4

Optimalisasi Peran Teknologi dalam Pembelajaran (+2)

Tamzir May 23, 2017

Tes

Kehidupan manusia tidak terlepas dari teknologi, namun perkembangan teknologi takkan pernah terlepas dari manusia. Manusia yang berkembang adalah manusia yang selalu belajar dari setiap yang dialami, dirasakan, dan dipikirkannya.

 

Perkembangan teknologi saat ini tidak dapat dibendung lagi. Perkembangan teknologi ini seakan lebih pesat dibandingkan perkembangan manusia. Manusia harus berusaha semaksimal mungkin untuk mengimbangi perkembangan tersebut agar tidak tertinggal jauh. Sekarang ini, segala apek kehidupan tidak terlepas dari pengaruh teknologi, termasuk aspek pendidikan.

Aspek pendidikan yang bersentuhan langsung dengan siswa tak luput dari pengaruh perkembangan teknologi bahkan hubungan keduanya sangat erat. Para siswa disuguhi berbagai macam produk teknologi yang semakin berkembang. Padahal, produk teknolgi tersebut bagaikan pisau bermata dua, bisa memberikan manfaat; bisa memberikan mudarat (petaka). Oleh karena itu, peran guru dan orang tua sangat dibutuhkan agar siswa dapat mengambil sisi positif dari perkembangan teknologi tersebut.

Siswa atau remaja merupakan lahan basah, lahan yang paling subur untuk pasaran berbagai produk teknologi. Anak-anak tidak ingin tertinggal dengan perkembangan teknologi yang ada. Mereka terkadang akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan produk teknologi yang baru. Guru di sekolah harus mempersiapkan diri untuk mengimbangi semua itu dan dan tetap menjadi model nyata bagi siswa, termasuk memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran misalnya, guru harus cakap dalam menyajikan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.

Ada pun produk teknologi yang paling akrab dengan guru saat ini adalah komputer, laptop, atau notebook. Berbagai perangkat dan media pembelajaran dapat dibuat dengan adanya komputer ini. Selain itu, berbagai fitur dapat dimanfaatkan dalam menyajikan materi pelajaran. Salah satu fitur yang paling familier digunakan adalah microsoft power point (PPT). Fitur ini pun terus mengalami perkembangan sehingga lebih mendukung proses dan hasil pembelajaran.

Dengan media pembelajaran yang beragam, siswa akan termotivasi mengikuti proses pembelajaran. Motivasi belajar siswa dapat tumbuh jika menggunakan media pembelajaran yang tepat. Misalnya, penggunaan video proses terbentuknya manusia sebagai media pembelajaran biologi, video pembacaan berita untuk aspek berbicara dalam pelajaran bahasa Indonesia dan berbagai media pembelajaran berbasis IT dalam berbagai mata pelajaran lainnya. Semua itu dilakukan agar dapat menarik minat belajar siswa sehingga siswa tidak hanya sekadar membaca teori atau mencermati gambar yang ada dalam buku paket. Selain itu, penyajian materi pelajaran dengan gambar, animasi, atau flash juga dapat memusatkan perhatian siswa. Dengan kondisi psikologis yang nyaman, materi ajar yang ditampilkan dapat dengan mudah diserap oleh siswa.

Bahkan beberapa pembelajaran diatur dengan menggunakan aplikasi berbasis daring ‘online’ dan luring ‘offline’. Guru harus memanfaatkan hal itu dengan menyediakan pembelajaran yang menggunakan aplikasi secara daring atau luring. Misalnya aplikasi luring berupa kuis dan teka-teki silang, sudoku, atau bentuk alatihan lainnya yang sesuai dengan pelajaran masing-masing. Dengan begitu, siswa akan mudah mengaksesnya melaui gadget mereka di mana saja dan kapan saja tanpa terhalang koneksi internet atau pun paket data yang semakin hari semakin mengalami peningkatan harga. Siswa tidak terbebani lagi dengan kata “PR”. Slogan masa lalu, “Bermain sambil belajar” dapat dihidupkan kembali.

Apalagi saat ini, semua kegiatan seolah dipersiapkan untuk menggunakan komputer dan jaringan internet. Sekarang sedang gencar-gencarnya dilaksanakan tes dan pelatihan daring, baik untuk guru maupun siswa. Misalnya tes guru, terdapat Uji Kompetensi Guru (UKG) dan Olimpiade Guru Nasional (OGN) yang menggunakan jaringan internet. Selain itu, terdapat pula tes untuk siswa, yaitu Ujian Nasional Bebrbasis Komputer (UNBK). Bahkan ke depannya, tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pun akan dilaksanakan daring.

Sayangnya, tidak semua produk teknologi ini dapat dinikmati oleh semua guru dan siswa di Indonesia. Masih banyak guru dan siswa yang belum memiliki produk teknologi tersebut, bahkan belum mampu mengoperasikannya. Pengetahuan mereka tentang komputer masih sangat minim. Jangankan untuk menggunakan PPT dalam pembelajaran, mengetik saja di word belum terlalu lancar. Mereka belum mampu mengoptimalkan komputer dan fitur-fiturnya serta produk teknologi lainnya sebagai media pembelajaran. Padahal, produk teknologi tersebut sangat membantu dalam proses pembelajaran.

Pelatihan tentang optimalisasi teknologi dalam pembelajaran sangat dibutuhkan, bukan hanya di perkotaan tetapi juga di daerah-daerah pelosok. Apalagi saat ini, perkembangan teknologi begitu pesat. Jangan sampai perkembangan tersebut menjadi jurang pemisah antara sekolah di kota dan sekolah di daerah yang sederhana. Apabila semua guru dan siswa telah memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, tujuan pembelajaran, bahkan tujuan pendidikan nasional, akan mudah tercapai. Tidak ada lagi keterbasan mengenai pemerataan informasi, terutama dalam bidang pendidikan.

 

*) Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

 

 

1,639 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar