5

Mind-Asset, Tak Sekedar Mind Map (+3)

Tohib Mustahib May 15, 2015

Apa itu Mind-Asset? Apa bedanya dengan Mind Mapping? Ya bedalah, istilahnya saja beda. 😀 #bercanda. Artikel ini merupakan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) yang ditulis ulang ke dalam versi blog, agar membacanya tidak pakai mengernyitkan dahi. Mind-Asset adalah istilah penulis untuk mengombinasikan Mind Mapping dengan Associative Technique.

Menurut Porter & Hernacki (2008:152), Mind Mapping yang juga disebut dengan peta pemikiran merupakan metode mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman. Mind Mapping menggunakan pengingat-pengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan. Peta pikiran atau Mind Mapping pada dasarnya menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan pada otak.

Mind Mapping selalu berpusat dari sebuah konsep, kata, atau frasa, atau ide yang dituliskan di titik tengah selembar kertas. Kemudian, dari titik tengah itulah dibuat cabang-cabang ke arah lingkaran luar yang berupa kata-kata, frasa, konsep, atau ide yang semuanya masih memiliki relevansi dan keterkaitan dengan konsep awal di titik tengah itu. Lalu, antar konsep, kata, frasa, atau ide itulah dihubungkan tanda garis yang dimulai dari garis tebal di tengah berubah menjadi garis yang lebih tipis ke luar lingkaran. Dengan fokus pada konsep atau ide utama di titik tengah (pusat) lalu kemudian mengembangkannya dalam bentuk cabang-cabang yang saling terhubung, maka berarti kita memetakan pengetahuan atau informasi atau konsep yang kita ketahui dengan cara yang akan membuat kita lebih memahami dan mampu mengingat semua informasi itu.

Sedang Associative Technique pada prinsipnya menghubungkan antara satu informasi yang telah diingat dengan informasi lain yang ingin diingat. Informasi yang telah diingat ini merupakan alat bantu dalam guna menangkap, menyimpan dan memanggil kembali informasi yang ingin diingat. Dengan kata lain, informasi jenis ini merupakan kunci guna mengambil, menyimpan dan mengambil kembali informasi. Associative Technique bisa diartikan juga teknik mengingat informasi yang bersifat abstrak dengan cara mengubah kata abstrak tersebut menjadi benda kongkrit yang bisa dibayangkan. Kenapa demikian? Perlu diketahui bahwa otak kita lebih mudah mengingat benda konkrit dari pada kata-kata abstrak.

Associative Technique dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Metode Gambaran, yaitu mengubah informasi abstrak dengan cara menggambarkan kata-kata tersebut menjadi obyek yang konkrit. Misalnya, Mesir digambarkan dengan menjaadi piramida (sebagai ciri khas Mesir).
  2. Metode Persamaan Bunyi, yaitu teknik mengingat informasi berdasarkan bunyinya. Misalnya dalam Biologi ada salah satu ordo dalam kelas Reptilia yang disebut Rhyncochepalia digambarkan dengan detergen merk Rinso.

Beberapa kata asosiasi akan dibuat dalam sebuah kalimat unik, lucu, ekstrim, menyeramkan atau sesuatu yang tidak biasa untuk memudahkan dalam mengingat kembali informasi tersebut.

Pada penelitian ini penulis menggabungkan kedua teknik tersebut, Mind Mapping dan Associative Technique untuk digunakan dalam meningkatkan hasil belajar pada materi pokok Invertebrata dan Vertebrata. Kombinasi ini selanjutnya penulis menyebutnya dengan istilah MIND-ASSET.

Penelitian ini dilakukan di kelas X MIA 1 SMA Negeri 2 Mranggen yang terdiri dari 36 siswa. Penelitian ini menilai hasil belajar siswa meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Siklus I menerapkan pembelajaran dengan menggunakan Mind Mapping dan Siklus II menerapkan Mind-Asset.

Berikut salah satu sampel Mind Mapping dan Mind-Asset yang dibuat siswa.

mind map 2

Gambar salah satu Mind Mapping siswa (dalam proses)

mind asset

Gambar Mind-Asset siswa dengan kolom asosiasi di sebelah kanan

Berikut data hasil penelitian, ditampilkan dalam tabel.

nilai

Hasil Belajar Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap Siswa

Persentase nilai rata-rata pengetahuan pada Pretest, Siklus I, dan Siklus II sbagai berikut:

persentase nilai rata2

Persentase Nilai Rata-rata Pengetahuan

Nilai rata-rata pengetahuan siswa dari Pretest ke Siklus I mengalami kenaikan dari 50,56% menjadi 78,61% atau naik sebesar 28,06%. Hal ini menunjukkan efektifitas dari penerapan teknik Mind Mapping pada materi pokok Invertebrata dan Vertebrata ini. Dari Siklus I ke Siklus II terjadi kenaikan sebesar 14,17% dari nilai rata-rata 78,61% pada Siklus I menjadi 92,78% pada Siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi Mind-Asset mampu memberikan kenaikan lebih baik dibandingkan hanya menggunakan Mind Mapping saja.

Persentase ketuntasan nilai pengetahuan pada Pretest, Siklus I, dan Siklus II sbagai berikut:

ketuntasan

Ketuntasan Nilai Pengetahuan Siswa

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada materi pokok Invertebrata dan Vertebrata adalah 2,67. Siswa dikategorikan tuntas adalah yang memperoleh nilai 2,67 atau lebih. Berdasarkan kriteria tersebut pada penelitian ini terjadi penigkatan sangat signifikan. Peningkatan ketuntasan siswa dari Pretest ke Siklus I sebesar 75,00%. Terjadi peningkatan pula pada Siklus I ke Siklus II sebesar 2,78%.

Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:

  1. Penerapan Mind Mapping atau Associative Technique mempengaruhi  hasil belajar siswa pada materi pokok Invertebrata dan Vertebrata yang ditunjukkan peningkatan nilai pengetahuan dari Pretest ke Siklusi I dan dari Siklus I ke Siklus II. Dan peningkatan nilai rata-rata keterampilan, dan sikap dari Siklus I ke Siklus II
  2. Adanya peningkatan hasil belajar siswa pada materi pokok Invertebrata dan Vertebrata di kelas X MIA 1 SMA Negeri 2 Mranggen dengan menggunakan teknik Mind Mapping. Peningkatan hasil belajar menggunakan teknik Mind Mapping diperolah dari peningkatan nilai Pretest ke Siklus I untuk nilai pengetahuan. Persentase nilai rata-rata pengetahuan pada pretest 50,56% menjadi 78,61% pada siklus I atau naik 28,06%.
  3. Adanya peningkatan hasil belajar siswa lebih baik pada materi pokok Invertebrata dan Vertebrata di kelas X MIA 1 SMA Negeri 2 Mranggen dengan menggunakan kombinasi teknik Mind Mapping dan Associative. Peningkatan hasil belajar menggunakan kombinasi teknik Mind-Asset diperolah dari peningkatan nilai hasil belajar siswa dari Siklus I ke Siklus II. Nilai rata-rata pengetahuan mengalami kenaikan 14,17%, dari 78,61% pada Siklus I menjadi 92,78% pada siklus II. Nilai rata-rata keterampilan mengalami kenaikan dari 93,75% pada Siklus I menjadi 95,83% pada siklus II. Dan nilai rata-rata sikap mengalami kenaikan dari 93,75% pada Siklus I menjadi 96,53% pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi Mind-Asset mampu memberikan kenaikan lebih baik dibandingkan hanya menggunakan Mind Mapping saja.

Peneliti memberikan saran terkait penelitian ini sebagai berikut:

  1. Perlu membiasakan siswa menggunakan teknik Mind-Asset pada materi pokok lain, karena sudah terbukti mampu meningkatkan hasil belajar pada materi pokok Invertebrata dan Vertebrata.
  2. Perlu mengembangkan kombinasi Mind Mapping atau Associative Technique dengan teknik lain agar pembelajaran lebih variatif.

2,921 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (5)

  1. Terima kasih bang. Tulisannya sudah saya rampungkan, meski yakin masih banyak kekurangannya. Membahasakan hasil penelitian untuk bisa dibaca ‘renyah’ tampaknya saya harus lebih belajar banyak.

    Bang SyaiHa. Saya lihat video abang. Inspiratif sekali. Terus berkarya ya Bang.

  2. Saya termasuk yang senang memanfaatkan mind map dalam pembelajarn IPS, saya beri apresiasi yang tinggi buat artikel ini..apalagi ada niat yg kuat dari Pak Sohib utk membuat dalam bentuk laporan Detail seperti data2 di atas…karena yang dibuat di atas adalah bagian dari KTI semisal Laporan Karya Ilmiah, best Practice, maupun PTK….mantapppp……saya kasih Vote juga!

    Salam Kreasi Inovasi Motivasi! 🙂

    http://guraru.org/guru-berbagi/senangnya-jadi-guru-inovatif-ajaib/

    https://taufikibrahim.wordpress.com/

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar