15

Observasi Hingga Kegiatan Membersihkan Sungai Deli, Belajar Mencintai dan Melestarikan Alam Sekitar (+6)

oloan May 19, 2015

Sungai Deli, merupakan salah satu sungai besar yang melewati tiga wilayah daerah aliran sungai (DAS). Namun, tidak begitu banyak yang tau dimanakah Hulu sungai Deli yang melintasi Kota Medan. Hulu sungai Deli ini ada di kaki gunung Sibayak yang dipenuhi dengan pemandian air panas Raja Bernegh Kabupaten Karo, melintas ke Kabupaten Simalungun, melewati Deli Serdang dan Serdang Bedagai di tengah dan Kota Medan sebagai hilir dari sungai ini hingga bermuara di laut Belawan dengan panjang 76 kilometer. Sekilas tentang Sungai Deli salah satu Sei kebanggaan kota Medan.

Sungai Deli ini juga melintas dan tepat berada di belakang SMA N 13 Medan, yang menjadi kewajiban warga sekolah, artinya guru dan siswa memiliki tanggung jawab besar untuk melestarikan air sungai ini agar tetap bersih dan dapat digunakan oleh warga masyarakat sebagai alternatif air minum untuk masa depan, tidak hanya sekedar tempat mandi, cuci, kakus. Bahkan, yang paling ironis sungai-sungai sudah menjadi tempat pembuangan sampah, limbah rumah tangga, bahkan limbah industri.
Mengamati Kualitas Air Sungai Deli di Sekitar Sekolah

Air sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia di muka bumi ini, bagaimana tidak, setiap kebutuhan hidup yang kita jalani pasti membutuhkan air. Air tidak hanya berguna bagi kebutuhan hidup manusia, tetapi mahluk hidup lainnya seperti hewan dan tumbuhan juga sangat membutuhkan air. Sepertiga bumi yang kita tempati ini terdiri dari beragam jenis air, air laut (asin), air sungai, danau dan kali (air tawar). Untuk mendistribusikan air kepada masyarakat, alam telah menyediakan sebuah jalur, yaitu Sungai.

Nah, untuk melestarikan air sungai yang melintasi sekolah kami, cara yang kami lakukan dengan pendekatan Ilmiah, yaitu dengan mengadakan pengataman terhadap kualitas air sungai Deli dengan menggunakan Indikator World Water Monitoring Day yang alatnya dibuat oleh Lamotte Company bekerjasama dengan ENO yang dihadiahkan ke sekolah kami.

Lalu bagaimana caranya mengetahui kualitas air Sungai Deli? Menurut ahli, Citra R (2011), Kualitas Air adalah Kondisi Kualitatif Air yang diukur dan/atau di uji berdasarkan parameter-parameter tertentu dan metode tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 1 keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 115 tahun 2003). Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu (O-fish, 2010). Paramater yang digunakan, dapat dilihat pada tabel berikut :

Parameter dan hasil penelitian Air Sungai Deli. DOk Pri

Parameter dan hasil penelitian Air Sungai Deli. DOk Pri

Penelitian ini langsung dilakukan oleh komunitas Ekskul KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) di SMA N 13 Medan, ini foto mereka sampai di lokasi penelitian :

Sampai di tempat Penelitian

Sampai di tempat Penelitian

Gambar saat penjelasan pemakaian Indikator warna yang akan disesuaikan dengan perubahan warna setelah diberi perlakuan terhadap sampel air sungai dengan menggunakan Indikator World Water Monitoring Day yang dibuat oleh Lamotte Company bekerja sama dengan ENO :

Memberikan penjelasan penggunaan alat World Water Monitoring Day

Memberikan penjelasan penggunaan alat World Water Monitoring Day

Gambar pengambilan air sungai untuk uji pH dan kelarutan Oksigen Sungai Deli :

Gambar Pengambilan air untuk contoh sampel penelitian

Gambar Pengambilan air untuk contoh sampel penelitian

Gambar saat memasukkan tablet indikator uji Oksigen Terlarut ke dalam air sungai Deli :

