1

Optimalkan Potensi Otak Anak (+3)

Daryo Susmanto March 17, 2015
IMG_4953

Dokumentasi Penulis

Berbicara otak, mungkin semua jenis hewan memilikinya termasuk manusia. Lalu hal yang dilebihkan pada manusia adalah kegunaan otaknya untuk berpikir. Sedangkan hewan lainnya sebatas untuk memenuhi kebutuhan secara naluriah.

Otak manusia terdari atas otak primitif, otak tengah, dan neocortex. Otak primitif (otak reptil) membuat manusia mampu bernafas dan jantung berdegup, serta menyuruh manusia melawan atau lari saat terancam bahaya. Adapun otak tengah (otak mamalia) adalah bagian yang mengendalikan sistem hormon, sistem kekebalan, seksualitas, dan emosi kita. Sedangkan otak neocortex (otak berpikir) memiliki semua kapasitas untuk belajar dan mengingat apa pun yang kita mau.

Mungkin kita juga kerap mendengar orang yang mengatakan pada orang lain dengan penuh cacian sindirian, atau makian, seperti “Dasar tidak punya otak!”, “Pakai dong otaknya!”, atau “Otak simpannya di kepala bukan di lutut!”. Kata-kata tersebut membuktikan bahwa sebagai manusia kita memang memiliki otak, namun kerap tidak kita gunakan potensi otak tersebut semaksimal mungkin.

Mengapa banyak anak belum mampu mengoptimalkan potensi otaknya yang sangat luar biasa? Ada beberapa alasan mengapa anak tidak menggunakan potensinya. Di antaranya sebagai berikut.

  1. Tidak memiliki kepercayaan diri

Ketidakpercayaan diri pada anak dapat disebabkan perasaan yang dirasakan oleh anak. Bisa jadi anak merasa kekurangan baik secara fisik, ekonomi, maupun sosial sehingga anak mengalami kesulitan untuk memaksimalkan potensi otaknya.

  1. Malas

Sikap malas ini kerap dipengaruhi lingkungan yang tidak kondusif. Di rumah atau di sekolah mungkin keadaannya kurang nyaman, tidak ada aktivitas yang mampu menggerakkannya sehingga anak lari ke sikap acuh dan malas. Mereka kemudian hanya bermain handphone atau game.

  1. Tidak mengetahui teknik belajar yang efektif

Saat anak memiliki motivasi cukup tetapi dia tidak mengetahui teknik belajar yang efektif bagi dia, maka potensi otaknya pun kurang terasah.

  1. Tidak belajar sesuai dengan gaya belajarnya

Setiap anak kerap memiliki gaya belajarnya sendiri. Ada anak yang enjoy belajar dalam kondisi tenang ada pula yang sebaliknya, misal sambil mendengarkan musik. Saat anak dengan gaya belajar tertentu dipaksa harus belajar dengan gaya belajar yang kurang sesuai, maka akan terjadi kelambanan.

Itu beberapa hal yang dapat mempengaruhi kurang optimalnya potensi otak pada anak-anak. Kondisi tersebut dapat terjadi di lingkungan rumah maupun sekolah. Tugas orang dewasa yang ada di sekitarnya adalah mendampingi dan mengarahkan potensi otak anak tersebut biar optimal. Sebagai orang dewasa upayakan jangan terlalu memaksakan anak belajar dengan gaya atau pengalaman kita sendiri, apalagi sampai keluar caci maki. Semoga anak-anak kita mampu menemukan potensi yang ada pada otaknya. (DS-PP)

1,481 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!