14

Tips Trik menjadi Motivator untuk anak didik sendiri (+5)

Sudarma | HIPNO for EDU January 9, 2014

Ujian Nasional sebentar lagi…., hati dan perasaan menjadi cemas, bahkan cenderung semakin waswas ketika waktu pelaksanaan semakin mendekat !. kenapa demikian ? ya .. itulah perasaan alamiah kita sebagai manusia. Logika kita mengatakan seharusnya semakin dekat dengan jadwal ujian maka tekad dan motivasi semakin siap tentunya, tapi hal ini malah sebaliknya..! karena perasaan kita menjadi lebih dominan dibandingkan dengan logika berpikir kita.

LOGIKA Versus PERASAAN

Selama ini sering LOGIKA pikiran kita mengikuti PERASAAN, sebagai contoh saat kita menonton sinetron dan melihat adegan dramatis yang menyedihkan maka kita larut didalamnya menjadi sedih bahkan menangis !. padahal Logika kita mengatakan tidak ada hubungannya tokoh artis yang di sinetron itu dengan diri kita, bahkan hubungan kekerabatan pun tidak ada sama sekali !! :D

Pada sebagian besar siswa PERASAAN lebih dominan dibandingkan dengan LOGIKA, misalkan siswa merasa dirinya BODOH karena kemiskinannya. lalu siswa beranggapan kalo anak kaya pasti PINTAR. pertanyaan disini adalah apakah ada korelasi kemiskinan dengan kebodohan ? sebagai siswa yang masih menjadi tanggungan orang tua seharusnya memhami bahwa yang miskin adalah orang tuanya BUKAN dirinya. Sekarang gunakan Logika : Tugas siswa adalah Belajar dengan Belajar maka akan Pintar atau kondisi dimana dari tidak tahu akan menjadi tahu dan lebih tahu. ada sebuah proses penambahan pengetahuan ataupun kompetensi. Jadi tidaklah mungkin kalo Pelajar tidak akan mendapatkan penambahan pengetahuan dalam Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

 

Berbicara LOGIKA dan PERASAAN kita dituntut me-manage nya. tapi semuanya itu tidaklah semudah yang kita duga. (..kalo menduga .. pake Perasaan atau Logika ya …??  :D ). untuk melakukan pengelolaan keduanya itu perlu latihan kerja keras. yang paling instant adalah dengan melibatkan orang luar yang mempunyai kapabilitas yang jadi panutan siswa, siapa lagi kalo bukan GURU.

GURU Sebagai MOTIVATOR

Peran guru sebagai motivator sering kita mainkan, bahkan kita semakin yakin bahwa kita (guru) sudah begitu All Out, inilah justifikasi (pembenaran) yang selalu kita sampaikan ketika mengetahui masih adanya kegagalan pada hasil ujian siswa. atau bahkan kita sudah menggunakan metode yang “canggih” dan terbaru sekalipun, tapi hasilnya ? dilematis kita selalau menacari kambing hitamnya.

menjadi MOTIVATOR bukanlah sesuatu yang sulit jika itu dilakukan oleh kita sebagai seorang guru. tapi bayang-bayang kegagalan membuat kita tidak Percaya diri. Saya sebagai Guru pun mengalaminya juga ketika berperan menjadi motivator layaknya trend motivasi yang beredar di masyarakat Indonesia dengan kemasan Multimedia (audio dan video), disini coba saya uraikan tahapan menjadi Motivator berdasarkan pengalaman saya :

  • menguasai komputer; mampu memainkan audio video seperti lagu-lagu, dan mempunyai kemampuan program presentasi seperti Power Point.
  • mengenal Teori Gelombang Otak, akan lebih baik memahami dan merasakan kondisi level-level gelombang otak.
  • mampu merangkai kalimat bersifat visualisasi dan ilusi, penyemangat, serta doa. membawakan nya dengan intonasi yang berbeda untuk setiap klasifikasi sifatnya.
  • mempunyai jiwa/rasa seni yang tinggi terhadap keindahan dari lagu-lagu; diperlukan untuk dapat memilih dan memilah pengelompkan lagu yang akan di gunakan dalam memotivasi siswa.
  • memilih judul/tema yang tepat sesuai kondisi waktu dan tempat, misalkan dalam kegiatan Pesantren Kilat tema yg dibawakan tentang “IBU”, motivasi kelas 3 tentang :SUKSES UAN” dan lainnya.
  • mengikuti kegiatan2 pelatihan motivasi untuk menambah wawasan
  • senang browsing di Internet untuk mendapatkan insiprasi.
  • D.L.L

Kemampuan/kompetensi yang saya sampaikan diatas ini adalah kondisi yang saya jalani, sehingga saya kegiatan memotivasi siswa saya lakukan sendiri tanpa harus mengundang nara sumber luar. memotivasi siswa tidak harus secara kegiatan formal saja, bisa juga non formal seperti siswa datang untuk minta di sugesti.

PENUTUP

menjadi motivator bagi siswa sendiri adalah bukan pekerjaan yang sulit. kita mampu melakukan nya sendiri. jika sekarang masih ada keraguan itu adalah hal yang manusiawi. Saya siap bantu untuk rekan-rekan guru di seluruh Nusantara dalam mempelajari dan mengimplementasikan Teori gelombang Otak dalam bentuk Workshop/Pelatihan Hipno For Edu. bukan sekedar melatih Anda menjadi bisa menghipnotis seperti Uya Kuya atau seperti Rommy Rafael melainkan juga memberikan pelatihan menjadi motivator di depan siswanya sendiri. berminat ? silahkan kontak saya di 0821 1217 2343  atau 0818 0901 8313.

Salam Motivator Pendidik !

SUDARMA. SPd. SST. MT.

Founder Hipno Edu Indonesi

(Hipno For Edu)

2,855 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (14)

  1. saya juga pernah mengisi hypnoteaching untuk guru-guru Pak, tapi materi sy masih minim tak seperti Bp …. bisa berguru nih? kadang juga bisa sy gunakan untuk anak-anak di kelas.
    tulisan di atas juga menambah wawasan sy
    itu lihat fotonya keren dan matab habis 🙂
    kegiatan kami bisa dilihat di http://www.ayomendidik.wordpress.com
    kalau tidak sibuk sudilah menilai juga di tulisan bawah ini
    http://bchree.wordpress.com/2014/01/08/malaikatku-di-dunia/
    trims ya …
    selamat melatih siswa dan guru-guru

  2. Luar biasa, thx sharingnya pak Darma. Saya suka hypno-teaching. Sebenarnya malu dan tak pantas dikenal sbg motivator dg jam terbang optimal di samping membina keluarga, sejak thn 1980. Sdgkan skill saya hanya seujung kuku jari kelingling bpk, hehehe. Pertama di TWC 3 saya sdh ingin meguru, namun tak sempat. Setiap saat saya mengandalkan The Power of Illahi. Alhamdulillah saya msh bisa memenuhi harapan. Saya tunggu sharing berikutnya. Salam super.

  3. Bu Etna Rufiati yang Super Luar Biasa …!! tahun 1980 sungguh luar biasa ..!! , saya baru memulai dari tahun 2010, itu pun setelah memaknai perjalanan hidup…. yang sesungguh tidak ada yang kebetulan alias sudah ada garis Illahi.

    Saya hanya mencoba memberanikan diri untuk berbagi dengan rekan2 guru se Nusantara tentang dilematis nya menagani permasalahan anak didik di sekolah masing2 sesuai pengalaman saya di seolah sendiri. berawal dari saat saya menjabat kesiswaan di Pembina OSIS dan berlanjut ke Wakasek Kesiswaan. PR besar bagi bidang kesiswaan juga bidang BP/BK dalam menangani anak2 bermasalah. sampailah saya pada pencarian yang selama ini saya cari, lalu saya implementasikan di sekolah, hasilnya ? Alhamdulillah anak2 smk lebih mudah terkendali, permsalahan salah kreativitas anak bisa di selesaikan, penyimpangan prilaku anak seperti merokok, ketergantungan minuman keras pun bisa di obati,

    Hal yang menarik juga adalah dapat membantu proses penyembuhan sakit, tentunya atas ijin Allah. perjalanan menuju 5 tahun ini telah membawa saya bisa sharring ke sekolah2 baik yang di Jabodetabek, Jawa Tengah dan Pekan Baru Riau.

    Sampai detik ini pun saya masih terus belajar…belajar … dan belajar…. untuk dunia pendidikan indonnesia yang lebih baik lagi…

    salam Guraru

  4. Ah bpk bisa saja. Sayalah yg salut pd bpk dan Guraru lainnya, super hebat, maka sy gabung dg Guraru. Sy autodidak, tugas mendiang ibu. Beliaulah guru sy, sejak SD sudah dilatih mengelola pikiran bawah sadar menggunakan seluruh indra tak hanya 5. Sy ingin belajar teori2 penemuan pakar yg belum dpt kusentuh. Insya Allah. Salam super, selamat utk bpk dan Guraru. Amin.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar