1

Pembelajaran Demokrasi Bukan NATO (+2)

Usep Saefuddin August 1, 2015

NATO dalam artikel ini bukan merupakan pertahanan negara-negara di Atlantik Utara. NATO dalam artikel ini adalah singkatan dari Not Action Talk Only. Dalam istilah gaulnya disebut omdo (omong doang). Istilah ini digunakan terhadap suatu konsep, aksi atau tindakan yang hanya diungkapkan tetapi tidak dilaksanakan atau dipraktekkan.

Secara bahasa demokrasi berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari dua kata yaitu demos dan kratos. Demos berarti rakyat, sedangkan kratos berarti pemerintahan. Dengan kata lain demokrasi adalah pemerintahan rakyat. Terjemahan bebasnya berarti dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Secara istilah demokrasi diartikan sebagai sistem pemerintahan yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, yang ditandai dengan adanya partisipasi rakyat dalam menentukan pemerintahan. Implementasi demokrasi adalah pemilihan umum. Pemilihan umum dibedakan atas 3 jenis yakni pemilihan legislatif, pemilihan presiden dan wakil presiden, dan pemilihan kepala daerah.

Pembelajaran demokrasi merupakan pembelajaran esensial dalam upaya mewujudkan peserta didik yang demokratis, bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanaannya pembelajaran demokrasi tidak hanya diupayakan untuk mengetahui konsep semata, melainkan harus dipahami sampai tataran aplikatif. Namun seringkali pembelajaran demokrasi hanya disajikan secara klasikal, ceramah dengan mengungkap definisi-definisi tertentu tanpa menginternalisasi karakter atau tingkah laku yang mengejawantahkan konsep-konsep demokrasi Pancasila tersebut. Pembelajaran demokrasi seringkali hanyalah penggalan dan rentetan cerita sejarah tentang lahirnya demokrasi di Indonesia dan dunia tanpa mengetahui bagaimana pelaksanaan demokrasi itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran demokrasi seyogianya senantiasa dilaksanakan dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebersamaan melalui manipulasi  secara langsung dalam bentuk pemilihan perangkat kelas, musyawarah kegiatan kelas dan lain-lain. Berikut ini merupakan contoh nyata pembelajaran demokrasi secara langsung melalui simulasi pemilihan perangkat kelas.

Gambar 1 KPPS Kelas memberikan kertas suara

Sumber: Penulis

Gambar 2 Peserta Didik melakukan pemungutan suara secara luberjurdil

(langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil)

Sumber: Penulis

Gambar 3 Peserta Didik menyerahkan surat suara yang telah ia pilih calonnya ke panitia pemilihan kelas

Sumber: Penulis

Gambar 4 Jari siswa ditempelkan ke bak tinta sebagai tanda telah memilih

Sumber: Penulis

Gambar 5 Dilakukan pengecekan jumlah surat hasil pemungutan suara

Sumber: Penulis

Gambar 6 Dilakukan penghitungan suara sah dengan disaksikan semua siswa

Sumber: Penulis

Gambar 7 Dilakukan pencatatan hasil pemungutan suara

Sumber: Penulis

Ilustrasi di atas menggambarkan bahwasannya pembelajaran demokrasi perlu ditanamkan secara langsung kepada peserta didik melalui kegiatan yang nyata, sehingga mereka akan memahami secara menyeluruh tentang konsep dan praktek pembelajaran demokrasi.

1,642 total views, 4 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar