Artikel Pilihan

Proyek Berbagi Kebudayaan TK di Denpasar Dengan TK di New Jersey

Dua minggu yang lalu unit TK memasuki tema “Alat Komunikasi”.…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

PENERAPAN MODEL PBL DENGAN MENGGUNAKAN GAMES TTS

Assalamualaikum Wr. Wb Alhamdulilah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Luar Biasa, Pembelajaran Berbasis Proyek Sudah Mendunia

Selamat Siang Guraru. Insya Allah kita selalu sehat wal afiat. Terasa…

Selengkapnya

Lain-lain
Home > Kategori: > Menumbuhkan Kecerdasan Nonakademis Siswa Melalui Akademi Berbagi, Public Speaking&Praktek Kewirausahaan

Menumbuhkan Kecerdasan Nonakademis Siswa Melalui Akademi Berbagi, Public Speaking&Praktek Kewirausahaan (+6)

Penulis: susi
Kategori:

Pada Simposium Reformasi Pendidikan APEC tahun 2008 di Xi’an China, Ken Kay, President dari Partnership for 21st Century Skills US menyatakanbahwa bahwa kemampuan Abad-21 sangat penting karena persaingan global, kerjasama global, pertumbuhan informasi, lebih banyak pekerjaan dan karir serta ekonomi jasa. Dia melaporkan data dari Perusahaan Amerika yang menunjukkan bahwa ketika merekrut lulusan sekolah menengah, keterampilan yang paling utama untuk sukses adalah etika kerja (80%), kolaborasi (75%), komunikasi yang baik (70%), tanggung jawab sosial (63%), pemikiran kritis dan penyelesaian masalah (58%).

Dari data diatas terlihat bahwa peran kecerdasan non akademis menjadi mutlak diperlukan untuk menghadapi persaingan di era global. Diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh, apalagi Indonesia mau tidak mau harus bersiap diri menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau Komunitas ASEAN pada 2015 karena sebanyak 128 sektor jasa akan terbuka dengan kepemilikan ASEAN.

Saya menyadari hal bahwa saat ini kecerdasan akademis saja tidak cukup. Sebagai contoh kita sering mendengar ketika seseroang tes kerja mendapat nilai bagus secara akademis namun akhirnya gagal karena tidak mampu berkomunikasi dengan baik. menyadari pentingnya hal tersebut, saya berusaha terus menggali aktivitas-aktivitas yang menunjang kecerdasan non akademis siswa/i di SMK Itaco. Beberapa hal yang saya lakukan antara lain.

1. Mewajibkan siswa/i ikut kelas Akademi Berbagi Bekasi
Akademi Berbagi (Akber) merupakan gerakan sosial nirlaba yang bertujuan unutk berbagi ilmu pengetahuan, pengalaman, wawasan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pesertanya terutama kompetensi life skills. Bentuknya adalah kelas pendek yang diajar oleh para praktisi dan gratis. Saat ini selama kurun waktu satu tahun, sudah lebih dari 15 kelas Akber Bekasi yang mereka ikuti. Beberapa manfaat yang mereka peroleh adalah:
- Meningkatkan keterampilan dan wawasan serta mengarahkan mereka untuk mengejar passion yang ada pada dirinya. Pengajar Akber merupakan para praktisi yang sukses di bidangnya masing-masing sesuai dengan passion mereka. Para pengajar juga banyak memberikan motivasi bahwa kesuksesan harus diperjuangkan meskipun saat ini banyak mengalami keterbatasan terutama ekonomi. Banyak ilmu-ilmu yang mereka peroleh seperti menulis, public speaking, mendapatkan beasiswa dan masih banyak lagi.
pizap.com13684991740651
- Meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Para peserta Akber datang dari berbagai kalangan dan usia. Di kelas Akber semua setara dan para siswa bisa berinteraksi langsung dan mengambil pelajaran dari perserta lain yang berasal dari berbagai background seperti karyawan, wirausaha, mahasiswa dll yang telah terlebih dahulu terjun ke masyarakat. Hal tersebut bisa memperluas perspektif setelah mereka lulus nanti. Selain itu mereka juga wajib untuk menginterview langsung guru yang mengajar. Hal tersebut akan mempertajam analisis, belajar kritis, dan kemampuan berkomunikasi.
- Mengajarkan berbagi dengan sesama. Akber merupakan gerakan sosial yang dijalankan oleh para relawan yang berkolaborasi tanpa imbalan apapun dan juga guru yang bersedia mengajr tanpa mengharapkan pamrih. Mereka bersama-sama untuk berkontribusi untuk masyarakat terutama di bidang pendidikan. Dengan rutin mengikuti kelas Akber mereka akan juga termotivasi untuk berbagi dengan apa yang mereka miliki. Mereka bisa belajar untuk bekerja sama dan berkolaborasi. Jiwa sukarelawan akan melekat pada siswa kami dan diharapkan nanti tidak hanya hidup untuk diri/keluarganya tetapi juga untuk masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
2. Belajar Public Speaking lewat Presentasi Materi
Kegiatan akademis juga bisa di kombinasikan dengan non akademis. Yang saya lakukan sebagai guru IPS dan juga kewirausahaan adalah membagi materi yang baik yang ada di buku pelajaran maupun sumber lain untuk kemudian dipresentasikan baik individu ataupun kelompok. Mereka mencari bahan presentasi dari berbagai sumber termasuk internet, kemudian setelah presentasi ada sesi tanya jawab dimana setiap orang dikelas wajib bertanya kepada pemateri. Mereka berdiskusi secara sehat dan diakhir saya memberikan kesimpulan materi dan koreksi jika ada yang kurang sesuai. Saya percaya bahwa kemampuan Public Speaking sangat penting untuk bisa sukses dimasa yang akan datang apapun pilihan profesi yang mereka pilih. Saya juga percaya bahwa public speaking merupakan skill yang bisa dipelajari, dilatih dan di praktekkan. Kendala-kendala yang ada bisa teratasi seiring dengan pembiasaan. Sudah saatnya setiap orang yang ingin meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan karir, meraih sukses yang lebih tinggi untuk trampil berbicara di depan umum. Public speaking juga akan membantu memperlancar hubungan dan komunikasi dengan orang lain. Seperti kita tahu, kemampuan komunikasi merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Presentasi SMK Itaco

Kegiatan Presentasi SMK Itaco

3. Mengasah jiwa Kewirausahaan Melalui Praktek Langsung.
Hal lain yang saya lakukan untuk siswa/i saya adalah praktek kewirausahaan langsung. Suatu negara bisa makmur jika dinegara tersebut memiliki sedikitnya 2% wirausahawan dari total populasi penduduknya. Sayangnya saat ini Indonesia baru memiliki sekitar 500.000 wirausahawan atau sekitar 0,24% dari total sekitar 240 juta penduduknya. Saya lihat bahwa mata pelajaran Kewirausahaan di SMK masih bersifat teoritis padahal kewirausahaan lebih banyak berbicara tentang praktek. Banyak manfaat berwirausaha diantaranya melatih mental menjadi seorang wirausahaan, mempersiapkan sejak dini ilmu menjadi wirausahawan, melatih keterampilan berjualan secara langsung, belajar menghadapai ketidakpastian, belajar untuk mencari dan memanfaatkan peluang, selain juga bisa untuk menambah uang transport mereka karena mayoritas siswa kami berasal dari kalangan ekonomi lemah. Usaha yang kami jalankan adalah mug printing, jasa design grafis.

Kewirausahaan di SMK Itaco

Kewirausahaan di SMK Itaco


Saat ini kami telah menjual lebih dari 1.500 mug printing dan menyelesaikan beberapa pesanan design untuk keperluan promosi dll. Kami melihat industri design grafis akan selalu diperlukan dan tidak akan pernah mati. Perkembangan internet dan sosial media membantu kami mengembangkan usaha kami. Kedepannya kami berharap bisa membuka usaha lain yang masih berhubungan dengan design yaitu kaos printing, namun saat ini masih menghadapi keterbatasan dana dan tempat. Namun kami optimis usaha ini dapat juga kami jalankan karena dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Alhamdulillah usaha kami ini sudah diliput oleh Harian Rakyat Bekasi tanggal 12 April 2013 lalu. Berikut beberapa pendapat siswa kami tentang praktek kewirausahaan yang kami lakukan.

