12

Pendidikan di Indonesia amat memprihatinkan (+5)

Bu Etna @gurutematik December 2, 2014

kurikulum baru

Sahabat Guraru, pendidikan bangsa Indonesia dalam satu dekade ini amat memprihatinkan. Ketika saya membaca berita ini, saya terkejut sekali walaupun banyak temuan tentang kualitas pembelajaran yang telah saya tulis sebagai artikel.

Jakarta (ANTARA News) memberitakan bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Anies Baswedan menyatakan pendidikan saat ini berada dalam kondisi gawat darurat, mengacu kepada hasil survei PISA yang menempatkan Indonesia pada rangking 64 dari 65 negara. Berarti saat ini, pendidikan bangsa kita berada di peringkat kedua dari bawah. Bapak Anies menyampaikan hal di atas ketika bersilaturahim dengan sekitar 650 kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia di Aula Ki Hajar Dewantara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada hari Senin, 1 Desember 2014.

PISA (Programme for International Study Assessment) merupakan program evaluasi terhadap hasil pembelajaran peserta didik yang berusia sekitar 15 tahun. program ini dilaksanakan setiap 5 tahun dan pelaksanaan terakhir diadakan pada tahun 2012. Berikut kutipan hasil PISA 2012:

“PISA 2012 is the programme’s 5th survey. It assessed the competencies of 15-year-olds in reading, mathematics and science (with a focus on mathematics) in 65 countries and economies. In 44 of those countries and economies about 85 000 students also took part in an optional assessment of creative problem solving; and in 18 countries and economies, students were assessed in financial literacy.

Around 510 000 students between the ages of 15 years 3 months and 16 years 2 months participated in PISA 2012 as a whole representing about 28 million 15-year-olds globally. 

The students took a paper-based test that lasted 2 hours. The tests were a mixture of open-ended and multiple-choice questions that were organised in groups based on a passage setting out a real-life situation. A total of about 390 minutes of test items were covered.  Students took different combinations of different tests. They and their school principals also answered questionnaires to provide information about the students’ backgrounds, schools and learning experiences and about the broader school system and learning environment.”  (http://www.oecd.org/pisa/keyfindings/pisa-2012-results.htm)

Guraru, bagaimanapun hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama. InsyaaAllah saya masih sanggup untuk mendampingi para Guraru untuk memberikan layanan optimal kepada bangsa, sesuai dengan pendidikan era abad ke 21 ini. Semoga pada dekade berikutnya, PISA 2017 kualitas pendidikan anak bangsa dapat menunjukkan hasil yang meningkat jauh di atas peringkat kedua dari bawah tersebut. Amin ya rabbal alamin. Banyak hal yang harus dilakukan, khususnya dalam menerapkan kurikulum 2013 ini. Multi strategi kita variasikan sesuai dengan perbedaan individu anak, penalaran kita tingkatkan, peta konsep dan peta pikiran kita latihkan, karakter unggul kita biasakan. Tentunya, apapun yang akan menjadi kebiasaan anak, terlebih dahulu kita biasakan pada diri kita sendiri. Semangat Guraru, salam perjuangan.

2,577 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (12)

  1. Iya pak Tutuk, saya sendiri amat kepikiran sejak membaca berita itu. Selama hayat masih dikandung badan, InsyaaAllah saya pun terus ikut berupaya dalam menyikapi pendidikan bangsa di era ini. Kondisi gawat darurat ini amat membahayakan wajah generasi mendatang. Thx responnya, salam perjuangan.

  2. Andai AB dapat mengarah sistem pendidikan kita ke Finlandia, niscaya kita sebagai pendidik akan lebih fokus lagi,,,tapi keniscayaan itu bukan menjadi beban, karena akan membentuk jiwa guru yang tidak berkembang dan mau berkembang.

  3. banyak dari faktor guru bunda ,entah saya tak bisa cerita paniang lebar dalam hal ini memang perlu avaluasi seperti sertifikasi banyak yang dipaksakan lulus sedangkan tak masuk akal mungkin terbentur aturan harus dan saya juga siap bersama bunda serta ingin menimba ilmu lebih banyak terimakasih dan salam sehat.

  4. Ehmm … ya pak Saleh, InsyaaAllah kita mampu untuk tetap mengemban tugas mulia ini. Dengan penuh kesadaran, selalu bersyukur, ikhlas dan sabar melayani anak bangsa sesuai jaman. Setiap saat kita harus mengevaluasi diri sendiri, agar tak sampai berbuat kesalahan apalagi yang dapat mengorbankan pendidikan anak bangsa. Karakter unggul harus dimiliki oleh guru sebelum kita meminta siswa untuk berlatih dan membiasakan karakter unggul tersebut. Saat ini kondisi pendidikan bangsa sedang GAWAT DARURAT, yuk berjuang optimal, menghadapi segala tantangan dengan langkah tegap. Salam perjuangan.

  5. Memprihatinkan memang, segala sisi harus diperbaiki dân itu memerlukan goodwiil yg kuat dari penguasa dgn tidak mengedepankan kepentingan politik sesaat. Tetapi saya tidak sependapat dengan istilah.pendidikan kita sudah gawat darura terlalu berlebihan seolah mengecilkan peran swasta dân org-orgbaik dân idealis ygmadih byk dinegeri yg bekerja diam2 serrta berhadil membangun dân membentuk karakter anak bangsa sesuai tujuan nasional pendidikan kita

  6. Iya pak Tutuk, InsyaaAllah bangsa Indonesia menyadari hal itu, terutama kita para guru. Kita yang sedang menyikapinya, semoga terus berupaya dan tak terhenti walau sesaat, apapun yang terjadi. Maju terus secara dinamis, Guraru. Yuk kita dampingi anak bangsa bersama guru-guru di seluruh pelosok Indonesia. Thx respon dan perhatiannya, salam perjuangan.

  7. Benar pak Kasmadi, yuk bersama kita terus menyikapinya dengan multi strategi di segala bidang. Bapak, ranking 2 dari bawah itu benar-benar Gawat Darurat. Kita yang sedang berupaya menyiasatinya dan mampu menghasilkan generasi handal, itu hanya sekian % dari bangsa dan masih menunjukkan rerata hasil yang memprihatinkan. Ini Gawat bapak. Darurat berarti kita segera tancap gas sedini mungkin. Sekarang kita harus langsung memulainya dari diri sendiri, keluarga, sekolah dan masyarakat. Sungguh Darurat bpk. yuk kita ajak sahabat-sahabat melalui contoh yang selalu kita lakukan sepanjang hayat. Saya juga tak ada pemikiran untuk pensiun pak, saya terus layani bangsa. InsyaaAllah masih cukup energik, hehehe walau tak seperti dulu. thx respon dan perhatian serta pemikirannya, salam perjuangan, sukses selalu.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar