Artikel Pilihan

Tampilan Baru untuk Website Guraru

Guraru, tak terasa website Guru Era Baru (Guraru) hampir menginjak…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Cara Mudah Membuat Aplikasi Android Sendiri

Menjadi tiga besar artikel pilihan di bulan Juni 2014 memotivasi…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Pengumuman Pemenang Artikel Pilihan 3 Besar di Bulan Juni 2014

Assalamualikum Wr. Wb. Selamat siang guraruers, semoga sehat selalu dan…

Selengkapnya

Lainnya
Home > Kategori: > PAUD, Hak Anak Yang Terabaikan

PAUD, Hak Anak Yang Terabaikan (+2)

Penulis: SYUKURSALMAN
Kategori:

A. Tanggung Jawab Orangtua dan Pemerintah
Anak merupakan amanah yang dititipkan Tuhan kepada semua orantua yang memunyai anak. Oleh karena itu, sepatutnya para orangtua memerhatikan hak-hak dan kebutuhan anak mereka. Selain itu, keberadaan keluarga yang merupakan bagian dari sebuah masyarakat dan negara mesti diperhatikan oleh pemerintah. Termasuk di dalamnya adalah anak, tentu harus mendapat perhatian serius pula. Hal ini disebabkan oleh karena anak merupakan pelanjut estafet pembangunan bangsa dan negeri ini. Kualitas suatu bangsa pada masa mendatang ditentukan oleh kualitas anak bangsa tersebut pada masa sekarang. Indonesia sebagai suatu bangsa yang besar tentu tak akan mau menjadi kerdil dimasa datang, sehingga kualitas anak-anak bangsa ini menjadi sangat penting untuk ditingkatkan.
Pemberian layanan yang standar kepada anak dalam “mematangkan” siklus hidup masa anak adalah sesuatu yang mesti dilakukan, baik oleh orangtua maupun pemerintah. Kualitas hidup anak sudah menjadi tuntutan pada masa kini seiring terbuktinya kegagalan pencapaian maksimal seseorang karena kurangnya layanan pada mereka di masa kanak-kanaknya. Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang saat digalakkan oleh pemerintah menjadi jawaban terhadap layanan yang layak bagi meningkatkan kualitas anak. Pendidikan yang diberikan sejalan dengan usia anak melalui PAUD tak lain dimaksudkan agar pada usia 0 – 6 tahun anak tersebut tidak sekadar menanti untuk pendidikan di jenjang Sekolah Dasar (SD), namun sejatinya ada usaha untuk mengembangkan kualitas mereka (anak-anak) di usia pra SD. Masa sekarang, PAUD telah dapat diartikan sebagai salah satu hak anak yang harus direalisasikan untuk pemenuhannya.

B. Urgen Keberpihakan Program PAUD
Sosialisasi PAUD yang tak segencar jenjang pendidikan formal serta regulasi yang belum mewajibkan PAUD untuk anak usia pra SD membuat banyak anak-anak yang tercerabut haknya untuk mendapat layanan PAUD. Masih kurangnya tempat-tempat layanan PAUD di tengah masyarakat semakin memperparah kondisi kekurangberpihakan kepada anak. Selain itu, pemahaman yang kurang terhadap PAUD oleh masyarakat (orangtua) membuat keadaan semakin menjauhkan anak terhadap pemenuhan haknya tersebut. Masih banyak anak yang tidak melalui Taman Kanak-kanak sebagai salah satu bagian PAUD untuk bersekolah di SD. Tentu lebih banyak lagi anak yang tidak merasakan layanan PAUD di bawah jenjang TK, padahal itu pun sebenarnya merupakan hak anak. Sungguh, suatu keadaan yang disengaja dan sistematis dalam mengabaikan hak anak untuk mendapat layanan pendidikan.
Proses perkembangan manusia mesti didukung oleh anasir-anasir yang bersifat meningkatkan kualitas manusia tersebut. Oleh karena itu, manusia sejak usia 0 harus mendapat layanan yang bermuara pada meningkatnya kualitas dirinya. Layanan pendidikan adalah yang paling besar pengaruhnya dalam peningkatan kualitas manusia. PAUD berada pada posisi awal dalam peningkatan kualitas yakni masa anak-anak yang akan membawa nilai positif terhadap perkembangan manusia tersebut selanjutnya. Oleh karena itu, sebagai solusi pemerintah harus terus memberikan sosialisasi termasuk dukungan regulasi yang berpihak kepada pemenuhan layanan PAUD kepada anak. Selain itu, infrastruktur pendukung semestinya mendapat bagian penganggaran yang cukup sehingga di setiap desa layanan PAUD tersedia. Masyarakat dan orangtua sebagai “penentu” hak anak terpenuhi atau tidak dalam mendapat layanan PAUD harus memahami betul urgensitas PAUD buat anak dan perkembangannya kelak. Kesimpulannya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi pengabaian terhadap hak anak mendapat layanan PAUD harus terus ditingkatkan. SEKIAN.

213 total views, 1 views today



Harap login untuk Vote UP postingan ini.


  1. Avatar of Botaksakti

    penting ini. Faktanya, pengabaian oleh pemerintah ini mendorong munculnya pihak yang memanfaatkannya sebagai peluang bisnis dan lagi-lagi….masyarakat kecil yang menjadi korban.Salam!

    Botaksakti Komentar pada August 20, 2013 6:23 am

  2. Avatar of Pak Sukani @gurumelekIT

    Terimakasih pak SYUKURSALMAN atas sharingnya. Betul sekali dengan apa yang disampaikan oleh pak Botaksakti dan pak SYUKURSALMAN. Semoga ke depan bisa menjadi lebih baik.

    Pak Sukani @gurumelekIT Komentar pada August 20, 2013 12:37 pm

  3. Avatar of Ramdhan Hamdani

    Pertanyaannya, apakah PAUD selalu identik dengan sebuah pendidikan formal ? Karena pada faktanya tidak semua anak bisa menikmati PAUD karena masalah biaya

    Ramdhan Hamdani Komentar pada September 25, 2013 2:41 pm

  4. Avatar of Pak Sukani @gurumelekIT

    PAUD sekarang sudah mahal biayanya.

    Pak Sukani @gurumelekIT Komentar pada September 26, 2013 1:36 am

  5. Avatar of Bu Etna @gurutematik

    Oh saya kurang mengikuti perkembangan PAUD. Mendengar PAUD sejak awal saya setuju karena pendidikan usia dini amat penting. Dengan adanya program yang ditujukan untuk generasi emas, saya salut namun dalam pikiran saya PAUD itu subsidi pemerintah, jadi tak membayar karena generasi itu diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Ehmm … yayaya gak tahu lagi kalau begitu.

    Bu Etna @gurutematik Komentar pada September 28, 2013 10:53 pm

You must be logged in to post a comment.

Panduan

Mari bergabung dengan Guru Era Baru! Baca panduan disini.

Panduan Bergabung

Klik Disini
Dr. Acer

Punya pertanyaan seputar komputer dan produk Acer lainnya?

Tanya Dr. Acer

Submit