14

Pembentukan karakter di mulai dari lingkungan keluarga (+3)

tutuk jatmiko September 12, 2013

Tingkah laku yang dilakukan oleh siswa ditentukan oleh karakter yang dimiliki.Setiap manusia memiliki karakter yang berbeda satu sama lain. Karakter karakter yang dimiliki siswa merupakan hasil dari pengalaman-pengalaman mereka dimasa lampau. Apa yang terjadi saat ini merupakan rangkaian dari serpihan “PUZZLE” pengalaman masa lampau mereka. Dan apa yang terjadi dimasa mendatang paling tidak merupakan buah yang mereka tanam hari ini. Baik dilakukan secara sadar maupun tidak.

Sebagai gambaran saja jika kita melihat siswa kita cenderung menyalahkan orang lain,maka bisa jadi dalam perjalanan hidupnya terdahulu dia sering banyak dicela. Terutama orang dilingkungan terdekatnya.

Demikian juga dengan siswa yang sering kita lihat cenderung tampil percaya diri, bisa dipastikan dalam perjalanan hidup yang pernah dilaluinya, dia sering mendapatkan dorongan atau motivasi maupun kepercayaan. Terutama dari lingkungan yang paling dekat dengannya yaitu keluarga.

Sering tanpa kita sadari,kita lupa bahwa manusia adalah makhluk Allah yang paling unik. Karena dia punya perasaan, punya visi atau gambaran masa depan, punya misi apa yang harus dikerjakan yang membedakan dengan makhluk Allah yang lain.

Sehingga tanpa disadari kita lebih sering memperlakukan mereka diluar keinginan serta kodrat mereka sebagai makhluk yang unik.

Contoh kecil dalam pembentukan karakter yang sering tanpa kita sadari, kita telah membuat mereka memiliki sifat cemas dan tidak percaya diri lagi. Perhatikan saat mereka ketika berlari-lari ditaman. Pada waktu terjatuh mereka mungkin akan menangis kesakitan atau justru luka memar. Apa yang kita lakukan ? Ketika mereka jatuh, kita cenderung mengucapkan “Jangan berlari lagi nanti jatuh”. Bukankah sebaiknya kita memberi motivasi atau mengarahkan yang akan membuat mereka percaya diri ?. Mengapa kita tidak mengucap saja “Kalau berlari sambil hati-hati,ya”. Kalau kita tidak berkenan mereka berlari karena kondisi tidak memungkinkan untuk sikecil,misalnya karena jalan becek katakan saja “jalan saja,yuk.Karena jalanan becek”. Bagaimana jika mereka tetap memaksa berlari,biarkan saja sambil kita tetap mengawasi keamanan mereka. Karena mereka akan belajar memperhitungkan.

Berikan mereka kepercayaan diri untuk memilih. Tugas kita hanya mengarahkan. Dan Masih banyak contoh lagi ………

Demikian juga kita sering memusnahkan visi atau gambaran cita-cita mereka dimasa mendatang serta menghancurkan misi yang akan mereka dikerjakan. Kita cenderung memberi gambaran bahwa cita-cita mulia adalah dokter, insiyur dan masih banyak lagi yang sejenis itu. Pernahkah kita mengarahkan bahwa apapun cita-cita atau gambaran anak dimasa depan yang terpenting dia tidak menyusahkan orang, berguna bagi Negara, berguna bagi masyarakat, selalu jujur dan kata-kata lain yang mengasah jiwa social serta kecerdasan emosinya  ? Karena apapun gambaran atau cita cita anak yang terpenting adalah kemampuan pengendalian diri untuk selalu menghargai perbedaan.  Ketika usia mereka pra sekolah, kondusifkan lingkungan keluarga kita untuk selalu :

-menerima kondisi sikecil apa adanya maka ia akan terbiasa mengasihi dan menyayangi

-Memberi dorongan atau motivasi agar dia menjadi lebih percaya diri

-Memperlakukan mereka dengan jujur,mereka akan terbisa berbuat benar

-Mengasuh dengan tidak berat sebelah,mereka akan terbiasa berbuat adil

-Memberi mereka kesempatan akan membuat mereka berani berekspresi dan berinovasi

-Memberi kepercayaan mereka akan tumbuh menjadi manusia yang mandiri

 

Dilingkungan rumah inilah pertama kali siswa mendapat pembinaan karakter pertamanya. Sehingga kita dituntut untuk memberi perhatian lebih ketika mereka dirumah. Jadikan rumah kita lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita. Karena bagaimanapun, rumah merupakan “benteng pertama sekaligus benteng terakhir pembinaan karakter siswa”.Bahkan karena pentingnya hal ini,rosululloh memberikan nasehatnya “Rumahku adalah surgaku”.hal ini memberi gambaran untuk kita agar berusaha membuat rumah menjadi lingkungan yang penuh dengan ketenangan, kenyamanan penuh cinta kasih. Semoga……

 

Salam Perubahan

 

tutuk jatmiko

http://tutukjat.blogspot.com

 

2,027 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (14)

  1. Ya benar, sejak janin dalam kandungan ibu, pendidikan karakter sudah dimulai. Oleh sebab itu karakter ibu, bapak, dan seluruh keluarga terdekat harus dapat membuat situasi di rumah menjadi baik. Excellent point pak Tutuk, terima kasih dan salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar