Artikel Pilihan

Tampilan Baru untuk Website Guraru

Guraru, tak terasa website Guru Era Baru (Guraru) hampir menginjak…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Cara Mudah Membuat Aplikasi Android Sendiri

Menjadi tiga besar artikel pilihan di bulan Juni 2014 memotivasi…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Pengumuman Pemenang Artikel Pilihan 3 Besar di Bulan Juni 2014

Assalamualikum Wr. Wb. Selamat siang guraruers, semoga sehat selalu dan…

Selengkapnya

Lain-lain
Home > Kategori: > Pendidikan Unggah Unduh: Pembelajaran pada Dunia yang Datar (Bagian 3)

Pendidikan Unggah Unduh: Pembelajaran pada Dunia yang Datar (Bagian 3) (+2)

Penulis: bukik setiawan
Kategori:

Dampak trend masa depan terhadap pendidikan

Trend masa depan tersebut perlu diantisipasi oleh para praktisi pendidikan. Mengapa? Pertama, agar anak didik kita lebih siap dalam menjalani kehidupannya di masa depan. Kedua, bila tidak diantisipasi justru akan melahirkan praktek-praktek yang tidak baik dan/atau menyimpang. Semisal, internet diharapkan untuk memperkaya wawasan anak didik tapi kita hanya sekedar menggunakan tanpa antisipasi perkembangan internet yang justru menyuburkan praktek-praktek plagiat. Apa saja dampak trend masa depan itu terhadap dunia pendidikan?

Kreatif penting seperti juga disiplin dan akurasi

Kreativitas mungkin sudah dinilai penting sejak jaman dulu. Tapi percayalah, kreativitas akan menjadi penentu keberhasilan anak didik kita di masa depan. Semua orang bekerja keras, semua orang bekerja cepat. Pemenangnya akan ditentukan oleh siapa yang paling kreatif dalam bekerja, dalam mengolah sumber daya alam.

Anak didik perlu ditantang untuk menghasilkan sebuah karya dan bangga terhadap karya tersebut. Stimulasi untuk menghasilkan beragam jawaban/solusi atas sebuah pertanyaan/jawaban akan mengasah sisi kreativitas siswa. Saya sendiri bila memungkinkan memilih mengajar dengan menggunakan pendekatan project based learning, pembelajaran berdasarkan proyek atau serangkaian aktivitas yang menghasilkan suatu keluaran tertentu. Setiap siswa atau kelompok siswa mengerjakan sebuah proyek yang terkait dengan mata pelajaran. Pendekatan ini memungkinkan kita menilai keberhasilan belajar, selain dari penguasaan materi, juga dari penggunaan materi pelajaran untuk menghasilkan sebuah karya.

Keindahan desain penting seperti juga kedalaman isi

Mengapa suatu makanan bisa bernilai tinggi? Selain kelezatan rasanya, tentu presentasi dari makanan itu yang memikat mata. Bagaimanapun, manusia pertama kali mengenali suatu karya berdasarkan tampilannya terlebih dahulu, baru kemudian mengenal isinya. Terlebih lagi pada masyarakat yang sudah sadar akan selera dan nilai seni sebagaimana masyarakat saat ini. Radio Magno bernilai tinggi bukan karena sekedar bisa berfungsi sebagai radio, tapi karena desainnya yang terkesan mewah, meski hanya terbuat dari kayu.

Dalam pendidikan, kita perlu menyiapkan anak didik bukan hanya memahami materi tapi merancang sebuah karya/presentasi dengan desain yang menarik. Bisa dengan meminta mereka memrpesentasikan sebuah teori dengan menggunakan lagu, puisi atau gambar.

Komunikasi penting seperti juga pemahaman materi

Pemahaman materi itu penting tapi pada dunia yang datar kemampuan komunikasi bisa lebih menentukan. Setiap individu berkomunikasi dengan semua pihak, pemerintah, perusahaan maupun individu lain. Tidak hanya terbatas pada lingkup negara sendiri tapi juga lintas negara. Persaingan yang semakin ketat menuntut kita untuk berkomunikasi dengan cara yang menarik. Cara yang membosankan akan segera ditinggalkan oleh siapapun. Kemampuan berkomunikasi ini juga mencakup kemampuan berbahasa asing. Kemampuan berbahasa asing akan memperluas akses untuk membangun jejaring di dunia yang datar.

Bagaimana mengasah kemampuan berkomunikasi? Cara paling mudah adalah meminta mereka bercerita mengenai pengalaman atau pengetahuan yang tengah dibahas. Bercerita bukan hanya meyakinkan rasionalitas namun juga menggerakkan emosi pendengar. Kemampuan bercerita ini akan menjadi salah satu penentu keberhasilan di tengah hingar bingar dunia yang datar. 

Unggah penting seperti juga unduh

Unduh (download) dan unggah (upload) bukan hanya perkara teknis internet semata. Unduh dan unggah mewakili dua cara pandang dalam pendidikan. Unduh mewakili pandangan bahwa pendidikan adalah transfer pengetahuan dari sumber pada siswa sebagai botol kosong. Sementara, unggah mewakili pandangan bahwa pendidikan berperan dalam menemukenali dan mengembangkan kapasitas anak menjadi nyata.

Unduh mengasumsikan anak itu sifatnya pasif dan tinggal menyerap materi yang sudah tersedia. Unggah mengasumsikan anak itu sifatnya aktif dalam menampilkan potensi dan karya terbaiknya. Unduh mengasumsikan masa depan adalah pengulangan masa lalu sehingga penyerapan pengetahuan lama sudah cukup untuk menghadapi tantangan masa depan. Unggah mengasumsikan masa depan merupakan perpaduan antara unsur lama (masa lalu) dengan unsur baru (belum diketahui) sehingga setiap orang harus berkreasi untuk mengatasi tantangan masa depan. Singkatnya, unduh itu cenderung replikasi. Unggah itu cenderung kreasi.

Sementara dari sisi anak didik, generasi digital tidak puas hanya berlaku sebagai konsumen pengetahuan, mereka bangga bila bisa menjadi produsen pengetahuan, dalam bentuk yang paling sederhana sekalipun. Dalam modus unduh, mereka merasa tertekan dan terbatasi kesempatannya untuk mengekspresikan diri. Akibatnya, mereka berlimpah energi untuk mensiasati modus ini.

Dari sisi pembelajaran, unduh itu membuat anak didik kita menjadi tahu atau mungkin juga paham. Tapi aktivitas unggah memungkinkan anak didik kita untuk melakukan analisis, sintesis, dan berkreasi berdasarkan pengetahuan yang mereka pahami. Aktivitas unggah juga memungkinkan anak didik kita mendapatkan umpan balik dari pihak selain kita sebagai guru. Respon dan komentar pembaca atau mereka yang mengakses karya yang diunggah akan menjadi masukan yang baik bagi anak didik kita untuk lebih mengembangkan diri lagi.

Pembelajaran adalah mencipta solusi-solusi terhadap tantangan baru yang dihadapi. Ketika anak didik menciptakan suatu karya maka dengan sendirinya ia berusaha memahami sebuah pengetahuan, menggabungkan dengan pengetahuan yang lain dan menggunakan gabungan pengetahuan itu untuk menghasilkan sebuah karya.

Dalam prakteknya, pendidikan unggah bukan berarti melarang anak didik untuk mengunduh. Anak didik justru harus mengunduh pengetahuan yang relevan dengan topik dan karya yang akan dihasilkannya. Artinya, tidak hanya unduh lalu digunakan (yang akhirnya jadi penjiplakan) namun unduh untuk diolah lagi menjadi karya yang siap diunggah.

Contoh sederhana: pelajaran mengenai katak. Siswa diminta untuk mencari literatur pada web yang direkomendasikan dan diminta mengingat ciri-ciri utama katak. Setelah itu pada saat pertemuan, guru dan anak didik melakukan pengamatan katak secara langsung. Setelah itu didiskusikan antara temuan di internet dengan pengamatan langsung. Siswa diminta menemukan persamaan dan perbedaan antara keduanya. Setelah itu, siswa membuat cerita singkat mengenai pengalamannya mulai dari mencari literatur, pengamatan hingga diskusi. Cerita singkat ini yang kemudian diunggah di blog kelas/sekolah, tentu beserta foto katak dan anak didik tersebut.

Masih ada banyak lagi variasi pendidikan unggah ini yang tergantung pada tujuan pembelajaran, kemampuan siswa dan sekolah serta waktu yang tersedia. Kita bisa diskusikan lebih lanjut di forum konsultasi. Apabila pendidikan unggah ini dilaksanakan, bukan saja potensi anak didik yang menjadi optimal tapi bisa juga potensi Indonesia dengan keragaman hayati dan budayanya menjadi terpublikasikan.

Akhir kata, masa depan memberikan tantangan baru bukan untuk membuat kita menjadi takut, namun agar kita terus mempunyai semangat belajar. Mari belajar bersama

 

Tulisan Sebelumnya: Bagian Ke-1 | Bagian ke-2 


Bukik Setiawan adalah fasilitator, penggagas Indonesia Bercerita,  penggagas Boneka Takita, dan pendidik yang mantan dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Bahan Bacaan:

Friedman, Thomas L. (2006). The World is Flat: Sejarah Ringkas Abad ke-21, Dian Rakyat. Jakarta

Pink, Daniel H. (2005). A Whole New Mind: Berpindah dari Jaman Informasi Menuju Jalam Konseptual. Abdi Tandur

90 total views, 1 views today



Harap login untuk Vote UP postingan ini.


  1. Avatar of Pengelola Guraru

    Unggah, sama pentingnya dengan unduh ya pak @bukik.. Asal sesuai tujuannya

    Pengelola Guraru Komentar pada September 11, 2012 7:08 am

  2. Avatar of Botaksakti

    menyimak!

    Botaksakti Komentar pada September 11, 2012 8:01 am

  3. Avatar of Ms. Resty

    Membaca artikel Pak @bukik saya jadi terinspirasi untuk menciptakan kegiatan ‘unggah’ dalam pembelajaran di kelas.

    Terima kasih sudah berbagi.

    Ms. Resty Komentar pada September 11, 2012 4:37 pm

  4. Avatar of bukik setiawan

    @pengelolaguraru: Unggah berarti mendidik anak jadi kreatif, berkreasi meski itu sepotong cerita

    bukik setiawan Komentar pada September 12, 2012 1:51 am

  5. Avatar of bukik setiawan

    @isnapuryanta: Makasih

    bukik setiawan Komentar pada September 12, 2012 1:51 am

  6. Avatar of bukik setiawan

    @msresty: Asyik……ditunggu cerita dan posting pengalamannya

    bukik setiawan Komentar pada September 12, 2012 1:52 am

You must be logged in to post a comment.

Panduan

Mari bergabung dengan Guru Era Baru! Baca panduan disini.

Panduan Bergabung

Klik Disini
Dr. Acer

Punya pertanyaan seputar komputer dan produk Acer lainnya?

Tanya Dr. Acer

Submit