3

Pagar Hati Aja Ya pak/bu (+3)

Saleh Mendidik September 14, 2014

agar Hati Ya pak/bu!

Bismillah

Mungkin ini kata yang tepat untuk sekolah kami,kalau waktu lalu pak Kasmadi menulis tentang pagar saya juga menulis pagar hati yang tepat pagar hati bapak dan ibu guru.

disekolah saya di tempa banyak calon pemimpin bangsa untuk masa depan, ada yang berprestasi ,dan hampir semua alumni meneruskan sekolah Tak jarang Out put nya pun ada yang jadi anggota Mpr dan ada yang jadi perawat ,bidan,Guru, entahlah tak bisa ngitungnya.

Banyak kemajuan dari perubahan pemikiran masyarakat bahwa pentingnya pendidikan, mereka berlomba-lomba menyekolahkan putra putrinya untuk memberikan bekal di masa depan,mungkin saya merasa kasihan kalau melihat jadwal mereka, lebih padat dari jadwal seorang dosen .

pagi sampek jam 12.00 di sekolah SD, jam 13.00 ke Madrasah sampek Pukul 17.00 setelah itu terus ke musolla atau pondok terdekat mengaji dan harus nginap pulang esok lepas sholat subuh

ada yang ikut tahfidz, dan banyak program keagamaan laiinya di musolla atau pondok.

dan hasilnya banyak yang meneruskan ke PT nya diterima Bidik misi di ITS surabaya.

  Pagar hati maksud saya guru yang memonitor siswa karena dengan  kasih sanyang guru pendidikan akan

lebih terserap ilmunya, dalam arti kata kita bukan hanya sebagai guru tapi juga selaku orang di sekolah.

Ini sekolah kami bapak Ibu SDN Tagengser Laok 4 Kec, Waru Kab. Pamekasan
Ada jalan Raya yang memosahkan lokal sekolah kami jadi guru Ekstra hati-hati menjaga anak-anak

Kegiatan kerja kelompok ini sangat efektif mengasah kreatifitas anak

karena buku tematik nya belum sampek jadi anak-anak kelas 5 nulis dipapan.

semuga dengan dimuatnya ini ada perhatiaan pemerintah tentang buku siswa yang telat sampek kasihan nulis terus kapan belajarnya nanti namanya bukan tematik ,
terimakasih kepada semua saudara guraru se indonesia dengan bergabung di tempat ini saya dapat banyak semangat dan ilmu mohon maaf kalau penulisan salah karena taraf belajar.

1,360 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (3)

  1. Subhanallah. Bpk, anak2 itu sudah belajar secara tematik integratif. Bahkan tingkat tinggi. Mereka berani dan mampu menulis rangkaian kata, rangkalian kalimat, paragrap demi paragrap, yang tak mudah dilakukan, sebab memerlukan pembiasaan. Mereka menjadi terbiasa, nalarnya jadi panjang, peta pikirannya terbentuk alami. Keterkaitan perasaan di otak kecil dan pikiran di otak besar terjalin sejalan dengan keihlasan, kesabaran mereka belajar apa adanya. Rasa syukur yang sederhana terus berkembang, beranak-pinak. Hebat sekali, tak mudah berkreasi seperti itu bpk. Selamat untuk pak Saleh dan seluruh warga sekolah. Teruskan perjuangan tsb, pendidikan tak bisa dilakukan dengan duduk termenung menunggu dan menunggu, sebab waktu bjalan terus. Sekali lagi selamat, thx sharingnya. Salam sukses selalu.

  2. terimakasih bunda saya merasa terharu atas sarannya ternyata hal ini tak menyimpang ya bu , kemarin saya sudah foto kopy buku kerja siswa yang pinjam punya teman ternyata satu tema biayanya cuma Rp 5000 dan wali murid tak merasa berat dan anak mulai terangsang . dan mulai semangat ya itu sekolah say bu 76 km dari rumah tapi saya berusaha jam 06.00 pagi sudah sampek. saya stel lagu anak yang bunda stel digital book bu wah anak- anak semangat.
    salam dari semua teman guru untuk bunda mohon banyak tulisan dan bimbingan terimakasih.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar