Artikel Pilihan

Tampilan Baru untuk Website Guraru

Guraru, tak terasa website Guru Era Baru (Guraru) hampir menginjak…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Cara Mudah Membuat Aplikasi Android Sendiri

Menjadi tiga besar artikel pilihan di bulan Juni 2014 memotivasi…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Pengumuman Pemenang Artikel Pilihan 3 Besar di Bulan Juni 2014

Assalamualikum Wr. Wb. Selamat siang guraruers, semoga sehat selalu dan…

Selengkapnya

Lain-lain
Home > Lain-lain […] Teknologi > METODE FUN LEARNING DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS 1 SD

METODE FUN LEARNING DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS 1 SD (+1)

Penulis: atiks_ceria
Kategori: Lain-lain […] Teknologi

Metode fun learning adalah metode pembelajaran di mana seorang guru dapat menciptakan suasana hangat dan menyenangkan dalam pembelajaran karena dengan suasana yang hangat dan menyenangkan apapun yang kita ajarkan akan mudah diterima dengan senang hati dan ketika sesuatu itu mudah diterima maka anak akan mudah melakukan suatu perubahan.
Seorang guru atau ustadz dikatakan profesional salah satu cirinya adalah kalau ia pandai di dalam mengelola kelas atau pandai mengajar, tidak membosankan, ia pandai membuka kelas, pandai menyampaikan materi dan pandai menutup pelajaran, anak-anaknya suka belajar bersamanya.
Selanjutnya guru yang menguasai dan terampil menggunakan berbagai pendekatan dan strategi pengelolaan kelas akan dengan mudah dapat menciptakan dan mempertahankan iklim belajar yang baik dan menyenangkan. Iklim yang demikian itu memberi peluang kepada siswa untuk mengembangkan potensi-potensi dirinya secara optimal. Cuma masalahnya adalah tidak banyak seorang guru atau ustadz/zah yang mau bersusah payah mencari inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran, yang penuh dengan kreatifitas.
Agar kita dapat menciptakan suasana fun learning, dibutuhkan penggunaan metode belajar yang tepat. Sebagaimana kita ketahui, kedudukan metode sangatlah penting dalam proses interaksi antara guru dan siswa ketika belajar, yaitu sebagai alat motivasi ekstrinsik, sebagai strategi pengajaran dan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Oleh sebab itu, seorang guru harus bisa memilih metode yang sesuai dengan kondisi anak dan disesuaikan pula dengan materi pelajaran yang akan disampaikan.
Pada anak-anak Sekolah Dasar khususnya kelas 1diharuskan menggunakan pembelajaran tematik yaitu pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik, karena anak-anak pada usia ini berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan sehingga pembelajarannya masih bergantung pada obyek-obyek konkrit dan pengalaman yang dialami.
Dari pengalaman saya, sebagai seorang guru yang mengajar di kelas 1 harus selalu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan agar anak-anak dapat dengan mudah menerima pelajaran tersebut. Selain itu kondisi kelas mulai dari tata ruang sampai tempat duduk siswa juga harus diganti. Agar terlaksana pembelajaran tematik yang fun learning disini saya mencoba menggunakan teknik nyanyian dan suasana kelas disesuaikan dengan tema pembelajaran yang akan dilakukan.
Anak anak kelas 1 masih senang jika disuruh menyanyi dan bermain. Oleh karena itu saya selalu melakukan hal tersebut.
Salah satu contohnya, misal kita ambil salah satu tema di semester 1 yaitu tema keluarga cara pembelajarannya sebagai berikut:
1. Di dalam kelas ada banyak gambar yang berkaitan dengan keluarga dengan memasang di dinding-dinding kelas.
2. Siswa di bagi dalam beberapa kelompok dengan begitu siswa duduk dengan posisi pada kelompoknya masing-masing.
3. Dari tema keluarga selanjutnya kita dapat mengelompokkan sesuai dengan mata pelajaran yang akan disampaikan.
4. Untuk pelajaran IPA dari tema ini siswa mampu menyebutkan bagian-bagian tubuh manusia dan fungsinya.
5. Untuk pelajaran matematika siswa mampu membilang 1 sampai dengan10.
6. Untuk pelajaran IPS siswa mampu menyebutkan identitas saudara kandung yang lebih tua (nama lengkap, jenis kelamin, agama, dll) di depan kelas, menyebutkan identitas saudara kandung yang lebih muda (nama lengkap, jenis kelamin, agama, dll) di depan kelas dan menyebutkan identitas anggota keluarga yang lain.
7. Untuk pelajaran SBK siswa mampu mengidentifikasi unsur rupa dari gambar keluarga.
Selanjutnya membagi siswa dalam beberapa kelompok. Misalnya 1 kelompok terdiri dari 4 orang. Agar Susana di kelas tidak kaku maka pembagiannya dengan bernyanyi. Liriknya sebagai berikut:
Halo-halo apa kabar
Tepuk tangan
Kedipkan matamu
Goyang ke kanan
Goyang kekiri
Putar-putar-putar
Cari 2 orang…….( diulangi sampai cari 4 orang).
Respon positif siswa di sini disambut dengan baik dan terlihat mereka senang sekali. Nah setelah kelompok terbentuk. Anak-anak juga sudah dalam keadaan ceria kita bisa mulai pembelajarannya.
Lagu diatas selanjutnya dipakai dalam pembelajaran. Misal untuk pembelajaran IPA, seperti yang dikatakan sebelumnya kelas sudah dalam kondisi tema keluarga. Maka selanjutnya guru bisa memulai pembelajaran. Anak-anak sudah bersiap-siap dengan instruksi guru.
Halo-halo apa kabar
Tepuk tangan
Kedipkan matamu
Goyang ke kanan
Goyang kekiri
Putar-putar-putar
Cari 2 gambar mata…..( semua kelompok berusaha mencari anggota badan mata)
Lagu tersebut bisa dipakai berulang-ulang dengan mengganti pada kalimat terakhir yang ingin di cari apa.
Antusias anak-anak dapat terlihat dari permainan ini, mereka semua sangat bersemangat ingin mendapatkan apa yang di instruksikan guru. Tapi ada juga yang tidak dapat atau salah mengambil, maka jika hal itu terjadi anak-anak tetap di beri semangat dan pengertian agar tidak kecewa.
Nah setelah semua anggota badan diambil. Permainan bisa diulang lagi untuk mencari apa fungsinya dari masing-masing anggota badan tersebut. Nanti kelompok yang paling cepat mendapatkan berarti itulah pemenangnya.
Hal diatas hanya salah satu dari penerapan fun learning, tentunya masih banyak yang bisa kita lakukan sebagai seorang guru yang mencintai anak-anak dan masih banyak ide-ide kreatif yang dapat kita lakukan agar anak-anak dapat termotifasi untuk belajar terus. Seorang pendidik sejati adalah Orang yang bisa membuat semua hal yang sulit menjadi mudah dipahami, yang rumit menjadi mudah dimengerti, atau yang sukar menjadi mudah dilakukan (Ralph Waldo Emerson) dan Siswa tidak akan peduli betapa pintarnya seorang guru, yang mereka pedulikan adalah apakah guru tersebut juga peduli terhadap dirinya(Anonymous).
 

4,309 total views, 21 views today



Harap login untuk Vote UP postingan ini.


  1. Avatar of Botaksakti

    Kepedulian itu yang harus selalu ditumbuhkan. Salam!

    Botaksakti Komentar pada June 9, 2012 2:11 pm

  2. Avatar of Pengelola Guraru

    Quote yang bagus bu @tsaqib, murid tidak peduli betapa pintar gurunya, melainkan apakah gurunya peduli padanya… Murid, bahkan yang masih di kelas 1SD, juga manusi ya.. :)

    Pengelola Guraru Komentar pada June 9, 2012 4:23 pm

  3. Avatar of Ramdhan Hamdani

    Tulisan yang menarik, cocok diterapkan di sekolah saya

    Ramdhan Hamdani Komentar pada October 6, 2013 12:13 pm

  4. Avatar of Pak Sukani @gurumelekIT

    Terimakasih atas sharingnya. Metode fun learning memang sangat penting diterapkan dalam proses pembelajaran.

    Pak Sukani @gurumelekIT Komentar pada October 6, 2013 1:37 pm

You must be logged in to post a comment.

Panduan

Mari bergabung dengan Guru Era Baru! Baca panduan disini.

Panduan Bergabung

Klik Disini
Dr. Acer

Punya pertanyaan seputar komputer dan produk Acer lainnya?

Tanya Dr. Acer

Submit