Artikel Pilihan

Pengumuman Pemenang Artikel Pilihan 3 Besar di Bulan Juni 2014

Assalamualikum Wr. Wb. Selamat siang guraruers, semoga sehat selalu dan…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Pengumuman tema tulisan bulan Juli 2014 di guraru.org

Selamat pagi guraruers, Semoga kebahagian dan keberkahan selalu tercurahkan kepada…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Membuat Quiz Matematika Online Alternatif Dengan That Quiz

Semakin berkembangnya dunia IT merambah juga pada dunia pendidikan. Sekarang…

Selengkapnya

Aktivitas
Home > Aktivitas […] LainnyaMengajar kreatifPendidikan AgamaTeknologiTips dan rekomendasi > Model Pembelajaran ”ISLAM+XL”, Belajar dan Mengajar PAI Menjadi Lebih Efektif dan Bermakna (1)

Model Pembelajaran ”ISLAM+XL”, Belajar dan Mengajar PAI Menjadi Lebih Efektif dan Bermakna (1) (+5)

Love

Mungkin bagi sebagian orang, 2 gambar tersebut diatas dianggap sesuatu yang tidak begitu penting. Namun, saya cukup terharu dan bahagia tatkala mendapati tugas laporan serta lembar ulangan harian siswa yang terukir di dalamnya kecintaan siswa terhadap pelajaran yang saya ajarkan. Adalah sebuah kebahagiaan bagi setiap guru tatkala seorang murid sudah merasa enjoy dan mencintai pelajaran PAI beserta gurunya. Karena selanjutnya diharapkan akan tertanam kecintaan sejati pada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Adalah merupakan tantangan bagi para guru agar senantiasa belajar dan mengajar dengan cinta dan menghargai cinta anak didik kita, serta mengaplikasikan berbagai metode dan media pembelajaran yang variatif serta inovatif agar membantu para siswa untuk mengembangkan potensinya, bukan hanya terfokus pada kecerdasan IQ, namun juga kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).

Idealnya, seorang Guru PAI (GPAI) dituntut memiliki kompetensi serta bisa lebih kreatif dan inovatif agar pembelajaran PAI menjadi lebih bermakna, interaktif, inovatif, menyenangkan, serta sesuai dengan minat dan bakat peserta didik (UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen dan PP No. 19/2005 tentang SNP). Suatu proses pembelajaran yang membutuhkan seorang guru yang bisa menjadi Uswatun Hasanah serta dapat mendidik secara profesional, kreatif, dan inovatif sehingga membuat para siswa mencintai PAI, agamanya yang tentunya akan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-Nahl [16]: 125.

 ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl [16]: 125)

Oleh karena itu, penulis merancang serta menerapkan suatu model pembelajaran di SMPN 1 Kota Bogor. Model pembelajaran tersebut merupakan hasil adopsi dari berbagai model pembelajaran lain, seperti: PAKEM GEMBROT, Quantum Learning, CTL, Cooverative Learning, dll. Selanjutnya penulis mengadaptasi dan menambahkannya sesuai dengan ruang lingkup materi PAI SMP dan agar lebih islami maka penulis menamainya: ”ISLAMI+XL” (Ikhlas, Students Centred, Languages Collaboration, Active & Fun, Modelling & Muhasabah, and ICT Based + Extra Life Skill).

ISLAMI XL

Mungkin sepintas nama model pembelajaran yang saya kembangkan terlalu rumit dengan berbahasa Inggris yang membingungkan. Namun, ini merupakan ilham yang Allah SWT berikan kepada saya tatkala bingung merancang serta mencari nama yang islami khusus untuk mapel PAI. Ba’da sholat Ashar lalu terlintas di benak saya, kalau ingin nama yang islami kenapa tidak dinamai “ISLAMI” saja. Jika nama itu terkesan keinggris-inggrisan, karena “ISLAMI+XL” merupakan singkatan dari beberapa teori maupun pendekatan dalam dunia pendidikan sebagai dasar dikembangkannya model pembelajaran tersebut.

ISLAMI+XL” bukanlah teori tanpa aplikasi, namun suatu model pembelajaran yang dikembangkan dengan dasar teori-teori pendidikan serta telah diujikan dalam praktek pembelajaran di kelas. Implementasi “ISLAMI+XL” diharapkan dapat mewujudkan proses belajar-mengajar yang lebih efektif (dalam bidang akademis, mampu meningkatkan prestasi siswa) dan lebih bermakna (dalam bidang non akademis, walaupun pembelajaran dengan waktu singkat (2 jam pelajaran tiap minggunya) tapi pembelajaran cukup menyenangkan, bisa tertanam dan membekas dalam hati para siswa, serta memberikan life skill bagi para siswa). Alhamdulillah, hasilnya PAI menjadi mata pelajaran yang diidolakan oleh para siswa berdasarkan hasil penelitian (angket) tentang Guru Idola dan Evaluasi PBM SMPN 1 Kota Bogor Tahun 2010[1], sbb:

Angket Guru Idola

KELAS VIII

Angket penggunaan
Metode Mengajar yang Tepat

KELAS VIII

No

Guru/Pelajaran

Suara

%

No

PELAJARAN

Suara

%

1.

RD / PAI

132

1.

Biologi

115

28%

2.

NK / Matematika

104

2.

Matematika

99

24%

3.

SL / IPS

64

3.

PAI

57

14%

KELAS IX
KELAS IX

1.

NK / Matematika

47

1.

Matematika

197

36%

2.

RD / PAI

32

2.

PAI

89

16%

3.

NU / IPA

18

3.

Fisika

54

10%

Selain itu, motivasi belajar para siswa dalam belajar PAI begitu sangat baik sebagaimana terlihat pada hasil angket mata pelajaran yang menggunakan media dan metode pembelajaran yang tepat[2], yaitu sebagai berikut:

MAPEL

PAI

PKn

B. IND

B. ING

MATH

IPA

IPS

PENJAS

SENI

TIK

PTD

B. SUN

PLH

BK

JUMLAH

SUARA

150

5

3

18

43

18

13

 0

5

2

5

2

3

267

%

56.2

1.87

1.12

6.74

16.1

6.74

4.87

0

1.87

0.75

1.87

0.75

0

1.12

100

Berikut ini adalah grafiknya:

Grafik PAI

Hal ini menunjukkan implementasi model pembelajaran “ISLAMI+XL” mampu meningkatkan motivasi belajar siswa yang diharapkan pada akhirnya selain berprestasi secara akademik, siswa mencintai serta mengamalkan ajaran Islam sebagai agamanya dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini adalah komentar (testimoni) siswa terhadap Model Pembelajaran “ISLAMI+XL”:

“Enak, pas terakhirnya kan mudah dimengerti, kelasnya kagak membosankan, menyenangkan….  Mengasyikkan, pelajaran yang dinati-nantikan….”

“Hmm, menurut Elok sih udah bagus pak, ga terpaku sama buku dan lebih menarik karena ngajarnya pake Powerpoint+ film-filmnya. Terus gaya neranginnya juga beda, jadi  lebih ngerti + lebih mudah diaplikasiin….”

Mau lihat video berisi photo-photo dokumentasi Model Pembelajaran “ISLAMI+XL”? Silakan lihat di Menu: Galeri – Video -”ISLAMI+XL”  atau KLIK DI SINI!

Adapun uraian secara singkat tentang Model Pembelajaran “ISLAMI+XL” adalah sebagai berikut:

1.  Ikhlas

Ikhlas
Ikhlas artinya memurnikan tujuan bertaqarrub kepada Allah SWT dari hal-hal yang mengotorinya. Menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan.[3] Ikhlas dalam ketaatan berarti meninggalkan riya.

Seorang guru wajib meluruskan niat karena Allah SWT dalam setiap aktivitasnya, termasuk dalam mengajar. Keikhlasan merupakan suatu motivator kuat bagi guru untuk memberikan yang terbaik bagi para anak didiknya, serta faktor yang membedakan kualitas, kreativitas, serta kinerja seorang guru dengan guru lainnya.

Seorang guru hendaknya mampu membayangkan dirinya berdiri di depan kelas menghadapi calon-calon pemimpin di masa depan. Profesi mulia inilah yang bisa menjadi washilah –dengan izin Allah SWT serta niat yang ikhlas–  masuk ke dalam surga, karena para ulama adalah Warasatu al-Anbiya.

Allah SWT berfirman dalam surat al-Bayyinah [98], ayat 5:

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian Itulah agama yang lurus.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ “إِلَيْهِ

“Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan masing-masing orang tergantung apa yang ia niatkan….” (HR. Al- Bukhari).

2.  Students Centred

S
Setiap siswa mempunyai keunikan sendiri dalam mengajar, begitu pula guru. Namun, untuk menciptakan efektifitas belajar, para guru tidak bisa mengandalkan cara dan gaya belajarnya sendiri dalam mengajar para siswa-siswinya. Bobbi De Porter dalam buku Quantum Learningnya mengakui bahwa gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kemampuan seseorang.[4]

Maka gunakan dan kombinasikanlah berbagai metode dan teknik mengajar yang variatif untuk memenuhi kebutuhan dan gaya belajar para siswa (visual, auditori, dan atau kinestetik). Sehingga pembelajaran sebaiknya berpusat pada murid (students centred), yaitu mendorong agar para murid lebih aktif sebagai pelaku dalam PBM, serta tidak monoton sebagai pendengar dari penjelasan guru. Untuk itu, digunakan metode belajar secara variatif dan kooperatif selain metode ceramah yang tentunya disesuaikan dengan materi dan tujuan belajar.

Adapun metode-metode belajar yang dapat digunakan di antaranya adalah sebagai berikut:

1) Tiqror dan Asistensi/Tutor Sebaya; 2) Menulis Catatan Kelompok (MCK); 3) Jigsaw; 4) Snow Balling; 5) Index Card Match; 6) Card Short; 7) Physical Self Assessment; 8) Students Question; 9) TGT; 10) Presentasi dan Diskusi Kelompok; 11) Metode Observasi; 12) Metode Praktek, 13) Metode Ruqyah Syar’iyah (Mau lihat aplikasi Ruqyah Syar’iyyah dalam pembelajaran PAI SMP? Silakan KLIK DI SINI!), dll.


3. 
Languages Collaboration

Jawi

Untuk memperkenalkan warisan budaya muslim Melayu -yang sudah banyak ditinggalkan- maka digunakan pula huruf Jawi (Arab Pegon) dalam pembelajaran dan evaluasi. Kebijakan ini bermanfaat juga untuk lebih memotivasi dan meningkatkan kemampuan para siswa dalam Baca-Tulis al-Qur’an (BTQ).


4. 
Active & Fun

A
Kelas yang baik bukanlah yang sepi senyap, tapi kelas yang aktif dengan aktivitas belajar murid yang menyenangkan dan bermakna. Karena salah satu hal penting yang mendukung suksesnya Proses Belajar-Mengajar (PBM) adalah terbangun suasana nyaman dan menyenangkan bagi para anak didik/siswa.

Para guru hendaknya bisa menjadi fasilitator dan “teman” bagi para murid. Masuklah ke Dunia Murid, niscaya kau dapat lebih mudah mengarahkan mereka untuk aktif belajar.  Oleh karena itu, perlu digunakan Ice Breaking Games sebagai pencair kebekuan dan motivator agar murid menyenangi pelajaran, terutama PAI.

Adanya perasaan nyaman, betah, dan tertariknya para siswa dengan suasana proses pembelajaran menyebabkan mereka akan terus bertahan sampai akhir kegiatan. Suasana yang mendukung harus terus terbangun selama pembelajaran. Seorang guru seharusnya bisa menciptakan suasana menarik di awal pertemuan dan menjaganya hingga akhir, di antaranya dengan menggunakan Ice Breaking Games yang menyenangkan dan juga terkandung hikmah di dalamnya. Karena sebaik-baiknya game atau permainan tentunya yang dapat kita ambil hikmah dan pelajaran di dalamnya.

Oleh karena itu, perlu digunakan “Ice Breaking Games” sebagai pencair kebekuan dan motivator agar murid menyenangi pelajaran, terutama agamanya. Adapun contoh games yang bisa diaplikasikan dalam pembelajaran PAI SMP, di antaranya adalah: “Siap-Bersiap”, “Flying Marker”, “Tak-Tik  Boom”,Hadiah 4U”, “Commando”, “Istiqomah”, “Pesan Berantai”, dll.

Mau lihat video model pembelajaran “ISLAMI+XL” yang cukup menyenangkan dimana para siswa begitu terlihat asyik mengikutinya? KLIK DISINI!

SahabatQyu, uraian di atas baru meliputi 4 aspek dari 7 aspek Model Pembelajaran “ISLAMI+XL”. Mau tahu kelanjutan?  Insya Allah, bersambung…. KLIK DI SINI!


       [1] Budi Rarhardjo, Penelitian Guru Idola dan Evaluasi Pelaksanaan Belajar-Mengajar di SMPN 1 Bogor, tanggal 11-30 Januari 2010, dengan jumlah responden: 792 siswa/i (Kls. 7, 8, & 9); 39 guru; dan 12 pelajaran.

       [2] Rizal Dalil, Penelitian Guru Idola dan Evaluasi Pelaksanaan Belajar-Mengajar di SMPN 1 Bogor, tanggal 16 Maret 2013, dengan jumlah responden: 203 siswa Kelas VII-A s.d VII-H SMPN 1 Kota Bogor.

       [3] Ahmad Farid, Tazkiyah an-Nafs, Konsep Penyucian Jiwa Menurut Para Salaf, Solo: Pustaka Arafah, 2001, hlm. 11.

       [4] Amir Tengku Ramly. Menjadi Guru Idola, Mengajar dari Kedalaman Cinta (Guru Biofili) Berdasarkan Perilaku, Cara, dan Gaya Relajar Siswa, Bekasi: Pustaka Inti, 2007, hlm. 75.

1,881 total views, 16 views today



Harap login untuk Vote UP postingan ini.


  1. Avatar of Sopwani Ibn Rasyd

    Islam adalah agama damai dan penuh dengan cinta

    Sopwani Komentar pada May 27, 2013 10:05 pm

  2. Avatar of Rizal Dalil

    Betul, SahabatQyu…. Siapapun yang tergerak hatinya dan menggunakan logika jernihnya untuk mengenal dan mempelajari ajaran Islam tentunya akan merasakan indahnya Islam karena mengajarkan cinta kasih dan perdamaian. Sebagaimana Firman Allah SWT:
    وَ مَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لَّلْعَالَمِيْنَ
    “Dan tiadaklah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
    Oleh karena itu, adalah kewajiban bagi para Guru PAI untuk mengenalkan dan mengajarkan ajaran Islam dengan cara-cara yang baik serta menyenangkan agar siswa mencintai dan mengamalkan ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga halnya, seharusnya guru-guru mata pelajaran lainnya yang muslim tentunya, turut mendukung terwujudnya islamisasi pendidikan, yaitu pembelajaran terpadu dan berkarakter dengan memasukkan ajaran-ajaran Islam yang indah ke dalam materi ajar maupun evaluasi.

    Rizal Dalil Komentar pada May 28, 2013 9:11 am

  3. Avatar of Siti Sunarty

    Siapa bilang belajar PAI itu membosankan? Insya Allah dengan metode ISLAMI+XL belajar PAI jadi lebih asyik dan bermakna… :)

    Siti Sunarty Komentar pada May 28, 2013 5:36 pm

You must be logged in to post a comment.

Panduan

Mari bergabung dengan Guru Era Baru! Baca panduan disini.

Panduan Bergabung

Klik Disini
Dr. Acer

Punya pertanyaan seputar komputer dan produk Acer lainnya?

Tanya Dr. Acer

Submit