16

Pemanfaatan ICT Untuk Bekal Kelas Dua Belas Agar Mahir Membuat dan Mampu Mempresentasikan Sebuah Presentasi (+8)

oloan May 20, 2015

“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.”
-Nelson Mandela-

Salam Guraru, menurut Ki Hajar Dewantara yang memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat – karena ingin lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang miskin menderita kala itu, dia rela mengganti gelar kebangsawanannya Raden Mas dengan nama Ki Hajar Dewantara, melahirkan semboyan yang sangat pantas harus kita teladani dan harus kita terapkan kembali dalam menginovasikan pembelajaran kepada para peserta didik kita. Tentunya kita tidak lupa semboyan Ki Hajar Dewantara yang sangat mendunia kala itu, jika pun kita lupa maka kembali saya tuliskan disini :

“Ing Ngarsa Sung Tulada” (Didepan, Seorang Guru atau Pendidik itu Harus Mampu Memberi Teladan atau Menjadi Contoh Perbuatan atau Perilaku yang Baik), “Ing Madya Mangun Karsa” (Ditengah-tengah atau Diantara Para Peserta Didik, Seorang Guru atau Pendidik Harus Mampu Menciptakan Prakarsa, Ide ataupun Gagasan-Gagasan yang Kreatif dan Inovatif Demi Kemajuan Peserta Didik), dan “Tut Wuri Handayani” (Dari Belakang, Seorang Guru atau Pendidik Harus Mampu Memberikan Dorongan, Motivasi, Arahan Serta Nasehat yang Bijaksana Untuk Bekal Para Peserta Didik).
Sedikit ke belakang, Ki Hajar Dewantara yang merupakan tokoh dan pelopor Pendidikan di Indonesia yang telah mendirikan sekolah Taman Siswa tahun 1922 yang memiliki cita-cita untuk menciptakan tujuan Pendidikan yang merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Presentasi dari Kepala Sekolah kepada Guru-Guru

Presentasi dari Kepala Sekolah kepada Guru-Guru

Pendidikan Masa Depan
Pendidikan masa depan adalah pendidikan yang mengutamakan Kreativitas dan Imajinasi yang dapat diaplikasikan untuk menciptakan hasil-hasil karya yang kreatif dan inovatif serta menghasilkan Sumber Daya Indonesia yang mampu berdaya saing dengan dunia luar.

peserta didik mempresentasikan hasil tugasnya

peserta didik mempresentasikan hasil tugasnya

Oleh karena itu, maka diperlukan pembelajaran TIK agar pendidikan masa depan itu mampu memberikan ruang dan kesempatan kepada para peserta didik untuk mempelajari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

presentasi dengan kelompok

presentasi dengan kelompok

Sebab, Marvin Berkowitz,The Science of Character Education (2002) – mengatakan bahwa – The end of education is character (Akhir dari Pendidikan adalah KARAKTER). Karakter apa yang kita inginkan dari peserta didik kita? Tentunya karakter yang baik dan mampu menggunakan perangkat Teknologi dengan baik dan benar.

presentasi dari peserta didik, oleh peserta didik dan untuk peserta didik

presentasi dari peserta didik, oleh peserta didik dan untuk peserta didik

Model Belajar Presentasi
Materi pelajaran kelas XII adalah Presentasi, dimana tujuan dari pembelajaran ini agar para peserta didik kelas XII mampu membuat sebuah presentasi yang menarik dan dipresentasikan di depan kelas, sehingga para peserta didik mampu mengembangkan kreativitasnya dan inovasi belajarnya. Dengan mempresentasikan hasil pekerjaan rumahnya, mereka mampu membuat proyek dengan mencari dari berbagai sumber dan mempunyai tanggung jawab untuk mempresentasikan, berani jujur dalam mempresentasikan pekerjaan mereka.

Disamping itu, pembelajaran Presentasi ini juga membuka wawasan mereka akan pentingnya belajar presentasi dan membuat presentasi sebagai bekal mereka nantinya setelah tamat SMA dan melanjut ke Perguruan Tinggi. Saat mereka di perguruan tinggi, mereka tidak gaptek lagi, sudah tahu bagaimana membuat presentasi tugas-tugas mata kuliah dengan baik dan lebih menarik.

TUGAS PRESENTASI TIK

Aplikasi yang dipelajari memang masih sebatas penggunaan Ms. Power Point, karena aplikasi ini sangat gampang digunakan. Namun faktanya, dari mereka masih banyak yang perlu belajar dan belajar, saya sebagai Guru, harus bisa menjadi pemberi ide agar para peserta didik mampu mengembangkan ide-ide kreatifnya agar tugas proyek membuat presentasi ini berjalan dengan baik.

Saya sungguh senang, karena ternyata setelah diberikan waktu, (metode yang saya buat adalah Pembelajaran Berbasis Proyek), ternyata hampir semua tugas yang dipresentasikan bagus-bagus semua.

Karekter Anti Korupsi
Salah satu karya terbaik dari peserta didikku adalah materi mengenai korupsi di Indonesia, sampai-sampai kelompok tersebut membuat video tentang korupsi karena mereka juga miris dengan maraknya korupsi di negara kita ini. Dalam hati saya bergumam “Mereka aja sudah enek melihat fenomena korupsi di negeri ini”. Ternyata pendidikan TIK ini dengan metode presentasi telah membuka mata hati kita bahwa anak-anak seusia mereka ternyata sudah bisa mengapresiasikan pemikiran mereka dan pendapat mereka akan fenomena sekarang ini, mereka pun berjanji jika sudah menjadi orang yang berguna, akan lebih mementingkan kepentingan bangsa dan negara disamping kepentingan pribadi dan golongan. Hmm..anak-anak yang cerdas menurut saya.

Semoga bermanfaat dan semoga pembelajaran TIK tidak dihapus, tetapi lebih diberikan perhatian khusus. Jaman sudah semakin digital, kenapa kita semakin tertinggal?
Selamat hari Kebangkitan Nasional !
Medan, 20 Mei 2015
Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

blog

2,197 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (16)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!