“Di sini saya juga di ajarkan design dengan mengunakan COREL & PHOTOSHOP dan berwirausahawan sejak dini agar kelak di masa yang akan datang saya sudah memiliki bekal untuk berwirausaha kelak saya sudah dewasa. begitu banyak suka yang saya dapatkan karena saya begitu menyadari betapa pentingnya ilmu di bandingkan hal yang lain.
–Yeyet Yuniardi Intania, Kelas X TKJ–

“Membuat mug dan design bagi saya adalah hal yang menarik untuk dipelajari dan bisa jadi modal untuk ke depan menjadi jiwa seorang entreprenuer”
–Analisah, Kelas X TKJ–

“Usaha yang kami jalani membuat saya menjadi lebih kreatif dalam membuat design selain juga menjadi berani untuk menawarkan barang dagangan karena kita harus menyesuaikan sesuai minat konsumen. Saya jadi tahu bagaimana membuat orang lain senang dengan karya kita”
–Milang Novitasari, Kelas X TKJ–

“Sekolah kami mengajarkan murid-muridnya untuk berwirausaha. Contoh wirausaha yang diajarkan adalah membuat design dan mug printing. Bisnis membuat desain dan mug printing cukup menjamin. Hasilnya juga bisa untuk menambah-nambah uang sekolah. Kesan yang saya dapat adalah saya sangat senang karena sudah bisa berwirausaha sejak dini dan saya sudah mulai bisa mendesain walaupun hasilnya belum terlalu bagus”
–Raden Nabila Apriliani M, Kelas X TKJ–

Dari testimonial tersebut terlihat bahwa siswa/i kami senang belajar berwirausaha terutama di bidang design grafis karena bisa mengembangkan kreativitas mereka selain itu mereka juga dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk membantu pemasaran dan branding. Kami berharap usaha di bidang design ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh untuk siswa/i lainnya. Kami juga berharap kami bisa melakukan ekpansi bisnis dan uga pembekalan ilmu kewirausahaan seperti pembuatan catatan keuangan (Laba/Rugi, Neraca, Arus Cash) strategi marketing yang efektif, membuat proposal bisnis yang baik, mencari pembiayaan bisnis dll.

Penulis percaya bahwa negara-negara yang unggul dalam sumber daya manusianya akan memenangkan persaingan, sebaliknya negara-negara yang tidak memiliki keunggulan bersaing dalam sumber daya manusia akan kalah dalam persaingan. Negara-negara yang memiliki daya saing adalah negara-negara yang mampu memberdayakan sumber daya ekonomi sumber daya manusianya secara nyata, salah satunya melalui pengembangan kelas-kelas inspiratif seperti Akademi Berbagi, Pembekalan Public Speaking dan juga praktek Kewirausahaan. Pengembangan ketiga hal tersebut sebaiknya sejak dini diajarkan di sekolah sehingga selain mereka unggul dalam kompetensi keilmuan, mereka juga mampu secara non akademis.

Penulis berharap Pemerintah hendaknya mempunyai cetak biru (Blue Print) yang jelas terhadap pengembangan pendidikan kewirausahaan, kurikulum Public Speaking yang bagus sejak dini dengan menyesuaikan terhadap perkembangan usia dan kemampuan mereka. selain itu mengajak lebih banyak orang baik masyarakat, dunia usaha/industri, pemerintah untuk bekerja sama berkontribusi aktif terhatap kemajuan pendidikan. Dengan melibatkan lebih banyak profesional seperti di Akademi Berbagi untuk mengajar bahkan Akber ada di sekolah-sekolah sehingga lebih banyak siswa yang bisa merasakan manfaatnya. Harapan saya, secara bergiliran para profesional bisa berbagi ilmunya disekolah-sekolah sehingga sejak dini siswa kita bisa belajar dan melihat passion apa yang dimilikinya. Selain itu untuk para pengusaha yang telah sukses juga lebih banyak berperan aktif menjadi mentor para peserta didik sehingga mereka sejak dini bisa mengenal dunia usaha dan menjadikan wirausaha sebagai pilihan yang menjanjikan di masa yang akan datang jika bisa dijalankan dengan baik.

Kunjungi:

http://designitaco.wordpress.com/

http://smkitaco.wordpress.com/

http://suzieitaco.wordpress.com

Referensi

http://www.tempo.co/read/news/2013/02/18/090462035/Minim-Jiwa-Kewirausahaan-di-Indonesia

http://suar.okezone.com/read/2012/04/26/58/618710/memajukan-ekonomi-indonesia-melalui-kewirausahaan

http://www.p21.org/

92 total views, 2 views today



Harap login untuk Vote UP postingan ini.


  1. Avatar of Botaksakti

    menarik ini. Yuk!

    Botaksakti Komentar pada May 14, 2013 11:10 am

  2. Avatar of susi

    terima kasih pak kujungannya :) salam kenal…

    susi Komentar pada May 14, 2013 11:14 am

  3. Avatar of Sopwani Ibn Rasyd

    public speaking memingatkan saya waktu pengajuan skripsi saya.”speaking anxiety ” adalah penyakit yang hinggap di hampir semua siswa kita

    Sopwani Komentar pada May 14, 2013 2:15 pm

  4. Avatar of susi

    betul pak Sopwani, siswa saya pun pada awalnya mengalami banyak kendala terutama kepercayaan diri dan takut menghadapai banyak masalah di depan terutama nervous. namun saya mengatakan bahwa semua bisa berkurang seiring jam terbang dan persiapan yang optimal ..
    makasih ya pak kujungannya, salam kenal :)

    susi Komentar pada May 14, 2013 2:44 pm

  5. Avatar of Rudy Hilkya

    Jiwa wirausaha tidak hanya didominasi oleh SMK Bisa, semua tingkat sekolah sesuai kemampuan abstraksinya juga perlu dan dilatih selanjutnya dikembangkan, karena tdk semata-mata pengetahuan teoritis nan empiris tapi juga skill dan experiences.

    Salam berbagi dan terima kasih atas artikelnya bu, semangat menulis

    Rudy Hilkya Komentar pada May 14, 2013 6:14 pm

  6. Avatar of susi

    Saya setuju sekali pak rudy keterampilan wirausaha di ajarkan sejak dini, karena kewirausahaan merupakan suatu hal yang bisa dipelajari.. nanti tinggal disesuaikan dengan tingakatan usia dan jenjang pendidikan. yang ga kalah penting menanaman mindset bahwa menjadi wirausahaan menjadi salah satu pilihan yang menjanjikan dimasa depan jika ditekuni dengan baik.. saya setuju ga hanya teoritis namun pengalaman langsung jauh lebih penting. terima kasih kujungannya pak, salam kenal dan semangat juga untuk bapak :)

    susi Komentar pada May 14, 2013 9:13 pm

  7. Avatar of Pak Sukani

    Terimakasih ibu Susi atas sharingnya. Menarik sekali!

    Pak Sukani Komentar pada August 15, 2013 10:18 pm

  8. Avatar of Ramdhan Hamdani

    Alhamdulilah di sekolah kami ada kegiatan Fun Cooking dan Market Day yang diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan anak

    Ramdhan Hamdani Komentar pada September 26, 2013 8:35 pm

You must be logged in to post a comment.

Panduan

Mari bergabung dengan Guru Era Baru! Baca panduan disini.

Panduan Bergabung

Klik Disini
Dr. Acer

Punya pertanyaan seputar komputer dan produk Acer lainnya?

Tanya Dr. Acer

Submit