Cara Pengujian pH dan kelarutan Oksigen air sungai deli

Cara Pengujian pH dan kelarutan Oksigen air sungai deli

Oksigen terlarut atau DO air Sungai Deli setelah diukur dengan memasukkan 2 tablet indikator ke dalam tabung yang di keluarkan oleh Lamotte Company, setelah tablet indikator larut maka terlihat perubahan warna pada air menjadi putih kemerah mudaan . Warna putih kemerah mudaan pada indikator nenunjukkan Kelarutan Oksigen pada skala 0 – 4 mg/l.
Menurut Soemarwoto (2004) semakin rendah oksigen terlarut dalam suatu perairan merupakan indikasi perairan itu tercemar. Oksigen terlarut menurun karena persediaan oksigen terlarut di gunakan oleh bakteri aerob untuk mendekomposisikan senyawa-senyawa terlarut di dalam air. Bilamana kondisi ini berlangsung terus maka proses penguraian/dekomposisi akan berlangsung secara anaerob yang menghasilkan senyawa toksit dan menimbulkan bau yang busuk.
Berdasarkan referensi Soemarwoto di atas, sungai deli pada tanggal 2 Maret 2014 belum tercemar berat karena belum mengeluarkan bau yang busuk, namun sudah tercemar ringan karna pada indikator memperlihatkan perubahan warna kearah putih kemerah mudaan (0-4 mg/l). Namun pada indikator yang dibuat oleh LamottoCompany angka 2 tidak ada, yang ada hanya 0 mg/l warna putih; 4mg/l merah muda dan 8 merah cerah.
Menurut Jeffries/Mills (1996) kualitas air berdasarkan Oksigen terlarut:

Gambar Tabel Jeffries/Mills (1996) kualitas air berdasarkan Oksigen terlarut. Dok Pri

Gambar Tabel Jeffries/Mills (1996) kualitas air berdasarkan Oksigen terlarut. Dok Pri

Berangkat dari kualitas air berdasarkan oksigen terlarut menurut Jeffries/Mill diatas maka dapat di simpulkan Sungai Deli yang berada di sekitar SMA Negeri 13 Medan hanya tercemar sedang (2,0 – 4,0 mg/l).

Gambar saat memasukkan tablet indikator pH pada air Sungai Deli

uji tabung pH

uji tabung pH

Gambar saat mengidentifikasi perubahan warna pada air sungai setelah di beri perlakuan dengan tablet uji pH menggunakan Indikator World Water Monitoring Day yang dibuat oleh Lamotte Company bekerja sama dengan ENO.

Gambar hasil pengujian

Gambar hasil pengujian

Setelah air sungai Deli diuji dengan indikator;yaitu dengan satu tablet yang dimasukkan kedalam tabungyang dikeluarkan oleh Lamotto Company maka pH air Deli tencatat 8 (bereaksi basa).
Menurut Suseno (1974) perairan basa (7 – 9) merupakan perairan yang produktif dan berperan mendorong proses perubahan bahan organik dalam air menjadi mineral-mineral yang dapat diassimilasi oleh fitoplankton.pH air berfluktuasi mengikuti kadar CO2 terlarut dan memiliki pola hubungan terbalik, semakin tinggi kandungan CO2 perairan, maka pH akan menurun dan demikian pula sebaliknya. Fluktuasi ini akan berkurang apabila air mengandung garam CaCO3 (Cholik et al., 2005).

Gambar saat akan menguji suhu air sungai Deli :

menguji suhu air sungai

menguji suhu air sungai

Suhu air sungai Deli pada saat di ambil, pada indikator memperlihatkan suhu 280C. Suhu air berkorelasi denga DO.
Menurut Brown dan Gratzek(1980) jika batas suhu yang mematikan terlampaui, maka akan menyebabkan ikan dan hewan air lainnya mati. Kenaikan suhu perairan juga menurunkan oksigen terlarut dalam air, memberikan pengaruh langsung terhadap aktivitas ikan disamping akan menaikkan daya racun suatu polutan terhadap organisme perairan.
Selanjutnya Kinne (1972) menyatakan bahwa suhu air berkisar antara 350C – 400C merupakan suhu kritis bagi kehidupan organisme yang dapat menyebabkan kematian. Menurut Gery anto (2013) suhu yang baik untuk pemeliharaan ikan berkisar antara 25 – 31ºC.

Gambar pengamatan kecerahan / kekeruhan dengan indikator turbidity :

Pengamatan Kecerahan Air sungai

Pengamatan Kecerahan Air sungai

Turbidity (kecerahan/Kekeruhan) Sungai Deli setelah di ukur dengan indikator yang dikeluarkan oleh Lamotti Company adalah pada level 40 NTU (nephelo metrix turbidity unit) atau JTU (jackson turbidity unit) atau FTU (formazin turbidity unit). Ilyas yusuf (2012) Kekeruhan air > 10 JTU/ NTU/FTU maka kekeruhan akan terlihat secara visual.
Turbiditas digunakan untuk menyatakan derajat kecerahan/kekeruhan di dalam air yang disebabkan oleh bahan-bahan yang melayang. Kekeruhan biasanya terdiri dari partikel organik maupun anorganik yang berasal dari DAS (Daerah Aliran Sungai) dan resuspensi sediment di dasar danau (Thorikul huda. 2009).

Gambar pengukuran suhu udara sekitar lokasi penelitian :

Pengukuran suhu udara

Pengukuran suhu udara

Pada saat penelitian tanggal 2 Maret 2014 suhu di sekitar sungai Deli menunjukkan 340C.

Gambar Pembuatan lokasi penelitian dan lokasi penelitian :

Gambar penentuan lokasi penelitian dengan menggunakan media Teknologi Informasi dan Komunikasi

Gambar penentuan lokasi penelitian dengan menggunakan media Teknologi Informasi dan Komunikasi

penentuan lokasi penelitian 2

penentuan lokasi penelitian 2

lokasi penelitian di GoogleEarth

lokasi penelitian di GoogleEarth

Kesimpulan
Setelah dilakukan pengukuran pada tanggal 2 Maret 2014 dengan menggunakan indikator World Water Monitoring Day yang dibuat oleh Lamotte Company bekerja sama dengan ENO, maka:
1. Oksigen terlarut berada pada skala 0 – 4 mg/l. dari perubahan warna dan kajian pada referensi yang ada maka Oksigen terlarut air Sungai Deli berkisar 2 mg/l; berarti air sungai Deli tercemar sedang.
2. pH air 8 (bereaksi basa); masih baik untuk kehidupan ikan dan biota lainnya
3. Suhu air 280C; masih baik untuk mendukung kehidupan ikan dan biota air lainnya.
4. Turbidity 40 NTU (nephelo metrix turbidity unit) atau JTU (jackson turbidity unit) atau FTU (formazin turbidity unit). Ilyas yusuf (2012) Kekeruhan air > 10 JTU/ NTU/FTU sehingga kekeruhan air terlihat secara visual.
5. Suhu udara sekitar sungai Deli menunjukkan 340C.

Nah, ini adalah cara yang dilakukan oleh Guru berkolaborasi dengan para peserta didik untuk tidak hanya belajar teori tentang pendidikan lingkungan hidup, namun dapat diaplikasikan, dapat diterapkan dalam kehidupan sehar-hari dengan mencintai lingkungan sekitar, juga belajar melestarikan alam, khususnya lingkungan air hingga menjadi pembelajaran yang menarik bagi masa depan yang lebih baik.

Kegiatan Bersih-Bersih Kawasan Sungai Deli
Setelah melakukan uji coba sederhana, ternyata kami melihat disepanjang lintasan sungai banyak sampah menumpuk. Sampah organik maupun anorganik seperti plastik, botol kaleng minuman, bantal, kasur, tempat tidur bekas, bahkan bangkai lemari es dilempar ke sungai ini. Ternyata untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk ikut melestarikan sungai sangatlah tidak mudah.
Disamping kegiatan yang digambarkan seperti dibawah, sekolah juga mengajak warga lewat spanduk yang dibentangkan disekitar kanal sungai depan sekolah.

mengambil sampah anorganik, plastik dari DAS

mengambil sampah anorganik, plastik dari DAS

Siswa yang ambil bagian membersihkan sampah

Siswa yang ambil bagian membersihkan sampah

bergotong royong membersihkan sampah

bergotong royong membersihkan sampah

Sampah dari sungai yang telah dikumpulkan di serahkan agar dibuang ke TPA.

Sampah dari sungai yang telah dikumpulkan di serahkan agar dibuang ke TPA.

Semoga bermanfaat…..!!!!
Medan, 19 Mei 2015

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

guraru-324x324

1,782 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (15)

  1. Avatar of oloan

    mas Abdul Muis..makasih yah mas, iah mas, kita harus bisa memberikan pembelajaran langsung kepada peserta didik agar tetap mampu mencintaik lingkungan sekitar dengan baik, walau dari hal-hal yagn terkecil..salam mas Abdul Muis makasih atas votenya…

  2. Avatar of oloan

    salam hangat mas susantochimi…wah menurut saya kalau kita guru hebat atau tidak itu penilaian orang lain mas, yang penting kita tetap harus berbuat dan bekerja sesuai dengan tugas dan pokok kita masing-masing :)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!