9

Pendekatan Scientific: Bagaimana menerapkannya? (+3)

Botaksakti August 1, 2013

Kurikulum 2013 mengusung pendekatan ‘baru’ yang disebut pendekatan scientific dalam pembelajaran. Sebuah pendekatan yang boleh jadi masih begitu asing bagi beberapa guru, meski sebenarnya pendekatan ini bukan sesuatu yang baru sama sekali dalam dunia pendidikan. Pendekatan yang sebenarnya ‘diadopsi’ dari langkah ilmiah dalam memecahkan sebuah masalah. Tentu para guru yang sudah S1 pernah menggunakan ‘pendekatan’ ini dalam melakukan penelitian untuk penulisan skripsi. Maka sewajarnya, guru tak lagi perlu bingung dengan dipakainya pendekatan ini dalam Kurikulum 2013.

Secara ‘gampang’ dalam dokumen Kurikulum 2013 dijelaskan perihal pendekatan ini. Pendekatan scientific meliputi:mengamati, menanya, menalar,mencoba,dan membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran(dok.kurikulum)

Persoalannya adalah, bagaimana kegiatan-kegiatan itu bisa diterjemahkan? Dalam dokumen tersebut juga disertakan perihal kriteria yang bisa menjadi pedoman untuk menerjemahkannya, seperti berikut ini:

1.       Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata.

2.        Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis.

3.       Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran.

4.       Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran.

5.       Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran.

6.       Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.

7.       Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya

Apakah selesai? Sepertinya belum. Minimal bagi saya pribadi, masih agak

ruwet rasanya memahami hal itu dan kemudian mencoba

mengimplementasikannya.  Jadi, bagaimana sebenarnya pelaksanaan

kurikulum 2013 yang ‘seharus’nya di lapangan?

Ternyata, ada prinsip-prinsip yang patut kita ketahui agar pembelajaran

yang kita lakukan bisa benar-benar berjalan dengan pendekatan tersebut.

Salah satu yang penting adalah bahwa kelas bukan lagi satu-satunya tempat

belajar, tetapi bisa juga mendatangi tempat-tempat di luar kelas untuk

kegiatan pembelajaran. Mau tahu lebih lengkap prinsip-prinsip tersebut?

Silakan dibaca  langsung di sini!) Selamat pagi!

 

 

2,110 total views, 3 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (9)

  1. Avatar of Pak Sukani @gurumelekIT

    Terimakasih pak Botaksakti telah berbagi. Pendekatan scientific memang buakan sesuatu yang baru dalam pendidikan, namun pendekatan ini perlu dimunculkan sehingga pada kegiatan inti proses pembelajaran selain melakukan kegiatan esplorasi, elaborasi dan konfirmasi maka ditambahkan scientific-nya. Selamat Pagi Juga bapak.

    Salam hormat.,

  2. Avatar of Pak Sukani @gurumelekIT

    Pendekatan scientific : mengamati, menanya, menalar, mencoba dan membentuk jejaring harus muncul di dalam setiap proses pembelajaran. Silahkan bila guru menggunakan model-model pembelajaran yang terpenting adalah siswa aktif (pembelajaran berpusat kepada siswa) dan pendekatan scientific-nya dilakukan dengan mencakup 3 ranah : sikap, keterampilan dan pengetahuan.

  3. Avatar of Pak Sukani @gurumelekIT

    Pak Botaksakti : Iya betul sekali pak Isna. Mohon maaf, tidak bisa diganti karena diprotect agar software-nya tidak rusak dan sekarang software tersebut sedang dalam tahap penyempurnaan. Mohon bersabar pak. he..he..he…Penyempurnaan ini adalah kelanjutan dari hasil pelatihan kurikulum 2013 kemarin sehingga banyak memberikan masukan-masukan kepada saya khususnya terkait penilaian.

    Pak M.Rasyid Nur : sama-sama pak. Mari kita dukung Kurikulum 2013.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!