1

PEMIKIRAN SIMPLE MENATA KOTA (Edisi Pengolahan Sampah) (+3)

Tutu ninggutomo June 25, 2015

Assalamualaikum Wr. Wb.

fiuh.. lelah juga tiap hari lihat yang namanya kemcetan dijakarta dan juga didaerah lain. bukan hanya kemacetan, tapi juga soal sampah, banjir, rumah dan perkantoran yang semrawut, dan juga banyaknya premanisme yang selalu saya lihat dan saya temui di setiap harinya.

Setiap saya lihat kejadian itu dijalan saya selalu berfikir bagaimana cara mengatasinya, dan ini lah pemikiran saya :

Pengolahan Sampah

Banyak terlihat sampah di sudut sudut kota, dan penangannan yang lambat sering sekali terjadi.

PEMIKIRAN SAYA BELAKA :

Memberikan perintah dengan undang undang dan juga sanksinya tentang kebersihan suatu daerah kepada pemerintahan terkecil (RT/RW, Lurah, Camat) agar memberdayakan warganya untuk turut menjaga lingkunganya dari sampah.

contoh : Memberikan himbauan kepada kelurahan tentang undang2 kebersihan berserta sanksi sanksinya secara berkala dan dengan pengawasan perbulanya. (untuk tingkat Camat dan walikota), Mengadakan pembersihan lingkungan dari sampah disemua sudut tempat secara berkala dan dengan pengawasan perbulannya. Mengadakan penyuluhan tentang gaya hidup yang tidak menghasilkan banyak samapah  dan memanfaatkan sampah agar bermanfaat kembali (untuk tingkat Lurah dan RT/RW)

Membebaskan lahan tanah untuk membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) diperwilayah pada satu kota dan TPS ini juga harus bisa beroperasi sebagai tempat daur ulang yang juga bisa menghasilan untuk pemasukan daerah dan juga warganya. Lahan yang dibebaskan haruslah jauh dari tempat tinggal, jika tidak ada lahan kosong ada bolehnya pemerintah membebaskan lahan tempat tinggal yang berdekatan dengan daerah yang ada beberapa tempatnya masih terdapat lahan kosong. Pelaksanaan ini harus bisa dipahami dengan baik dari warga dan juga pemerintah (ganti rugi yang sesuai )

 

Mempersatukan para pemulung yang ada didaerah tersebut dengan pendataan sesuai kebutuhan, dan dengan membentuk suatu komunitas yang nantinya akan diberikan pengarahan, keahlian, pekerjaan dan penghidupan yang layak sebagai pengelola sampah yang berada di lokasi tempat pembuangan sampah yang dikelolah oleh pemerintah daerah secara resmi / legal dan tentunya pemerintah daerah memantau pelaksaannya secara berkala dan berkelajutan.

Hasil pengolahan sampah yang bermanfaat dijadikan sesuatu yang bisa menguntungkan bagi para pekerja pengelola sampah, warga dan juga bisa memajukan negara.

Contoh : Sampah plastik yang bisa dijadikan biji plastik dan hasilnya bisa diekspor atau juga dikelola untuk dijadikan bahan yang berguna manusia dengan prosedur pengelolaan yang sesuai dengan standart, Sampah organik yang bisa dijadikan pupuk yang bisa dijual untuk para petani di Indonesia bahkan mungkin bisa menghasilkan gas organik dan bisa dimanfaatkan untuk gas rumah tangga, dll. dan lagi lagi pemerintah harus menijau dan memantau jalannya kegiatan ini secara berkala dan berkelanjutan.

Yang terakhir adalah memberikan sanksi yang berat bagi siapa saja yang melanggarnya. mulai dari masyarakatnya yang membuang dan menelantarakan sampah dilingkuangannya, kemudian pemerintahan terkecil, yaitu RT/RW dan Lurah yang tidak mengkontrol lingkungan wilayahnya secara berkala dan berkelanjutan, Dan juga Pemerintahan tinggi (Walikota / Gurbenur ) yang juga tidak peduli terhadap wilayah lingkungannya. Dan Juga DPRD, Menteri, Dan Orang No. 1 (President) yang kurang memperhatikan tentang hal ini yang terlihat sepele.

Ini yang ada didalam pikiran saya, mungkin setiap orang punya cara yang berbeda beda untuk menanganinya, dan saya juga yakni ini tidaklah mudah untuk dilaksanakan. Akan tetapi jika kita semua memahami konsep “JUJUR DAN TANGGUNG JAWAB” semua akan berjalan dengan baik.

Mohon maaf jika ada kata kata dari saya yang salah dan kurang menyenangkan, karna saya hanya masyarakat biasa, dan biasa melihat disekililing, kemudian berfikir, dan mencoba memberikan solusi. Dan saya bukan bermaksud untuk menyidir ataupun mengkritik siapapun karena ini adalah tanggung jawab kita bersama

1,047 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!