8

Muridku (+5)

Damayanti May 20, 2015

HITA NA

Oleh: Damayanti

Wahai muridku, bersediakah kau mendengar?
Dengan apalagi kan ku buktikan,,,?
rasa cinta dan sayangku kepadamu
Selalu kuawali hariku dengan berharap,
Agar kau bisa mengerti materi yang akan kujelaskan

Tiap hari kumelihat kenakalanmu,
Keusilanmu, kegelisahanmu, tingkahmu yang lucu.
Kadang kala kamu membuatku marah,
Tak jarang pula kau buatku tertawa.

Tiap hari kuperhatikan perkembanganmu,
Walau kadang kamu kasar, tidak hormat, keras kepala.
Seribu satu cara telah kulakukan untuk mengubahmu.
Tapi kuharap suatu saat kau kan menyadarinya.

Jangan pernah memintaku tuk membencimu,
Ku tahu kau bosan dengan nasehatku,
Catatanmu yang berantakan,
Tugas dan PR yang tak kau kerjakan.
Membuatku geram dan hampir putus asa.

Tahukah kau betapa pedulinya aku terhadapmu?
Kau mungkin tidak tahu,,,,
Atau mungkin tidak pernah menyadarinya?
Lihatlah dulu diriku,,,
Ku bolak-balik mempersiapkan materi,

Menjelaskan kepadamu, memberimu motivasi,
Mengajakmu memberikan pendapat,
Mempersiapkan alat peraga,
Semuanya kulakukan untukmu

Jika engkau datang kerumahku,
Lihatlah kertas jawabanmu menari-nari dimejaku,
Kadang kala aku habiskan berjam-jam membaca jawabanmu,
Tulisanmu yang kadangkala seperti benang kusut,
Jawabanmu yang asal-asalan hampir membuat

Keningku berkerut dan bingung.
Aku tak berharap apa-apa darimu selain…,
Keberhasilanmu, yang kuharap,,,,,
Kau dapat hidup dengan bekal yang kupersiapkan.
Kau menjadi pribadi yang berguna……

Jika kau tak ngerti pelajaran yang kusampaikan,
Aku siap membantumu,,,,,
Jika kamu ingin saran atas tugasmu,
Hubungi aku dinomor kontakku.

Wahai muridku,,,,,,maukah kau berjanji?
Untuk tetap tekun belajar?
Kusudahi puisiku dengan doa yang tulus untukmu,
Ku mencintaimu.

3,156 total views, 10 views today

Tagged with: ,

Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (8)

  1. Buat teman-teman guru, terima kasih telah memberikan pujian bagi saya.

    Buat puisi tidak susah kok. Pakailah perasaan yang mendalam dan cobalah menuangkan segala perasaan dan pikiran Anda melalui bahasa yang sederhan dan puitis. Jangan dalam keadaan terburu-buru karena puisi itu kan seni. Seni membutuhkan gairah dan waktu, tidak boleh dipaksakan.

    Selamat mencoba!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar