21

PAKPIKPOK BERBUAH UANG SEGEMPOK! (Juara 3 Lomba Inovasi Pembelajaran Nasional) (+4)

Taufik Ibrahim October 28, 2013

PoUang

Halo apa kabarnya guraruers sekalian? Jumpa lagi dengan saya yang kali ini ingin berbagi pengalaman terkait keikutsertaan saya pada momen final Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP Tingkat Nasional 2013 yang di selenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Direktorat Pembinaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar.

Sebagai salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan adalah diselenggarakannya Lomba Inovasi Pembelajaran Bagi Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2013. Lomba ini merupakan ajang kompetisi inovasi pembelajaran dalam pendekatan, model, metode, strategi, dan media pembelajaran dalam rangka memecahkan berbagai masalah pembelajaran di kelas dan meningkatkan mutu hasil belajar siswa. Melalui lomba ini karya-karya inovasi yang terpilih dapat menjadi rujukan bagi guru SMP untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Adapun secara khusus tujuan diselenggarakannya Lomba Inovasi Pembelajaran bagi Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2013 adalah:

1. memotivasi dan menginspirasi guru untuk melakukan praktik perbaikan pembelajaran;

2. membangun budaya belajar sepanjang hayat, kreatif, inovatif; dan

3. mempublikasikan dan mendesiminasikan pengalaman terbaik dari hasil inovasi pembelajaran guru.

Belezza09

Bellezza304

Setelah menunggu beberapa bulan lamanya akhirnya terpanggillah 99 Nominator guru terpilih dari seluruh Indonesia dari kurang lebih 202 Kabupaten/Kota yang mengirim laporan hasil karya inovatifnya ke Kemdikbud untuk mengikuti Final yang berlangsung di Hotel Bellezza Suites, Arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan. Media Pakpikpok Edu Games dan karya inovasi pembelajaran lainnya yang saya kirim, alhamdulillah termasuk yang dipanggil ke final.

Final tahun ini sungguhlah menarik bagi seluruh guru nominator, hal ini dikarenakan Kemdikbud sangat mengapresiasi seluruh karya inovasi yang masuk final, yaitu dengan memberikan uang pembinaan sebesar 8,5 juta rupiah serta imbal prestasi berupa laptop baru. Disamping itu pula transport yang lumayan pun diterima seluruh nominator. Sedangkan dari 99 finalis tersebut akan dipilih 10 juara yang akan mendapatkan uang yang jumlahnya sangat besar berkisar dari 15 juta sampai dengan 35 juta per orang. Selain itu pula seluruh finalis atau 99 nominator ditempatkan di hotel berbintang lima, Bellezza Suites Hotel yang memiliki fasilitas cukup ‘wah’ khususnya bagi para guru yang kesehariannya berada di gedung sekolah.

hadiahuang

Final berlangsung selama 5 hari dari tanggal 22 sampai dengan 26 Oktober 2013. Selama final berlangsung seluruh peserta harus menghadapi penilaian kedua setelah penilaian pertama yaitu penilaian laporan karya inovatif yang bobotnya 60%. Nah, di final tersebut ada dua tahap lagi yaitu penilaian tes tertulis berbobot 10% berisi tentang Kompetensi Paedagogik 50 soal dan Kompetensi Profesional 50 soal.  Tes tulis tersebut berlangsung di hari kedua, sedangkan tahap ketiga atau terakhir berbobot 30% berlangsung di hari ketiga dan keempat dimana para finalis mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya inovatifnya di hadapan 5 dewan juri yang terdiri dari kalangan akademisi profesional dan para pakar bidang pendidikan.

Bellezza318

 

Belezza41

 

Juara 3-3

Bertemu dan bertukar informasi antar finalis yang merupakan para guru inovator terbaik se-Indonesia merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami para finalis apalagi, saya banyak menemukan banyak cerita pengalaman para guru di daerah yang begitu menginpirasi, semisal pengalaman finalis dari Bengkulu yaitu Bpk. Gandhi Harianto yang ternyata menjadi satu-satunya finalis dari bidang studi penjasorkesyang berhasil lolos ke final dan ini menjadi momen berharga bagi beliau yang mendapatkan respek dari hampir semua finalis karena sejujurnya kami sangat jarang melihat guru penjasorkes yang mau bersusah payah untuk melakukan inovasi pembelajaran. Pengalaman menarik lainnya juga saya dengar dari cerita para guru yang berasal dari daerah lainnya seperti kisah Pak Suryanto di Sorong, Papua, Pak Eka Purjiyanta dari Demak, Pak Trisno Widodo dari Kota Bogor, dan lain-lain menambah khazanah keilmuan yang sebelumnya sangat jarang saya temui di lingkungan kerja saya. Secara umum para finalis saya nilai sebagai para guru yang sangat peduli dengan citra profesinya terutama karya inovasi mereka yang benar-benar menginspirasi.

Sebenarnya, saya berangkat ke final tersebut dalam kondisi kurang fit baik secara fisik dan psikis. Hal ini disebabkan saya baru saja kehilangan sahabat dan rekan kerja saya di sekolah yaitu Pak Udi Sujana (Staf TU sekolah) yang wafat tepat di hari pembukaan final lomba saat saya di Jakarta. Kesedihan yang mendalam saya rasakan saat pembukaan final berlangsung di aula pertemuan sebab saya tidak sempat ikut ke Sukabumi menyaksikan pemakaman rekan saya tersebut. Ini dikarenakan saya telah mendapatkan tugas dari Dinas Pendidikan Kota Depok dan Provinsi Jawa Barat untuk mewakili ikut final. Konsentrasi saya sempat terpecah karena sedih kehilangan rekan kerja diitambah lagi kondisi fisik saya yang menurun drastis setelah pekan-pekan yang sibuk di pekerjaan dinas sebelum final berlangsung.

Namun, karena mengingat untuk menjalankan tugas dari Disdik Kota Depok serta rasa ingin ‘menggembirakan’ pihak sekolah yang sedang berduka menjadikan energi tersendiri bagi saya untuk menampilkan yang terbaik. Alhamdulillah Allah SWT memberikan berkahnya dengan kepulihan bagi saya tepat di hari dimana saya harus berpresentasi dan tanya jawab bersama dewan juri yaitu hari Kamis 24 Oktober 2013. Saya menjadi peserta yang termasuk terakhir berpresentasi, ini dikarenakan kondisi saya yang kurang fit di hari sebelumnya.

Pada hari keempat, Jumat 25 Oktober 2013 sekitar pukul 10.00 WIB mulailah acara pengumuman dilaksanakan, sebenarnya saya pun sudah pasrah setelah kondisi saya yang kurang fit di final kali ini, bagi saya yang terpenting adalah menjalankan tugas dari Disdik Kota Depok telah saya upayakan yaitu menjalankan tahap Tes Tulis dan Tes Presentasi. Namun, alhamdulillah saat pengumuman dibacakan, hampir tidak percaya rasanya saat pengumuman berlangsung Karya Inovasi Pembelajaran saya berhasil masuk Top Ten (10 Terbaik) dan di sepuluh besar tersebut berada di peringkat 3 atau juara ketiga nasional.

Ada yang menarik jika melihat komposisi para juara di 10 terbaik, dimana guru-guru dari Jawa Tengah begitu mendominasi dengan menempatkan 6 gurunya di 10 besar, sedangkan Jawa Barat hanya 2, Jawa Timur 1 dan Kalimantan Selatan 1 guru. Nampaknya, saya harus belajar banyak dari budaya pendidikan yang telah tumbuh dan berkembang di Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Belezza35

Namun begitu, saya tetap bersyukur, karena dari awalnya hanya coba-coba membuat Edu Games sederhana dengan Power Point dan inovasi pembelajaran lainnya ternyata mendapat apresiasi dari pemerintah dalam hal ini pihak Kemdikbud Pusat.

Yap! Pakpikpok berbuah uang segempok!

Terima kasih buat para siswaku yang telah mempraktekkan berbagai inovasi pembelajaran yang telah saya buat! Terima kasih juga buat rekan guraruers yang telah sempat mendokan saya!

Salam Inovasi! :)

http://taufikibrahim.wordpress.com/

 

5,122 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (21)

  1. Avatar of Ms. Resty

    Luar biasa, inilah salah satu manfaat di guraru bisa saling berbagi dan menginspirasi.

    Mapel IPS memang sarat dengan materi, untuk itulah perlu kreativitas guru untuk mengemas materi yang padat ini menjadi sesuatu yang menarik.

    Terima kasih pak Taufik, mudah-mudahan saya bisa seperti bapak.

    Salam Kreatif ! :)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!