3

Menjadi guru yang sukses dengan menguasai IT (+3)

Muhtar Abu Zalfa' June 18, 2014
Jalan Menuju Sukses

OLEH : MUHTAR, S.Pd

Mengapa guru harus melek IT?

Menjadi seorang guru adalah panggilan jiwa, menjadi guru yang kreatif haruslah berpikir dan bertindak diluar kebiasaan, dan menjadi guru yang sukses di masa kini haruslah menguasai IT.

Sepenggal kata di atas sedikit banyaknya menggambarkan korelasi antara kesuksesan seorang guru dengan kemampuannya dalam menguasai IT. Tuntutan zaman di masa kini menuntut seseorang untuk senantiasa bergelut dalam dunia teknologi dan informasi, bahkan mereka yang akan mendulang sukses di era globalisasi saat ini adalah mereka yang menguasai dan mengendalikan teknologi informasi. Jika di era agraria di zaman penjajahan mereka yang sukses adalah para pemilik tanah, maka di era setelahnya mereka yang berhasil dan meraih sukses adalah pemilik modal. Nah, di era globalisasi seperti sekarang ini mereka-mereka yang akan sukses adalah yang berhasil menggenggam teknologi dan informasi, dan kabar baiknya semua orang berpotensi untuk meraih kesuksesan ini asalkan mereka mau berusaha dan belajar termasuk kita para guru.

Tugas seorang guru hakikatnya tidak hanya sekedar mengajar, mempertahankan cara-cara lama kemudian enggan mengupgrade diri serta mengupdate ilmu dan informasi. Bukan lagi figur guru di zaman sekarang seperti sosok “oemar bakri”, tapi guru harus lebih dari itu. Jika guru di zaman sekarang dimanjakan dengan berbagai tunjangan sertifikasi dan tunjangan kesejahteraan lainnya maka sudah saatnya juga guru harus memanjakan dirinya dengan asupan ilmu pengetahuan, skill, serta penguasaan teknologi dan informasi atau bahasa sederhananya adalah para guru harus cerdas dan melek IT. Kenapa harus cerdas dan melek IT? Karena profesi guru saat ini merupakan profesi yang harus dihargai secara profesional, seperti profesi dokter, advokat, akuntan, apoteker dan lainnya. Dengan kata lain, tugas guru merujuk pada pekerjaan professional dan tentunya juga harus dilakukan secara profesional dan menguasai IT serta mengintegrasikannya dalam pembelajaran adalah diantara bentuk kompetensi professional yang harus dimiliki guru.

Dalam Era Informasi, berlaku hukum tak tertulis yang berbunyi: “Siapa … menguasai informasi, maka dia yang akan menguasai dunia/Globe”. Jika ini dijabarkan turunannya dalam konsteks tugas guru dan dimasukkan dalam aspek pembelajaran di kelas maka mungkin bunyinya akan seperti ini “Siapa…menguasai informasi dan teknologi, maka dia yang akan menguasai kelas (suasana kelas)”. Terkesan ini sangat berlebihan dan terlalu mendewakan IT, tapi faktanya memang demikian. Tidak bisa dipungkiri guru-guru yang kreatif dalam memanfaatkan IT dalam pembelajarannya akan mendapatkan respon istimewa dari peserta didik, meskipun itu hanya sekedar menampilkan slide pembelajaran dan video-video yang berkaitan dengan pembelajaran semata. Bukti nyata itu kami rasakan sendiri ketika suatu saat diakhir pembelajaran semester genap kami meminta para siswa di kelas untuk menuliskan pesan dan kesan selama mengikuti pelajaran (IPS), dan alhasil beberapa siswa memberikan komentar yang menunjukkan kesenangan serta antusiasme mereka mengikuti pelajaran kami karena dalam pembelajaran ditampilkan secara audio visual baik berupa slide ataupun video-video pembelajaran.

Disadari atau tidak seorang guru harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Jika ada hal yang positif dari guliran perkembangan zaman maka gurulah yang harus utama mencicipi produk-produk positif tersebut karena, guru memiliki andil dalam mencetak generasi. Perwajahan generasi kedepan adalah bayangan dari sosok-sosok guru masa kini. Jika ingin menciptakan generasi yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), maka gurulah yang harus terdepan dalam menguasainya. Tidak ada kata berhenti bagi seorang guru untuk terus belajar dan menambah keterampilan. Menguasai atau minimal melek teknologi harus menjadi agenda utama guru di masa kini diantara agenda-agenda lain yang terus menumpuk. Waktu, tenaga, materi dan pikiran haruslah disiapkan oleh seorang guru untuk membuat dirinya menjadi sosok-sosok guru yang melek IT. Jarak dan tempat bukanlah menjadi alasan bagi seorang guru untuk stagnan dalam mengupgrade dirinya. Mengajar ditempat yang terisolir, termarginalkan bukan menjadi halangan bagi seorang guru untuk menguasai dan melek IT. Karena melek IT adalah kebutuhan “primer” seorang guru. Dan salah satu jalan untuk melek IT adalah dengan mengikuti diklat-diklat seprti yang ditawarkan Pak Sukani di blog beliau http://trainergurumelekit.wordpress.com/, sebuah terobosan bentuk diklat yang kreatif, aspiratif dan komunikatif. Anda pasti suka!!

Jika kita merasa sebagai insan-insan pendidikan yang peduli dengan nasib pendidikan tentu tidak akan membiarkan dirinya dalam kubangan kejumudan Informasi dan Teknologi. Membiarkan diri dalam kondisi seperti itu adalah salah bentuk sikap yang secara tidak langsung menginginkan kemunduran akan pendidikan bangsa ini. Bagaimana tidak, disaat guru-guru di negara lain sudah begitu familiar dalam menerapkan IT sedangkan guru di negeri tercinta ini untuk menyisihkan waktu dan materi untuk mengikuti diklat dan pelatihan-pelatihan IT saja enggan mereka lakukan. Mereka sudah merasa cukup dengan hanya memiliki laptop dan gadget saja yang tidak sedikit justru sekedar pajangan dan aksesoris belaka dan tidak mewakili hakikat mereka sebagai guru yang melek IT. So..mengikuti diklat seperti ini adalah salah satu bentuk ikhtiar kita sebagai seorang guru dalam mewujudkan generasi Indonesia yang terdidik dengan IPTEK. Ingin melek IT? Ikuti pelatihan ini dan silahkan anda buktikan hasilnya.
Saya ingin jadi guru sukses nan kreatif, saya harus melek IT!!

Alasan-alasan yang saya kemukakan di atas yang memotivasi diri saya untuk mengikuti diklat ini serasa sangat panjang (memang sangat panjang kan?), tapi jujur itu belumlah terasa mewakili semua kata hati saya kenapa harus mengikuti diklat ini. Mengikuti diklat ini serasa menjadi berkah tersendiri bagi saya, seolah melepaskan dahaga diriku yang haus akan ilmu, melepaskan kepenatan-kepenatanku selama ini dalam berinteraksi dengan laptop yang menyusuri program-program di dalamnya namun semuanya itu seperti tanpa arah dan target. Mengikuti diklat ini membuat saya serasa lebih terarah dan memiliki tujuan kedepan “dengan cara apa saya memanfaatkan IT ini dalam tugas saya sebagai seorang guru”.
Dimulai dari keasyikan saya berinteraksi di sosmed (social media), saya kemudian tergabung dengan group “Komunitas Guru Kreatif” dan dengan sangat kebetulan dan sudah menjadi takdir Allah (alhamdulillah J), Pak Sukani adalah salah satu anggota dalam komunitas tersebut. Suatu waktu beliau memposting di group kegiatan training guru melek IT yang dipublikasikan di blog beliau. Dan jujur, saya jatuh cinta pada kesan pertama akan program training melek IT ini. Dan selanjutnya bisa ditebak saya mulai menelusuri lebih jauh blog beliau mempelajari dan mencoba menebak arah kegiatan training ini. Awalnya ada kekhawatiran dalam diri saya dengan maraknya penipuan online, tapi setelah menelusuri lebih jauh dan menelusuri rekam jejak Pak Sukani dan track record beliau, maka dengan ucapan bismillah sayapun mantap mendaftarkan diri sebagai peserta Diklat Online Guru Melek IT Pola 12 hari.

Mengajar dan berdomisili di sebuah pelosok desa yang berada dibalik kaki-kaki gunung tentu memiliki tantangan tersendiri bagi saya dalam mengikuti diklat ini. Apalagi ini adalah diklat online pertama yang saya ikuti. Dengan hanya mengandalkan koneksi internet dari layanan satu provider yang cuma berbekal jaringan EDGE (2G) tentu sangat tidak menyenangkan dan tidak layak. Bisa dibayangkan jika untuk mengakses login masuk ke situs diklat saja menunggu waktu yang lama dan kadang gagal di tengah jalan. Tapi, bagi saya itu bukan sebuah alasan bagi saya untuk berhenti belajar, dan terlalu naif jika harus membatalkan niat untuk mengikuti diklat ini. Diklat ini terlalu berharga jika harus saya putuskan di tengah jalan karena sebuah keputusaaan akan koneksi internet. Guru dituntut harus bisa keluar dari masalah bagaimanapun besarnya masalah itu, dan terkendala masalah koneksi internet untuk mengikuti diklat bukanlah masalah besar selama kita mau berusaha dan jeli mencari jalan keluar. Itu semua karena satu hal: saya, anda, dan kita semua sangat butuh akan diklat ini.

Akhirnya meskipun baru mulai merangkak mengikuti diklat ini, tapi harapan besar saya semoga setelah mengikuti diklat ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi diri saya dan bagi orang lain. Dan semoga saya bisa mengikuti materi diklat ini dengan baik, menguasai aplikasi-aplikasi yang ada di dalamnya, bisa membuat produk-produk pembelajaran berbasis IT dan lulus dengan hasil yang memuaskan (semoga!). Dan sebagai rasa terima kasih saya akan adanya diklat ini maka saya berusaha untuk menyebarkan “virus-virus melek IT’ kepada rekan-rekan guru yang lain, meminta teman-teman guru mengikuti Diklat Online Guru Melek IT Pola 12 hari dan Insyaallah saya akan berbagi ilmu dengan mereka supaya kelak akan menjadi amal jariyyah bagi kita di dunia pendidikan. Aamiin

Akhirul kalam inilah sedikit goresan tangan saya… semoga bisa memotivasi dan menginspirasi..
Sukses Guru Melek IT, Sukses Guru Indonesia….

Jazaakumullahu khairan
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

3,572 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (3)

  1. Salam kenal pak Muhtar. Thx sharingnya. Ya secara periodik seluruh dunia selalu menyesuaikan kurikulumnya mengikuti perubahan jaman. Insya Allah di jaman digital yg serba digital ini pendidikn di Indonesia tak tertinggal hanya krn guru msh sibuk blm sempat melek IT. Diklat online ini salah satu layanan kpd guru utk menerobos maju dg rileks dan enjoy mempersiapkn bahan ajar yg sesuai dg tuntutan jaman. Selamat berjuang, sukses ber IT. Amin.

  2. Terima kasih atas supportnya Bu…
    Kaitan antara kurikulum dengan perkembangan zaman yang semuanya serba digital saat ini mengingatkan saya akan pendidikan di Finlandia sana… dari artikel yang saya baca Finlandia adalah negara yg paling maju kualitas pendidikannya.. dan para peserta didik disana lebih banyak belajar mandiri dengan menggunakan tutorial.. artinya mau tidak mau guru2 di Finlandia harus menguasai IT dan bisa buat tutorial… Ternyata dampak penguasaan teknologi terhadap kemajuan pendidikan suatu bangsa sangatlah terasa. Semoga guru-guru di negara kita kedepannya bisa seperti itu.. aamiin

  3. Finlandia, benar pak Muhtar. Sejak th 83 hingga 94 sy mendpt
    Kesempatan mengajar dan belajar di Malay Inggris Australia dan bangsa kita sdh ketinggaln. Apa mau bgt terus? IT canggih utk apa? Hehehe yuk tancap gas. Itu tanggung jwb kita bersama. Silakn baca artikelku dan respon. Kutunggu pak. Salam berjuang.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar