73

Menumbuhkan Sikap “Aku Bangga Indonesia Tanah Airku” melalui Pembiasaan di Sekolah (+53)

Salma Jamiyo May 8, 2013

Menumbuhkan rasa bangga menjadi anak Indonesia pada peserta didik kita tentulah sangat sulit dilakukan, jika hal tersebut tidak kita mulai dari sedini mungkin. Hal tersebut bisa kita lihat pada kebiasaan anak didik kita yang lebih menyukai “K-Pop” dibandingkan menyanyikan lagu Nyiur Hijau atau Serumpun Padi. Peserta didik kita lebih mengenal “Gangnam Style’ daripada tarian daerah. Jika hal tersebut kita biarkan maka kebanggan menjadi anak Indonesia akan semakin hilang atau bahkan luntur bersama waktu.
Aku Bangga Indonesia Tanah Airku adalah tema yang diambil guru untuk melakukan pembiasaan di kelas V SD 1 Rojoimo Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo, pembiasaan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan, yang meliputi : disiplin,tanggung jawab dan cinta tanah air. Hubungan disiplin, tanggung jawab dan cinta tanah air dalam optimalisasi hasil belajar sangatlah erat. Dengan disiplin maka siswa akan memilki tanggung jawab, misalnya disiplin belajar yaitu, disiplin mengerjakan Pekejaan Rumah (PR), disiplin mengikuti pelajaran dikelas, disiplin melaksanakan tata tertib baik itu dikelas maupun disekolah.
Disiplin adalah bagian dari kesuksesan dalam meraih cita-cita. Jika peserta didik melaksanakan semua hal yang ada disekolah dengan penuh rasa disiplin maka peserta didik akan melaksanakan semua hal dengan penuh tanggungjawab, kalau sudah demikian maka peserta didik akan melaksanakan semua tugas dengan sebaik-baiknya. Dan jika semua hal itu dilakukan dengan sebaik-baiknya maka hasilnyapun akan baik.
Pembiasaan yang dilakukan oleh peserta didik meliputi Pasukan Baris Berbaris (PBB), dengan menerapkan metode ini diharapkan peserta didik akan memilki disiplin yang tinggi. Yang kedua adalah setiap pagi sebelum pelajaran dimulai peserta didik menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Diharapkan dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan peserta didik tidak lupa dengan akar budaya Nasionalisme. Lalu melakukan tepuk ABITA (dalam video terlampir), dan melakukan hormat bendera. Kegiatan Pasukan Baris Berbaris (PBB) dilakukan seminggu 2 kali yaitu setiap Selasa dan Jum at selama 10 menit, sedangkan menyanyikan lagu Nasional dan tepuk ABITA dilakukan setiap pagi sebelum pelajaran dimulai. Karena kegiatan tersebut setiap hari menyita waktu antra 2-10 menit maka jam belajar mengajar dikelaspun ditambah 2-10 menit.Dibawah ini disajikan ilustrasi hubungan antara menumbuhkan sikap “Aku Bangga Indonesia Tanah Airku” melalui Pembiasaan di Sekolah dengan Optimalisasi pendidikan.

untitled

Berdasarkan Ilustrasi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pembiasaan Non akademik yang dilakukan oleh peserta didik yang meliputi hal diatas dapat menumbuhkan sikap “Aku Bangga Indonesia Tanah Airku”, jika sikap tersebut mengakar kuat sejak usia dini maka peserta didik pada jenjang sekolah yang lebih tinggi akan menjauhi tawuran, gank motor, dan Napza serta hal-hal negative lainnya yang tidak bermanfaat. Karena sejatinya mereka akan bangga menjadi anak-anak Indonesia yang sehat secara Jasmani dan rohani,karena mereka memiliki sikap tanggung jawab yang tinggi.
Pembiasaan yang dilakukan sejak dini oleh guru diharapkan akan membentuk kepribadian yang kuat, karena hasil belajar yang optimal adalah proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang terintegrasi dengan pembangunan “Good Caracter”.
Indonesia sudah memiliki banyak para muda yang intelek, cerdas dan berwawasan luas, namun kita membutuhkan anak-anak Indonesia yang memiliki kepribadian yang kuat, integritas tinggi dan nasionalisme yang mengakar kuat agar mampu menjadikan Indonesia Negara yang maju dimasa depan. Kalau bukan dari sekarang mau kapan lagi, kalau bukan kita yang memulai siapa yang akan memulainya. Jadi mulailah meng”investasi” kan peserta didik kita menjadi generasi masa datang yang penuh kedisiplinan, tanggung jawab dan cinta tanah air.

Pasukan Baris Berbaris



Menyanyikan Lagu Nasional



Video Tepuk Abita SD 1 Rojoimo

http://www.youtube.com/embed/Mqc9lsp5i_I

3,341 total views, 10 views today

Tagged with:

Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (73)

  1. Avatar of Botaksakti

    Sepakat, akan tetapi bentuk-bentuk macam K-Pop itu sebenarnya juga bisa lho untuk menumbuhkan rasa cinta Indonesia. Kenapa kita tidak mendorong siswa agar memahami bahwa dengan K-Pop bisa mengangkat nama bangsa Korea lantas kenapa pula kita tidak mencoba melkukan hal sama untuk Indonesia?

  2. Avatar of Salma Jamiyo

    hehehe terima kasih bapak atas komennya, tapi saya tetap prihatin pak, maslahnya saya mengajar didesa dan peserta didik saya lebih mengenal lagu lagu korea daripada lagu Nasional. bahkan pernah sekali waktu sya menunjuk pserta didik secara cak untuk menyanyikan lagu Indonesia raya ada yang tidak hafal….heeefffff sedih deh.
    kita melakukan hal yang sama ya dengan cara mencinta budaya sendiri tanpa di intervensi oleh budaya luar, karena budaya kita juga banyak kok yang luar biasa bagus. mengapa harus meniru budaya korea. . (baca artikel sya berjudul Pendidikan BUdaya Daerah).

  3. Avatar of Botaksakti

    sepakat. Lha televisi kan bukan lagi barang mewah? Sekarang, lebih banyak mana tayangan lagu nasional dibanding lagu-lagu asing? Persoalannya barangkali bagaimana ‘mengakali’ terjangan informasi yang sedemikian dahsyatnya untuk tetap membesarkan bangsa sendiri.

  4. Avatar of Salma Jamiyo

    wah kalau televisi bukan kapasitas kita sebagai guru, dan tayangan televisi adalah imbas dari GLOBALISASI yang tidak dapat kita cegah. justru semua itu kita kembalikan kepada semua praktisi pendidikan dan kependidikan. Pendidikan yang berkarakter adalah indikator afektif yang akan kita capai agar apa yang kita inginkan bisa berhasil baik.
    untuk lini mikro tentu saja peranan guru yang bersentuhan langsung dengan peserta didiklah yang akan membuat semua itu berhasil baik. sdang untuk lini Makro adalah peranan pemerintah dalam mempersiapkan alat (kurikulum) yang sesuai dengan kepribadian kita bangsa Indonesia.
    satu cerita untuk member guraru, ada sebuah sekolah bernama parikesit di kecamatan Kejajar kabupatn Wonosobo yang meemiliki sistm MBS, dimna saat pukul 6-7 warganya tidak ada yang menyalakan televisi, dan anak anak didesa itu semua melakukan ngaji. (bisa dicek keberadaan SD parikesit)

  5. Avatar of Botaksakti

    Hehehehe,,,,itu btul, Pak. Televisi bukan domain kita, tapi faktanya televisi ada di depan mata kita. Salah satu soal ujian akhir PLPG tahun 2012: Misalnya Anda adalah seorang guru yang ada di daerah terpencil. Di situ televisi adalah satu-satunya sarana akses informasi. Bagaimana Anda mengelola hal itu sehingga menghasilkan pembelajaran yang efektif?

    Maknanya, kita tidak seharusnya memandang pendidikan sebagai sebuah diorama yang terpisah dengan dunia luar.

  6. Avatar of Salma Jamiyo

    saya bu…bukan pak….xixixixixixii (besok tak tambahi kumis ya biar kayak bapak – bapak).
    hemmmmm jika ingin jawaban yang tidak ambiguitas, tentu kita harus melakukan penelitian lebih lanjut tentang penggunaan televisi sebagai sarana belajar, kalau itu TV edu bisa kita pakai namun kalau hanya isinya sinetron yang membuat anak lebih cepat menjadi dewasa ya susah ya. hehehehe . intinya televisi bisa dijadikan sarana media belajar dengan syarat memili jaringan edukasi yang hebat dan terpercaya… hehehe bukan begitu bapak bapak semua…….

  7. Avatar of Salma Jamiyo

    pak Lugtyastyono. bapak bisa membaca best practice sya di web tetangga… hehehe (wahhh jadi membusungkan dada ni dipuji oleh bapak) tapi memang betuk kok bapak, sekarang yang kita butuhkan generasi yang cinta bangsa, cinta budaya dan cinta lingkungan. bgono bapak ibu semua

  8. Avatar of Botaksakti

    nah itu masalahnya, Bu(maaf ya hehehe), TV edu kan sangat minim jumlahnya. Bahwa arus industri lebih kuat itulah fakta. TPI yang dulu jelas-jelas mentasbihkan diri sebagai televisi pendidikan saja sekarang kayak gitu. Bahwa kebanyakan TV isinya sinetron, itulah fakta yang saya bilang tadi. Menolaknya dengan serta-merta, tentu kurang bijak. Mengelolanya agar anak-anak kita bisa memanfaatkannya, kiranya lebih bermakna.

    • Avatar of Salma Jamiyo

      makasih pak kasmo….. ya walaupun di desa kita tetap harus inovatif dan kratif. hehehe saya malah berencana membukukan kumpulan best practice sya, tapi belum ketemu sama penerbit yang mau menerbitkannya. hehehehe…..doakan ya pak semoga lancar. oh iya pak bulan ini di kabupaten saya mau ada pembuatan MPI, TOR nya sdh sya buat, dan sdh di approve jg. tinggal pelaksanaannya. n sya mohon maaf besok gak bs ikut CMS ya. hehehehe lagi nyiapin lomba untuk siswa. sukses pak kasmo…amin

  9. Avatar of Sukajiyah

    Kalau di sekolah saya tiap pagi sebelum bel masuk diperdengarkan lagu-lagu nasional untuk warga sekolah. Mungkin mendengar dengan menyanyikan sendiri lebih mengena kalau menyanyikan sendiri ya bu. Trus.. kalau harus melakukan aktivitas pembiasaan tersebut berarti jam masuk sekolahnya lebih awal kah?
    Good luck buat bu salma.

  10. Avatar of Salma Jamiyo

    untuk menyanyikan hanya mebutuhkan waktu antar 2 -10 menit tergantung lagu yang dinyakina, jam belajranya yang ditambah bu. jadi kalau jam kepulangnan 12.15 akan menjadi 12.30 begono bu. siswa tetap bisa belajar dengan waktu yang sama. demikian juga untuk PBBnya. namun jika PBB hanya dilakukan seminggu 2 kali saja bu setiap selasa dan jumat. begitu bu suka. oh iya makasih ya bu suka. salam

  11. Avatar of Salma Jamiyo

    masak ya bapak BotakSakti, hehehe kalau boleh saya usul ke Guraru .org, jika web ini ada ISSN pasti peminatnya lebih baik. tentu saja artikel yang masuk harus disortis dulu, hemmmm maksudnya ada editor khususnya. saya yakin guraru akan menjadi web yang diminati guru. karena tulisan yang ada ISSN kan bisa untuk naik pangkat. namun tulisan itu adalah berbentuk karya ilmiah…… bagaimana bapak bisa kah usul saya di perhitungkan. ya… orientasi saya agar guraru bisa PROGRESS dan konsisten, mungkin nanti ada pilihan artikel, best practice dlll. begitu bapak

  12. Avatar of Salma Jamiyo

    hemmmmmmmmmm maksudnya giman ay bapak botaksakti……….usulnya ayo teruskan@pengelola guraru. nanti tiap minggu sya tak nulis sik bagus…. hehehehe, asal ada ISSN, jadi kan itu bisa menjadi produk bagi guru. yahh istilahnya ada lisensinya lah

  13. Avatar of mayasari sasmito

    Bu Salmaaa,susah ya, menolak informasi / berita dari media elektronik u/ anak, pesenku : tetep perlu pendampingan dan harus lebih pandai memanfaatkan teknologi…misal: lagi seru bahas “harlem shake” kenapa kita gak buat tarian tersebut kita padukan dg tarian “minak jinggo shake”…heheheheh…ayo”….ada ide lain….

  14. Avatar of Barokah Isdaryanti

    Subhanalloh..Aku salut sama bu Salmah yang cantik dan penuh innovasi ini. Artikelnya bagus bu. Pembiasaan yang dilakukan disekolah di kemas dengan jadwal yang baik akan melahirkan generasi yang bangga sebagai anak Indonesia dan berjiwa patriotisme. Untuk masukan akan lebih sempurna lagi di tambah dengan pembiasaan yang meningkatkan keimanan , akhlaqul karimah peserta didik kita bu…(seperti di sekolah saya bertugas bu : ada IMTAQ setiap jam pertama di hari jum’at, sholat jamaah di saat istirahat kedua pkl. 12.10 – 12.30, sementara disaat istirahat pertama di alunkan lagu lagu nasional). sukses untuk bu Salma

  15. Avatar of Amin Mungamar

    wow luar biasa sekali ibu salma ini, kreatif, dan selalu inovatif dalam teknik mengajarnya. semoga ini bisa ditiru oleh guru-guru lain, yang cenderung masih banyak yang teknik mengajarnya biasa-biasa saja. selamat dan sukses, semoga bermanfaat untuk pendidikan Indonesia. :)

  16. Avatar of Mr.Budi

    Bagus sekali artikelnya Pak Salma..kalao semua guru seperti Bapak maka generasi muda akan terbiasa hidup disiplin dan tidak mudah menyerah…karena masalahnya guru-guru sekarang suka marah-marah dan tidak bisa mengendalikan emosi…tetapi saya percaya Pak Salma guru yang sabar dan disiplin…Bravo!

  17. Avatar of Salma Jamiyo

    hehehehe terimakasih IBu budi…. ehem maaf salah pak ya…. hemmmm saya bukan pak Salma tapi Bu…ibu ya. hehehehe kalau sya pak bsk sya tak pakai KUMIS ya…..

    hehehe semua guru pasti pernah marah, kalau gak pernah marah gak mungkin dong. yang terpentidng marah demi kebaikan dan tangannya tidak maju . begitu ibu budi upssss maaf salah pak budi

    salam salma

  18. Avatar of

    maaf copas
    Melakukan Upacara bendera adalah hal wajib bagi Instansi Formal, jadi semua sekolah dan instansi melakukannya. kemudian kalau ekstrakulikuler sudah terangkum dalam Kurikulum yang terintegratif.

    Pada KBM bukanlah itu adalah Bagian dari RPP dan dilakukan oleh semua guru? artinya kegiatan yang di lakukan oleh pak Sukani juga di lakukan oleh banyak guru di negara kita. (karena saya juga melakukan hal yang sama)

    Maksud dari non akademis sendiri secara harfiah kan keluar dari kurikulum itu sendiri, sehingga seorang guru memamg benar benar mampu bereksploasi dengan kegiatan yang inovatif dan kreatif guna menunjang optimalisasi hasil belajar peserta didik.
    Sedangkan kegiatan Pramuka juga dilakukan oleh semua jenjang sekolah, karena Pramuka sebagai ekstrakulikuler wajib bagi setiap sekolah.

    demikian komentar saya unt7uk masukan pak Sukani, mohon maaf jika hal tersebut tidak berkenan untuk bapak Sukani. maturnuwun

    sukses selalu…

    Salam Salma

  19. Avatar of Sri Supadmi

    seingat saya PBB itu peraturan baris berbaris begitu bu salma
    tapi jangan lupa tepuk pramukanya ya.. hahaha…..
    disiplin dan tanggungjawab memang modal utama bagi siswa mengikuti pelajaran
    artikelnya seeeeppppp…..

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!