4

Meniru Lukmanul Hakim Dalam Mendidik Anak (+2)

Muhammad Yani June 28, 2015

Mendidik anak tidak hanya menjadi tugas sekolah/.madrasah dan pesantren ataupun kewajiban bagi guru/tengku/ustaz, akan tetapi perhatian dan pendidikan dari kedua orang tua (ayah dan ibu) dalam keluarga juga menjadi salah satu faktor utama keberhasilan bagi setiap anak dalam kehidupannya. Karena keluarga merupakan awal dari perjalanan hidup individu yang akhirnya akan bergaul dan berbaur dengan masyarakat, dan keluarga itu merupakan satuan sistem terkecil sebagai inti dari sistem sosial secara keseluruhan dan sekaligus merupakan miniatur dan embrio unsur sistem sosial manusia, antara lain berkaitan dengan pendidikan terhadap anak dalam keluarga.

Pendidikan yang dikehendaki oleh Islam adalah pendidikan yang dibangun di atas konsep ke-Islaman, sehingga mampu membentuk manusia yang unggul secara intelektual, kaya dalam amal, serta anggun dalam moral dan kebijakan. Namun, yang terjadi saat ini masyarakat Islam mengalami degradasi moral, pelanggaran nilai-nilai semakin akut dan sulit dikendalikan, dan yang memprihatinkan pelanggaran nilai ini dilakukan oleh kaum terpelajar dalam berbagai lapisan pada tatanan masyarakat.

Sebagai umat Islam pendidikan pertama yang harus diberikan kepada anak-anaknya adalah mengenalkan Allah (Ilmu Tauhid). Ketika anak sudah mengenal Allah, para orang tua yang bijak biasanya akan mengajarkan mereka cara-cara beribadat yang benar (Ilmu Fiqih). Selanjutnya diajarkan cara menjaga ibadat tersebut agar tidak sirna (Tasawuf).

Jika ketiga pendidikan ini sudah ada pada diri si anak, ketika beranjak masa remaja anak-anak kita akan menjadi pribadi yang kuat. Baik budi pekertinya, lembut tutur katanya dan peduli terhadap lingkungannya, baik keluarga dan masyarakat. Karena ketiga pendidikan di atas sudah merepresentasi bagaimana cara berinteraksi dengan Allah Swt dan cara berinteraksi dengan manusi, yang sering disebut dengan hablumminallah wahablumminannas.

Dalam al-Qur’an sudah tertera cara mendidik anak serta ilmu apa pertama kali yang harus ditanamkan oleh orangtua. Banyak kisah-kisah para pendahulu kita yang sukses mendidik anak dengan metode Alquran. Sebut saja Lukmanul Hakim. Lalu pelajaran apa saja yang beliau berikan kepada anaknya?

Pertama, persoalan aqidah. Sebagaimana firman Allah,” Wahai anak ku jangan sekali-kali engkau sekutukan Allah” (QS: Al-Lukman:13). Sebagaimana dipahami bahwa persoalan aqidah merupakan dasar yang diibaratkan dengan akar pada pohon, jika akarnya kuat maka pohon tersebut akan berdiri dengan kokoh dan kuat, walaupun banyak rintangan dan tantangan yang menghadangnya, seperti angin ataupun banjir sekalipun. Akar yang kuat tersebut diumpamakan dengan aqidah yang kuat, artinya sekali bertuhan Allah tidak akan ada yang lainnya, terhadap ajakan dan rayuan hingga jasad dipisahkan oleh nyawa tetap namun bila sebaliknya jika akarnya lemah maka dengan sendirinya ia akan mudah diombang-ambing dengan keadaan yang tidak menentu dan beragam godaan serta bisikan hawa nafsu

Kedua, rasa hormat kepada orangtua. ” Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapakya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada ku dan ke dua ibu bapak mu, hanya kepada ku lah kembalimu.” (QS: Al-Lukman: 14).

Ketiga, pendidikan moral.” Wahai anakku bila ada kebaikan yang kamu kerjakan, kecil (tidak nampak oleh pandangan mata yang zahir), yang kecil itu tersembunyi dipuncak langit, di dasar bumi yang paling dalam atau di tengah-tengah batu hitam sekalipun, Allah pasti akan mengetahuinya dan pasti akan memberikan balasan yang sedail-adilnya” (QS: Al-Lukman: 16).

Keempat, tatanan hidup si anak  “Wahai anakku dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah” (QS: Al-Lukman: 17).

Inilah dasar-dasar agama dalam mendidik anak yang harus diaplikasikan oleh setiap orang tua sebelum memberikan berbagai disiplin ilmu lainnya. Mantapkan aqidah, tanamkan rasa hormat kepada orang tua, ajarkan ahklak dan tingkah laku yang baik, kemudian berikan tatanan hidup yang sesuai dengan Islam.

Al-Ghazali mengatakan bahwa sesungguhnya, kelakuan yang paling tinggi dan sempurna, perbuatan yang paling baik dan cantik adalah adab dalam agama, yang mana melaluinya orang-orang beriman mengikuti sifat ketuhanan dan tingkah laku para nabi dan rasul. Tuhan telah mengajarkan kita (addabani) dengan apa yang telah dijelaskan dalam al-Qur`an. Dia juga mengajarkan kita (addabani) dengan kehadiran pesuruh-Nya yaitu Nabi Muhammad SAW melalui hadith. Untuk itu, kita harus mengikuti jejak para sahabat dan pengikut mereka, juga mengikuti langkah orang-orang ahli adab (ahl al-adab) dalam kalangan mukmin.

Dengan demikian apabila metode pendidikan Lukmanul Hakim sudah menjadi prioritas orang-orang tua sekarang dalam mendidik anak, InsyaAllah anak-anak kita nantinya akan tumbuh sebagai remaja yang taat kepada Allah Swt, patuh kepada orang tua, dan jauh dari tingkah laku yang tercela, dan menjadi anak yang shaleh/shalehah yang akan mendo’akan kepada kedua orang tua. InsyaAllah,..

 

Penulis adalah: Guru PAI Pada SMAN 1 Peukan Bada Aceh Besar

 

3,522 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (4)

  1. Salam kenal Pak Yani…
    Alhamdulillah ketemu dengan sesama saudara GPAI dari luar jawa…
    Inspiratif Pak Yani….
    Lukman Al Hakim pernah juga saya tulis dalam penyusunan tesis pada 2014 lalu pak…
    Kajiannya sebenarnya kurang mendalam pak…butuh banyak refrensi dan teman diskusi seperti Pak Yani…. 🙂 🙂 🙂

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar