Koesni guru pamongku menikah. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Aku merasa beruntung menjadi seorang guru, Insya Allah hingga akhir hayat. Oh ya satu hal belum kuceritakan. Aku beruntung bahwa di saat kepala sekolah menilaiku, kelas yang kemasuki adalah kelas yang tak bermasalah. Soalnya ada 2 kelas bermasalah, karena disitu ada beberapa siswa yang suka bertanya tetapi bersifat menggoda, mengada-ada, sampai aku pernah marah dan lari ke kepala sekolah, terus menangis. Hi hi hi. Di kemudian hari, ketika aku terngat nilaiku itu, aku malu kalau mengajarku jelek. Terbayang lagi wajah beliau, Bpk. Oetomo Tjokrodihardjo. Terima kasih, hingga saat ini Bapak adalah salah satu motivator bagiku. Bagaimana menurut teman-teman?

10,335 total views, 5 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

Avatar of Bu Etna @gurutematik
Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (7)

  1. Avatar of Botaksakti

    mengesankan. Jujur, sepertinya landasan teori selalu(sering) menjadi jalan kekuar dari kesulitan yang ibu temui. Sampai saat ini saya mamsih sering menemui guru yang bahkan tidak mengenal teori-teori pembelajaran. Trims, Bu. Salam hormat!

  2. Avatar of Bu Etna @gurutematik

    Saya juga sangat berterima kasih kepada bapak. Terus terang saya selalu termotivasi oleh bapak. Setiap hari bapak rajin sekali online dan menulis di web ini. Alhamdulillah, Insya Allah saya terus akan selalu berupaya mengikuti jejak bapak, sharing dengan Guraru, give others our experiences and take from others’ ideas too. Bapak, teori itu disusun kan berasal dari penelitian, dan teori itu kita aplikasikan ke dalam kegiatan kita. Apapun yang kita kerjakan tentulah menjadi lebih baik hasilnya kalau selalu memiliki dasar atau fondasi kuat, mengikuti aturan yang telah dibuat, merevisi sesuatu ketika terjadi ketidak sesuaian, begitu kan? Sebenarnya awalnya kita semua menerapkan hasil kuliah, tentulah ada dasarnya. Namun karena sudah terbiasa, maka kita sering tak menghubungkannya lagi dengan teori. Hal itu bukan berarti kita melupakan teori. Karena kebenaran, kebaikan, dan sejenisnya sudah menjadi jati diri. Saat kita menulis untuk sharing, ya tentu saja akan lebih baik kalau tulisan kita itu disertai teori, agar lebih mantap. Puas rasanya kalau apa yang kita lakukan sudah seperti yang diteliti oleh pakar. Hehehe, benar begitu kan pak? Semangat terus ya pak, Insya Allah ku dapat mendampingi Guraru walau hanya secuil pengalaman sederhana ini. Salam perjuangan.

  3. Avatar of Pak Sukani @gurumelekIT

    Maturnuwun bu Etna Rufiati atas shearing pengalaman pertamanya dalam mengajar. Semoga bisa bermanfaat buar Guraru. Jangan berhenti untuk terus mencerdaskan anak bangsa bu. Insyaallah pahala syurga akan kita dapat jika kita melakukannya dengan tulus ikhlas. insyaALLAH. “Guru adalah pekerjaan mulia maka yang melakukannya pun adalah orang-orang mulia”.
    Salam hormat..,

  4. Avatar of Bu Etna @gurutematik

    Amin YRA. Terima kasih Bapak. Iya benar, guru adalah tugas yang amat mulia dan sharing ideas and experiences sungguh menyenangkan. Maaf beberapa hari ini saya tak sanggup meluangkan waktu untuk sharing dengan Guraru, berhubung kepadatan acara, diantaranya menangani Green Life. Setiap hari banyak yang memerlukanku, baik secara langsung maupun tak langsung, melalui sms, email, atau cara lain. Namun hal ini sungguh membahagiakan, Insya Allah kita selalu dapat berbuat yang terbaik dalam hidup ini ya, walau pensiun namun tak kan pernah purna karya maupun tugas guru yang sepanjang masa ini. Mari Bapak, kita dampingi terus Guraru. Salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!