1

MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI 21ST CENTURY LEARNING (0)

Resmaleni Resmaleni May 11, 2017

Hallo temans guru seluruh Indonesia

pada kesempatan ini izinkan penulisberbagi pengalaman tentang pelaksanaan pembelajaran dengan mengintegrasikan media sosial dengan strategi inquiry learning.

berikut abstrak hasil penelitiannya dengan judul: PENINGKATAN  KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA XI MIA 2  MAN 2 SERANG MATERI THERMOKIMIA  MELALUI  STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI DAN MEDIA SOSIAL (Student Skills Enhancement Resolution XI MIA 2 MAN 2 Serang Material Through Thermokimia Inquiry Learning Strategies And Social Media) 

Kesuksesan siswa tergantung pada penguasaan kecakapan abad 21. Diantaranya penguasaan kemampuan pemecahan masalah, dan pemanfaatan media sosial melalui Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah Kimia dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) dan media sosial. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI MIA 2 MAN  2 Serang berjumlah 28 orang. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diagnostik model Kemmis dan McTaggar sebanyak 2 siklus. Instrumen menggunakan observasi, angket dan tes.Penelitian menggunakan mixed method analisis. Data diolah secara kualitatf dan kuantitatif.Temuan penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) dan pemanfaatan media sosial efektif digunakan dalam pembelajaran Kimia di MAN 2 Serang. Terdapat peningkatan efektivitas Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) dari siklus 1 sebesar 76,49 %, siklus 2 sebesar 80,65 %. Efektivitas pemanfaatan media sosial (facebook dan edmodo) dalam penelitian ini pada siklus 1 sebesar 62% dan siklus 2 senilai 77%. Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) dan pemanfaatan media sosial dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dari siklus 1 sebesar 76,03 %, siklus 2 sebesar 82,90 %.   

BOLEH DOWNLOAD “DISINI” JURNAL HASIL PENELITIAN 

Berdasarkan hasil penelitian diatas adalah adanya peningkatan kompetensi peserta didik melalui integrasi media sosial dan strategi inquiry learning.

Kita wabil khusus guru yang sdh senior…..*kenapa disebut senior? yaitu usia yang sudah mendekati kepala 4, kepala 5, bahkan kepala 6. kita terasa asing pada zaman ini. zaman yang meledaknya informasi, vulgarnya informasi melalui berbagai media sosial. sebut saja facebook, twiter, u tube, instagram, me tube dan entah apa lagi.

Sedangkan siswa kita adalah penguasa zaman saat ini. mereka lebih canggih dari pada bapak/ibu gurunya. Mereka ahli sekali dalam hal penggunaan teknologi khususnya media sosial. kondisi seperti itu sayang sekali untuk diabaikan makanya bapak ibu guru manfaatkanlah situasi dan kondisi tersebut untuk pembelajaran bapak/ibu.

Kecanggihan media sosial yang mudah diakses dimanapun dan kapanpun akan mampu mencegah peserta didik berprilaku yang tidak baik di dunia maya jika saja kita semua mengarahkan anak didik kita menggunakan media tersebut secara positif. perilaku dunia maya mampu mencerminkan perilaku mereka di dunia nyata. Jangan biarkan peserta didik kita tersesat di dunia yang penuh keterbukaan tersebut.

Ilustrasi Peserta Didik Abad 21

Ilustrasi Peserta Didik Abad 21

 

Abad ini di sebut juga abad 21 dimana guru harus mampu menanamkan 4 kompetensi kepada peserta didik yaitu kemampuan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan berkolaborasi.

Guru sebagai ujung tombak pendidikan mempunyai peran strategi dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang sudah dituliskan dalam UU No. 20 tahun 2003 yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, cerdas, kreatif, inovatif, serta…..

berdasarkan kurikulum 2013 yang diatur pada Permen No.59 tahun 2014 ada empat kompetensi inti yang harus dimiliki oleh peserta didik (KI) …(lihat tabel dibawah ini)

Sedangkan fungsi guru sudah diatur dalam UU No. 14 Tahun 2005 yaitu guru adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan, melaksanakan, menilai, dan melakukan tindak lanjut……

menurut 8 standar pendidikan guru harus mempunyai empat kompetensi…(lihat tabel dibawah ini)

Menurut Rotherdam dan Willingham (2009)  mencatat bahwa kesuksesan seorang siswa tergantung pada kecakapan abad 21 sehingga siswa harus belajar untuk memilikinya. Partnership for 21st century skills mengidentifikasi kecakapan abad 21 meliputi: berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, dan kolaborasi.

Mari kita secara bersama mengintegrasikan teknologi informasi dalam proses pembelajaran agar pembelajaran mengikuti karakteristik peserta didik yang menguasai teknologi informasi tersebut.

Tabel analisis 4 kompetensi guru, kompetensi siswa menurut kurikulum Permen 59 tahun 2014, dan kompetensi abad 21 Menurut Rotherdam dan Willingham (2009) .

GURU YANG BERKOMPETEN ⇒⇒⇒⇒ PROSES PEMBELAJARAN ABAD 21⇒⇒⇒⇒ SISWA YANG BERKOMPETEN

Tabel linearitas kompetensi guru dalam proses pembelajaran dalam menciptakan siswa yang kompeten

NO. KOMPETENSI GURU KOMPETENSI ABAD 21 KOMPETENSI SISWA
1. SPIRITUAL KOMUNIKASI SPIRITUAL
2. SIKAP SOSIAL PEMECAHAN MASALAH SOSIAL
3. PROFESIONAL BERFIKIR KRITIS KOGNITIF
4. PEDAGOGIK KOLABORASI KETERAMPILAN

Berdasarkan tabel diatas terlihat bagaimana saling berhubungan seluruh kompetensi yang harus dimiliki oleh guru dan peserta didik yang sekarang berada di zaman yang disebut Abad 21.

“Artikel diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

629 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!