4

Pengalaman Menyenangkan dari Menjadi Seorang Guru (+2)

Bundari May 14, 2015

Membantu sesama adalah kewajiban setiap manusia tentunya didukung dengan manajemen niat dan keikhlasan juga ketika melakukannya. Dengan begitu kita dituntut untuk bijak dalam menyikapinya, sehingga tetap bisa membantu meringankan beban orang lain tanpa mengganggu semua waktu kita.

Sebagai seorang karyawati swasta yang sudah bekerja lebih dari 20 tahun tentunya mempunyai pengalaman dan kemampuan lebih dari sebelumnya, baik dari kemampuan untuk membagi waktu, membagi pengalaman juga manajemen keuangan yang didapatkan dalam membantu mencari nafkah keluarga.

Pada tahun 2007 saya diminta untuk setiap hari libur pabrik/kantor mengajar TIK di sebuah sekolah dasar dekat rumah tinggal, dengan rasa bangga dan bahagia bisa mendapatkan peluang menjadi seorang guru. Dengan latar belakang pendidikan SMA dan Sertifikat dari berbagai Lembaga Pendidikan Komputer yang saya dapat, mulailah saya mengajar di kelas 2 sampai kelas 4. Minggu demi minggu saya lewati dengan sabar dan belajar menjadi seorang pendidik.

Ada pengalaman menarik yang membuat kesal karena seorang murid yang tidak bisa diam di kelas, selalu ramai dan usil, guru bicara sepertinya tidak didengarkan malah berlari-lari mengganggu temannya, sehingga kelas menjadi gaduh. Saya berteriak lebih keras kelas bertambah gaduh karena para murid juga meneriaki siswa tersebut. Pada suatu hari saya bertemu secara tidak sengaja dengan ibu dan seorang adiknya yang asik melihat-lihat gambar ice cream, tanpa pikir panjang box ice cream saya buka dan dengan senyuman saya suruh ambil dua. Ibunya mengucapkan terima kasih dengan bertanya-tanya mungkin, dengan cepat saya perkenalkan diri bahwa saya adalah guru komputer anaknya. Nah, tanpa disuruh langsung salam dan cium tangan dan mulai hari itu tidak bandel lagi, menjadi anak yang rajin dan pendiam.

Dari cerita di atas, pertanyaannya adalah apakah untuk membuat anak diam di kelas harus membelikan makanan? Tentu tidak bukan? Bisa dihitung seberapa banyak murid yang meminta perhatian dari kita seorang guru?

Lama mengajar tidak membuat saya menjadi bijak dalam memperlakukan murid yang hanya bermain-main saja, saya konsultasikan dengan guru senior, alhamdulillah jawabannya selalu membuat bersemangat. Semangat untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, tidak ada kata terlambat bagi saya untuk selalu belajar.

Sikap arif atau bijak dan perilaku lebih baik kerap dikaitkan dengan usia atau lama waktu seseorang menjalani kehidupan ini. Semakin tua seseorang seyogianya semakin bijak dan baik dalam bersikap dan menjalani hidup. Betulkan begitu? Kenyataannya, tidak selalu begitu! Tidak sedikit orang yang usianya bertambah, tetapi sikap dan perilakunya tidak sesuai dengan usianya. Orang semakin arif dan semakin baik adalah tergantung pada kemauan dan kemampuannya dalam melihat dan mengambil pelajaran dari apa yang telah dilakukannya dan memanfaatkan untuk perbaikan hidup selanjutnya.

Guru yang baik adalah guru yang mau belajar dari apa yang telah dilakukannya, guru yang mau melihat dan mengakui kekuatan dan kelemahannya beserta faktor-faktor yang membuat kuat atau lemah dalam mengajar, guru yang mau berdialog dengan dirinya dan mau menerima masukan dari pihak lain, serta guru yang mau mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi dan dilakukan sebelumnya untuk perbaikan di masa mendatang. Bukankan kita harus berprinsip bahwa hari esok harus lebih baik dari hari-hari sebelumnya? Nah itulah pelajaran-pelajaran yang sudah saya terima.

 

 

Penulis:

Sundari/Staf Karyawati BUMN/Staf Pengajar/Mhs. PGSD UT Smtr. 5

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”

1,624 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (4)

  1. paragraf ibu yang ini
    ==============================
    Guru yang baik adalah guru yang mau belajar dari apa yang telah dilakukannya, guru yang mau melihat dan mengakui kekuatan dan kelemahannya beserta faktor-faktor yang membuat kuat atau lemah dalam mengajar, guru yang mau berdialog dengan dirinya dan mau menerima masukan dari pihak lain, serta guru yang mau mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi dan dilakukan sebelumnya untuk perbaikan di masa mendatang. Bukankan kita harus berprinsip bahwa hari esok harus lebih baik dari hari-hari sebelumnya? Nah itulah pelajaran-pelajaran yang sudah saya terima.
    ==============================
    kayakya cocok jika diterapkan di tuisan berikut ini …. beri masukkannya
    http://guraru.org/guru-berbagi/open-lessons-di-pelatihan-the-art-of-teaching/

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar