0

Pembelajaran obat – obatan herbal sejak dini dalam pembetukan mainset siswa menengah (+1)

yaredi June 11, 2016

Dewasa ini, pemenuhan kesehatan bagi masyarakat sangat bermacam-macam cara pengobatannya. Banyak sekali masyarakat yang menggunakan obat-obat kimia sebagai proses penyembuhan. Mereka mau mengkonsumsi obat kimia semahal apapun hanya untuk memperoleh kesembuhan.

          Disisi lain ada juga pengobatan yang tidak menggunakan obat kimia yaitu dengan cara pengobatan tradisional yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alam. Mereka tidak sadar bahwa tumbuh-tumbuhan yang ada disekitar mereka dapat dimanfaatkan dengan baik dengan pengolahan yang benar.

          Di Mojokerto, pemanfaatan tanaman herbal sangat baik. Mereka merawat tanaman-tanaman herbal terssebut dan mengolahnya dengan baik sehingga dapat menjadi jamu atau obat yang dapat dikonsumsi bagi konsumen yang menderita penyakit.

         

1.2  Rumusan Masalah

Sesuai dengan latar bealakang diatas penulis merumuskan beberapa permasalahan yang penulis bahas yakni :

1.2.1  Apa pengertian Tanaman Herbal ?

1.2.2  Bagaimana sejarah Tanaman Herbal ?

1.2.3  Apa jenis-jenis Tanaman Herbal ?

1.3  Tujuan

1.3.1  Mendeskripsikan pengertian Tanaman herbal

1.3.2  Mendeskripsikan sejarah Tanaman Herbal

1.3.3  Mendeskripsikan jenis Tanaman Herbal sebagai Obat Tradisional

1.4  Manfaat

1.4.1   Manfaat Teoritis

Sejalan dengan penulisan karya tulis yang membahas tentang pemanfaatan Tanaman Herbal sebagai Obat kuat tradisional dalam upaya penyembuhan penyakit secara alternative di kalangan masyarakat Mojokerto, maka manfaat dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja jenis Tanaman herbal yang dapat di manfaatkan sebagai Obat Tradisional di kalangan masyarakat Mojokerto.

1.4.2   Manfaat Praktis

        Manfaat yang ingin diperoleh dalam penelitian ini secara praktis yaitu sebagai berikut :

  1. Bagi guru

Dengan dilaksanakannya penelitian ini, diharapkan guru dapat membimbing anak didiknya dalam pemanfaatan Tanaman herbal

  1. Bagi siswa

Dapat memberikan solusi bagi siswa bagaimana cara memanfaat Tanaman Herbal sebagai Obat Tradisional

  1. Bagi pembaca

Dapat memberikan informasi kepada pembaca, kalau Tanaman Herbal dapat dimanfaatkan sebagai Obat Tradisional untuk penyembuhan penyakit secara alternative

1.5  Ruang Lingkup dan Pembatasan Masalah

1.5.1 Pemanfaatan jenis Tanaman Herbal sebagai Obat Tradisional di

        Mojokerto

1.6  Definisi Operasional

1.6.1  Tanaman Herbal

        Tanaman Herbal adalah Tanaman alam yang dapat digunakan sebagai ramuan obat-obatan

1.6.2       Sejarah Tanaman Herbal

     Pemanfaatan tanaman herbal berasal dari manusia-manusia jaman dahulu yang masih suli untuk mendapatkan makanan. Hal itu membuat mereka melihat sekeliling mereka, apa jenis tumbuhan atau hewan yang dimakan. Tanaman lebih mudah untuk didapatkan. Kemudian, tanaman bukan hanya untuk makanan, tapi juga dapat sebagai obat. Dari titik ini, ilmu memanfaatkan berbagai jenis tanaman untuk obat dikembangkan.

1.6.3 Pemanfaatan Tanaman Herbal sebagai Obat Tradisional

        Banyak sekali jenis-jenis Tanaman Herbal yang dapat dijadikan obat pembesar lainnya. Misalnya saja penyakit punurunan demam, menghilangkan bau badan, atasi kencing manis, atasi hepatitis, flu dll. Semua penyakit tersebut dapat disembuhkan dengan berbagai macam khasiat dari Tanaman Herbal

       

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Tanaman Herbal

              Tanaman Herbal merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan baik daun, batang, maupun akarnya. Adanya tanaman obat ini, masyarakat Mojokerto dapat menerapkan gaya hidup sehat tanpa menggunakan bahan-bahan Kimia. Tanaman Herbal ini sebagian digunakan masyarakat untuk pengobatan tradisional atau alternatif. Pengobatan tradisional sendiri menurut UU No 36/2009 tentang kesehatan melingkupi bahan atau ramuan berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (vimax asli) atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang secara turun-menurun telah digunakan untuk pengobatan. Khasiat yang dihasilkan dari tanaman herbal juga tidak kalah dari obat-obat kimia yang biasanya di anjurkan para medis. Disamping itu tanaman herbal juga mempunyai kelebihan yang tidak di punyai oleh obat-obat kimia, yaitu tidak memiliki efek samping dan tidak perlu bantuan medis, apabila diagnosa sudah jelas, pengobatan dapat dilakukan oleh anggota keluarga sendiri.

2.2 Sejarah Tanaman Herbal

                   Ketika manusia pertama ada di bumi ini, perhatian pertama mereka adalah bagaimana untuk bertahan hidup. Bagaimana mendapatkan makanan menjadi kebutuhan pertama. Hal itu membuat mereka melihat sekeliling mereka, apa jenis tumbuhan atau hewan yang dimakan. Tanaman lebih mudah untuk didapatkan. Kemudian, tanaman bukan hanya untuk makanan, tapi juga dapat sebagai obat. Dari titik ini, ilmu memanfaatkan berbagai jenis tanaman untuk obat dikembangkan. Ilmu itu menyebar melalui mulut ke mulut sehingga keturunan mereka memahami jenis-jenis tanaman untuk ilmu kedokteran. Ketika komunikasi tertulis ditemukan mereka memulai membuat dokumen dari semua pengetahuan  mereka atas bahan baku, yaitu tanaman dan mineral dan bagaimana bahan-bahan itu berjalan. Karena pada saat itu tidak ada kertas, mereka membuat dokumentasi di tanah lemung basah dengan logam yang tajam seperti paku. Kemudian di jemur di bawah sinar matahar. Dalam kraton-kraton Indonesia, misalnya Kraton Surakarta, pengetahuan tentang kormulasi obat dari bahan alami telah dibukukan dalam “Bab Kawruh Jampi Jawi” (Pengetahuan Ramun Jawa), dipublikasikan pada tahun 1858 ini terdiri dari 1734 formulasi herbal.

2.3 Jenis-jenis Tanaman Herbal

  1. Daun

 

1)       Daun dewa (Gynura Segetum)

2)   Seledri

3)   Belimbing

4)   Kelor

5)   Daun bayam duri

6)   Kangkung

7)   Saga (Abrus precatorius)

8)        Pacar cina (Aglaiae ordorota Lour)

9)        Landep (Barleriae prionitis L.)

10)       Miana (Coleus atropurpureus Bentham)

11)      Pepaya (Carica papaya L.)

12)      Jintan (Coleus amboinicus)

13)   Pegagan (Cantella asiatica Urban)

14) Blustru (Luffa cylindrice Roem)

15)  Kemuning (Murrayae paniculata Jack)

16) Murbei (Morus indica Rumph)

17) Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth)

18) Sirih (Chavica betle L.)

19) Randu (Ceiba pentandra Gaerth)

20)   Salam (Eugenia polyantha Wight)

21) Jambu biji (Psidium guajava L.)

 

  1. Batang

 

1)    Kayu manis (Cinnamomum burmanii)

2)   Dadap ayam (Erythrina varigata Linn.Var.orientalis)

3)   Pulasari (Alyxia stellata Roem)

4)   Brotawali (Tonospora rumphii Boerl)

5)   Kemukus (Piper cubeba L.)

6)   Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)

7)   Delima (Punice granatum L.)

 

  1. Biji

 

1)    Kecubung (Datura metel)

2)   Kapur barus (Dryobalanops aromatica Gaertn.)

3)   Pinang (Areca catecha L.)

4)   Kedawung (Parkia biglobosa Bentham)

5)   Pala (Myristica)

6)   Jamblan

 

  1. Buah

1)    Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)

2)   Cabai merah (Capsicum annuum L.)

3)   Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi)

4)   Mengkudu (Morinda citrifolia)

5)   Kemukus (Piper cubeba L.)

6)   Kapulaga (Elettaria cardamomum Maton) dan ketumbar(Coriandrum sativum L.)

  1. Akar

1)    Pepaya (Carica papaya L.)

2)   Aren (Arenga pinnata Merril)

3)   Pule pandak (Rauwolfia serpentina Benth)

  1. Umbi atau rimpang

1)    Bangle (Zingiber purpureum Roxb.)

2)   Jahe (Zingiber officinale Rosc.)

3)   Kencur (Kaempferia galanga L.)

4)   Kunyit (Curcuma domestica Val.)

5)   Lempuyung (Zingiber zerumbel)

6)   Lengkuas (Languas galanga L.Stunzt)

7)   Temu giring (Curcuma heynaena Val.)

8)   Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)

9)   Temu hitam (Curcuma aeroginosa Roxb.)

10) Alang-alang (Imperata cylindrica Beav.)

 

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan Penelitian

          Adapun pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang mengelola data berasal dari lapangan kemudian dijadikan dalam bentuk kata-kata atau dideskripsikan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Proses penelitian kualitatif ini juga dapat disampaikan dalam bentuk presentase yang kemudian di jabarkan melaui kata-kata.

3.2 Lokasi Penelitian

          Penelitian yang berjudul “Pemanfaatan Jenis-jenis Tanaman Herbal sebagai Obat Tradisional yang berkhasiat di penduduk Mojokerto” ini berlokasi di Mojokerto. Penelitian ini berlangsung mulai tanggal ……………………………

3.3 Cara Pengambilan Data

                   Penelitian yang berjudul Pemanfaatan jenis-jenis Tanaman Herbal sebagai Obat Tradisional yang berkhasiat di Mojokertoini pengambilan data dilakukan melalui tahap yakni studi pustaka. Adapun studi pustaka yang digunakan dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini berdasarkan sumber dari buku, akses internet, dan majalah

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1  Pngertian Tanaman Herbal

Tanaman Herbal adalah Tanaman obat-obatan yang berkhasiat dalam penyembuahn atau pencegahan segala macam penyakit. Seiring dengan meningkatnya tingkat kesejahteraan, kesadaran dan kebutuhan akan perlunya hidup sehat, di antaranya perlunya makanan yang sehat yang diproduksi secara alami, tanpa penggunaan bahan-bahan kimia sintetis, meningkat pula. Produk pangan ini pada umumnya dihasilkan melalui budi daya organik atau diistilahkan dengan back to nature atau gerakan hidup kembali secara alami. Gaya hidup sehat alami ini diikuti oleh penggunaan obat-obatan alami, yaitu yang berasal dari tumbuhan yang di Indonesia diistilahkan dengan jamu atau secara internasional dikenal dengan herbal medicine. Sudah barang tentu tumbuhan-tumbuhan yang digunakan sebagai bahan obat ini mutlak harus terbebas dari bahan-bahan berbahaya dan harus diproduksi secara alami atau ramah lingkungan dan diistilahkan dengan budi daya organik tanaman obat, yang akhir-akhir ini banyak dilirik masyarakat, dari kalangan atas sampai bawah.

Adanya Kelebihan Tanaman Obat yaitu :

* Efek sampin tidak ada jika penggunaannya secara benar, hal ini mengingat tanaman obat bersifat kompleks dan organis yang cocok untuk tubuh yang bersifat kompleks dan organis, sehingga tanaman obat dapat disetarakan dengan makanan, suatu bahan yang dikonsumsi dengan maksud merekonstruksi organ atau sistem yang rusak.
* Efektif untuk penyakit yang sulit disembuhkan dengan obat kimia, seperti kanker, tumor, darah tinggi, darah rendah, diabetes, hepatitis, stroke, sinusitis, herpes, bau badan, bisul dan lain-lain.
* Harga relatif murah, karena dapat ditanam sendiri, harga akan meningkat jika diperoleh dalam bentuk kering, dan akan meningkat lagi jika diperoleh dalam bentuk hasil olahan. Harga akan menjadi sangat mahal apabila diperoleh dalam bentuk isolat yaitu senyawa tertentu yang diperoleh dari ekstrak tanaman, seperti vincristine, obat kanker yang diisolasi dari ekstrak tapak dara (Catharanthus roseus) dan diimpor.
* Tidak perlu bantuan tenaga medis, Apabila diagnosa sudah jelas, pengobatan umumnya dapat dilakukan oleh anggota keluarga sendiri tanpa harus tergantung pada bantuan tenaga medis atau paramedis. Dokter dibutuhkan untuk diagnosa yang benar dengan bantuan analisa laboratorium klinik (rekomendasi pengobatan herbal juga dapat diberikan oleh dokter).

4.2  Sejarah Tanaman Herbal

          Perkembangan pengobatan dengan memnfaatkan tumbuhan berkhasiat obat telah diacapai seiring dengan perkembangan kedokteran barat yang telah diakui dunia (intrnasional). Penggunaan herbal atau tanaman obat sebagai obat dikatakan sama tuanya dengan umur manusia itu sndiri. Sejak jamn dahulu makanan dan obet-obatan tidak dapat dipisahkan dan banyak tumbuh-tumbuhan dimakan karena khasiatnya yang menyehatkan. Saat inilah ilmu memanfaatkan berbagai jenis tanaman untuk obat dikembangkan dan menyebar melalui mulut ke mulut sehingga keturunan mereka memahami jenis-jenis tanaman untuk ilmu kedokteran.

          Perkembangan yang terjadi di Indonesia, nenek moyang kita juga menggunakan tanaman untuk obat. Pada 772 M, sejarah ini tercatat dalam dokumen tertua, yaitu diukir obat di Candi Borobudur. Hal ini juga ditemukan di Candi Prambanan, Candi Panataran dan Candi Tegalwangi. Dalam era kraton-kraton Indonesia, misalnya Kraton Surakarta, kemudian dibukukan dalam “Bab Kawruh Jampi”, diamabil dari tanaman yang liar disekitar rumah. Ketika menjadi jarang dan langka nenek moyang kita mencari tanaman-tanaman herbal lebih jauh seperti hutan. Panjang tanaman yang berbeda membuat kualitas yang berbeda. Hal ini menimbulkan ide untuk mengembangkannya.

          Ketiak Belanda menduduki Indonesia, pengetahuan barat masuk, pengetahuan obat alami bergeser perlaha-lahan di masyarakat, sehingga mereka kekurangan tanaman obat. Selain itu, mereka enggan menggunakannya karena ditentukan sebagai kuno dan tidak memenuhi syarat cukup. Setelah Belanda pergi, dan pengaruh Barat hilang. Secara global, obat-obatan herbal lebih umum dipraktekkan daripada obat-obatan konvensional. Kemajuan yang sangat pesat sampai saat ini dimana banyak sekali para herbalis mengandalkan pengetahuan mereka tentang obat-obatan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan untuk merawat dan mengobati penyakit.

          Saat ini obat herbal digunakan di klinik pengobatan tradisional RS.Dr.Soetomo Surabaya dan beberapa rumah sakit besar di Jakarta juga menyediakan obat herbal. Di Mojokerto pun juga dibangun Dyang Sumbi, sebuah tempat khusus obat-obat herbal dan perawatannya. 

4.3  Pemanfaatan jenis-jenis Tanaman Herbal

4.3.1 Ketepeng Cina / Daun sena(Cialis alata, Linn)

1)    Bagian yang dipakai : Daun

2)   Manfaat :

  1. Untuk menghilangkan Panu
  2. Untuk menyembuhkan sembelit (susah buang air besar)
  3. Untuk mengobati Sariawan

  4.3.2 Rumput Mutiara (hedyotis corymbosa)    

1)    Bagian yang diapakai : Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan       

  2)   Manfaat :

  1. Tonsilitis, pharyngitis, bronchitis, pneumonia,

 gondongan(Mumps)

  1. Radang usus buntu Hepatitis, cholecytis
  2. Penyakit radang panggul (Pelvic inflammatorydisease),

Infeksi saluaran   kemih

  4.3.3 Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)

1)    Bagian yang digunakan : Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun, daging dan kulit buahnya. Daun dan kulit buahbisa digunakansegar atau yang telah dikeringkan, sedangkan daging buahdigunakan setelah dikeringkan.

 

 

2)   Manfaat :

  1. Kulit buah dan daging buah digunakan untuk :
  2. Disentri
  3. Psoriasis, dan jerawat
  4. Daun dan biji digunakan untuk pengobatan :
  5. Penyakit kulit, sepertiekzim dan gatal-gatal

 4.3.4  Temu Putih (Curcuma zedoaria)

1)    Manfaat :

  1. Sebagai obat pelangsing kudis
  2. Radang kulit
  3. Pencuci darahperut kembung
  4. Gangguan lain pada saluran pencernaan
  5. Sebagai obat pembersihdan penguat (tonik) sesudah nifas

 4.3.5  Tapak darah (Catharantus roseus)

1)    Penyakit yang dapat disembuhkan :

  1. Diabetes
  2. Hipertensi
  3. Leukimia
  4. Disentri
  5. Borok
  6. Bronchitis                                                
  7. Gondong
  8. luka bakar
  9. Radang perut

Tanaman yang daunnya dapat dimanfaatkan

No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Daun dewa (Gynura Segetum) Mengobati muntah darah danpayudara bengkak
2. Seledri Mengobati tekanan darah tinggi
3. Belimbing Mengobati tekanan darah tinggi
4. Kelor Mengobati panas dalam dan demam
5. Daun bayam duri Mengobati kurang darah
6. Kangkung Mengobati insomnia
7. Saga (Abrus precatorius) Mengobati batuk dan sariawan
8. Pacar cina (Aglaiae ordorota Lour) Mengobati penyakit gonorrhoe(penyakit kelamin)
9. Landep (Barleriae prionitis L.) Mengobati rematik
10. Miana (Coleus atropurpureus Bentham) Mengobati wasir
11. Pepaya (Carica papaya L.) Mengobati demam dan disentri
12. Jintan (Coleus amboinicus) Mengobati batuk, mules, dan sariawan
13. Pegagan (Cantella asiatica Urban) Mengobati sariawan dan bersifat astringensia (mampu membasmi bakteri)
14. Blustru (Luffa cylindrice Roem) Bersifat diuretik (peluruh air seni)
15. Kemuning (Murrayae paniculata Jack) Mengobati penyakit gonorrhoe
16. Murbei (Morus indica Rumph) Bersifat diuretik
17. Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) Bersifat diuretik
18. Sirih (Chavica betle L.) Mengobati batuk, antiseptika(membunuh mikroorganisme berbahaya), dan obat kumur
19. Randu (Ceiba pentandra Gaerth) Sebagai obat mencret dan kumur
20. Salam (Eugenia polyantha Wight) Bersifat astringensia
21. Jambu biji (Psidium guajava L.) Mengobati mencret

Tanaman yang batangnya dapat dimanfaatkan

No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Kayu manis (Cinnamomum burmanii) Mengobati penyakit batuk dansesak napas, nyeri lambung,perut kembung, diare, rematik, dan menghangatkan lambung
2. Dadap ayam (Erythrina varigata Linn.Var.orientalis) Mengobati asma
3. Pulasari (Alyxia stellata Roem) Obat perut kembung
4. Brotawali (Tonospora rumphii Boerl) Mengobati demam, sakit kuning, obat cacingan, kudis, dan diabetes
5. Kemukus (Piper cubeba L.) Obat radang selaput lendir saluran kemih
6. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) Sebagai antiseptik, sehingga dapat dipakai sebagai obat kumur
7. Delima (Punice granatum L.) Sebagai anti cacing pita (obat antelmentika)

Tanaman yang buahnya dapat dimanfaatkan

No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) Mengobati penyakit demam,batuk kronis, kurang darah, menghentikan kebiasaan merokok, menghilangkan alat bantu sex bau badan, menyegarkan tubuh, dan memperlancar buang air kecil
2. Cabai merah (Capsicum annuum L.) Obat gosok untuk penyakitrematik dan masuk angin
3. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) Mengobati penyakit batuk, melegakan napas, dan mencairkan dahak
4. Mengkudu (Morinda citrifolia) Mengobati penyakit radang usus, susah buang air kecil, batuk,amandel, difetri, lever,sariawan, tekanan darah tinggi, dan sembelit
5. Kemukus (Piper cubeba L.) Obat radang selaput lendir saluran kemih
6. Kapulaga (Elettaria cardamomum Maton) danketumbar (Coriandrum sativum L.) Obat antikembung

Tanaman yang bijinya dapat dimanfaatkan

No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Kecubung (Datura metel) Mengobati penyakit asma, bisul, dan anus turun
2. Kapur barus (Dryobalanops aromatica Gaertn.) Mengobati gangguan pencernaan
3. Pinang (Areca catecha L.) Tepung biji pinang berkhasiat sebagai obat antelmentika, terutama terhadap cacing pita
4. Kedawung (Parkia biglobosa Bentham) Sebagai bahan obat sakit perut, mulas, diare, dan bersifatastringensia
5. Pala (Myristica) Mengatasi perut kembung, sebagai stimulansia setempat terhadap saluran pencernaan, bahan obat pembius, menyebabkan rasa kantuk, dan memperlambat pernapasan
6. Jamblang (Eugenia cumini Merr) Sebagai bahan obat untuk menyembuhkan penyakit kencing manis (diabetes)

Tanaman yang akarnya dapat dimanfaatkan

No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Pepaya (Carica papaya L.) Obat cacing
2. Aren (Arenga pinnata Merril) Obat diuretik
3. Pule pandak (Rauwolfia serpentina Benth) Obat antihipertensiva dan gangguan neuropsikhlatrik, seperti tekanan darah tinggi

Umbi atau rimpang

No Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Bangle (Zingiber purpureum Roxb.) Mengobati sakit kepala, susah buang air besar, nyeri pada perut, sakit kuning, perut kembung, dan melangsingkan tubuh
2. Jahe (Zingiber officinale Rosc.) Menghangatkan badan, mengobati sakit pinggang, asma, muntah, dan nyeri otot
3. Kencur (Kaempferia galanga L.) Mengobati sakit kepala, obat batuk, melancarkan keringat, dan mengeluarkan dahak
4. Kunyit (Curcuma domestica Val.) Mengobati diare, masuk angin,hepatitis, dan kejang-kejang
5. Lempuyung (Zingiber zerumbel) Obat pelangsing, penambah nafsu makan, disentri, dan diare
6. Lengkuas (Languas galanga L.Stunzt) Mengobati panu, serta bersifat antifungi dan anti bakteri
7. Temu giring (Curcuma heynaena Val.) Obat anti cacing, sakit perut, dan melangsingkan tubuh
8. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Mengatasi sembelit, memperbanyak ASI, dan memperkuat sekresi empedu
9. Temu hitam (Curcuma aeroginosa Roxb.) obat anti cacing, mencegah kelesuan, dan memperlancar peredaran darah dan vimax
10. Alang-alang (Imperata cylindrica Beav.) Obat untuk memperlancar air seni (diuretik

Gambar Berbagai Jenis Tanaman Obat Tradisional

Daun sirih Kayu manis Buah mengkudu Biji pinang
Akar pohon aren Temulawak Daun pepaya Pohon delima

 

1,832 total views, 3 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!