15

MENINGKATKAN KEMAMPUAN NON-AKADEMIS SISWA SECARA SEDERHANA (+64)

Pak Sukani @gurumelekIT May 15, 2013

Assalamualikum Wr. Wb.

Selamat malam Guraru.., Pada kesempatan yang baik ini saya akan berbagi pengalaman tentang kiat-kiat kreatif untuk meningkatkan kemampuan non-akademis siswa dalam pembelajaran, baik itu di kelas maupun di luar kelas. Kemampuan non-akademis ini dapat mencakup sikap, perilaku, psikologi siswa, potensi & bakat dan kecerdasan emosional. Oke, langsung saja kita bahas kiat-kiat kreatif untuk meningkatkan kemampuan non-akademis siswa dalam pembelajaran yang pernah saya lakukan, sebagai berikut :

A.Pembelajaran di dalam kelas (KBM)

1.Kegiatan Pendahuluan (Awal)
Kiat-kiatnya adalah :
a)Memberikan kesempatan, kepercayaan dan tanggungjawab kepada siswa secara bergantian untuk memimpin doa dan salam sebelum kegiatan pembelajaran dimulai setiap hari. Jadi setiap hari yang memimpin doa dan salam adalah orang yang berbeda. Agar teratur maka saya dibuatkan jadwal memimpin doa dan salam di masing-masing kelas. Dengan kiat ini maka akan meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu keberanian, rasa percaya diri, mental siswa, dan perilaku yang religius. (Nilai karakter bangsa yang dibangun adalah religius, mandiri dan tanggungjawab)

b)Memberikan wawasan kepada siswa secara sederhana untuk menunjukkan prilaku tertib dan patuh kepada peraturan/tata tertib sekolah serta membiasakan diri hadir tepat waktu. Hal ini saya dilakukan bersamaan ketika seorang guru mengabsen para siswanya. Bersamaan dengan mengabsen kita bisa membubuhkan wawasan untuk menunjukkan prilaku tertib dan patuh terhadap peraturan/tata tertib sekolah serta membina siswa untuk membiasakan diri hadir tepat waktu. Dengan kiat ini maka akan meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu sikap disiplin. (Nilai karakter bangsa yang dibangun adalah disiplin)

2.Kegiatan Inti (Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi)
Kiat-kiatnya adalah :
a)Memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk bereksplorasi dengan berpendapat dan atau mengungkapkan sebuah ide secara mandiri. Guru mendorong para siswa untuk bereksplorasi secara mandiri dan benar sebagai tahap pertama (pengantar) sebelum masuk ke inti materi pelajaran. Dengan kiat ini maka akan meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu keberanian, rasa percaya diri, rasa ingin tahu, kemandirian dan mental siswa. (Nilai karakter bangsa yang dibangun adalah mandiri, rasa ingin tahu dan komunikatif)

b)Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berorganisasi dalam kelompok belajar/diskusi. Dengan model pembelajaran diskusi dengan membentuk kelompok belajar, para siswa dapat melatih kemampuannya untuk peduli sesama, menghargai pendapat, dan berkomunikasi untuk membahas/mendiskusikan suatu permasalahan dengan kreatif dan kerja keras. Jika ada salah satu anggota kelompok diskusi mengalami hambatan dalam belajar maka anggota kelompoknya yang lain membantu. Oleh karena itu, dengan kiat ini maka akan meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu kemampuan berorganisasi (komunikatif), peduli sesama (sosial), kreatifitas dan sikap kerja keras. (Nilai karakter bangsa yang dibangun adalah peduli sosial, komunikatif, kreatif dan kerja keras)

c)Memberikan kesempatan kepada siswa untuk perform (maju) ke depan kelas untuk mempresentasikan suatu materi, hasil diskusi dan atau suatu pemecahan suatu masalah (problem solving). Dengan kiat ini maka akan meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu keberanian, rasa percaya diri, kemandirian dan mental siswa. (Nilai karakter bangsa yang dibangun adalah mandiri dan komunikatif)
ngajar
maju ke depan kelas

d)Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan hasil proses pembelajaran dengan cara mengungkapkannya di dalam forum kelas. Dengan kiat ini maka akan meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu keberanian, rasa percaya diri, kemandirian dan mental siswa. (Nilai karakter bangsa yang dibangun adalah mandiri dan komunikatif)

3.Kegiatan Akhir
Memberikan kesempatan kepada siswa secara bergantian untuk memimpin doa dan salam penutup sebelum berakhirnya kegiatan pembelajaran setiap hari. Hal ini sama seperti pada saat kegiataan pendahuluan (awal) yaitu siswa diberikan kesempatan untuk memimpin doa dan salam pembuka sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Setiap hari yang memimpin doa dan salam pembuka/penutub adalah orang yang sama, namun setiap harinya bergantian (sesuai jadwal). Siswa yang diberikan kepercayaan dan tanggungjawab memimpin doa dan salam akan merasa dihargai oleh gurunya. Dengan kiat ini maka akan meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu keberanian, rasa percaya diri, tanggung jawab dan mental siswa. (Nilai karakter bangsa yang dibangun adalah religius, mandiri dan tanggungjawab)

B.Pembelajaran di luar kelas (Non-KBM)
Pembelajaran di luar kelas atau non-KBM adalah pembelajaran yang dilakukan di luar jadwal kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah. Adapun kiat-kiat kreatif untuk meningkatkan kemampuan non-akademis siswa dalam pembelajaran di luar kelas ini adalah sebagai berikut :

1.Pembinaan ekstrakurikuler
Meningkatkan kemampuan non-akademis siswa melalui pembinaan ekstrakurikuler, untuk menggali potensi, mengasah kreatifitas dan kepribadian siswa, seperti :
a.Upacara bendera
Melalui pembinaan upacara bendera kepada setiap siswa, maka setiap siswa diharapkan menguasai pelaksanaan upacara bendera dan harus siap jika sewaktu – waktu ditunjuk sebagai petugas upacara di sekolah. Bagi siswa kelas II dan III harus dapat melatih siswa kelas I dalam pelaksanaan upacara dan siap sebagai petugas upacara di luar sekolah/ tingkat kecamatan dan kota. Di sekolah mengikuti “program pembinaan upacara bendera”.
upacara bendera
upacara bendera

b.Senam kesegaran jasmani
Melalui pembinaan senam kesegaran jasmani, maka setiap siswa diharapkan dapat memperagakan senam kesegaran jasmani secara baik. Siswa kelas II dan III harus dapat melatih orang lain dalam senam kesegaran jasmani atau jenis senam lainnya yang berkembang di masyarakat. Di sekolah mengikuti “program senam kesegaran jasmani”.
senam

c.Marawis
Pembinaan ekstrakurikuler marawis ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu:
1) Meningkatkan kreatifitas siswa
2) Menumbuhkan rasa kecintaan pada budaya Islam
3) Melatih kedisiplinan dan tanggung jawab
Dengan ekstrakurikuler ini maka siswa dapat lebih mengenal alat musik marawis, mengenal macam-macam pukulan seperti hajr, dumbuk, markis, memadukan jenis-jenis pukulan dalam lagu dan mampu menampilkan variasi pukulan, gaya dan lagu
dengan baik. Di sekolah mengikuti “ekstrakurikuler marawis”.
marawis

d.Mading (majalah dinding)
Pembinaan ekstrakurikuler majalah dinding ini bertujuan meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu:
1)Meningkatkan kreativitas siswa dalam pengembangan diri
2)Mengembangkan pengetahuan dasar siswa tentang arti pentingnya ekstrakurikuler majalah dinding
3)Membimbing siswa dalam mengembangkan daya nalar, imajinasi serta daya cipta untuk berkarya dalam bidang kesusasteraan.
Di sekolah para siswa dapat mengikuti “ekstrakurikuler mading”.
mading

e.Olahraga dan Atletik
Melalui pembinaan olahraga dan atletik, maka diharapkan setiap siswa mampu menguasai cara bermain semua cabang olah raga permainan dan atletik serta dapat menjadi pemain yang tangguh salah satu cabang olah raga permainan dan atletik. Di sekolah mengikuti “ekstrakurikuler olahraga dan atletik”. Misal : futsal, bola voli dan lain-lain.
futsal
bolavoli

f. Taekwondo
Pembinaan ekstrakurikuler taekwondo ini bertujuan meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu:
1)Membina mental baja dan sikap tegas, jujur, disipilin dan cepat tanggap
2)Meningkatkan kesehatan dengan olahraga teratur
3)Meningkatkan ketahanan fisik
4)Sebagai wadah penyaluran hobi
5)Sebagai wadah peredam kenakalan fisik remaja.
taekwondo 1
taekwondo 2

g.Kesenian dan tarian
Melalui pembinaan kesenian dan tarian, maka diharapkan setiap siswa kelas I menguasai dasar–dasar tari minimal dasar tari daerahnya masing-masing sedangkan kelas II dan IIII dapat menarikan minimal satu tarian untuk dipertunjukkan di depan umum. Di sekolah mengikuti “ekstrakurikuler seni dan tari”.
tari

h.Musik dan Vokal
Pembinaan ekstrakurikuler musik dan vokal ini bertujuan meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu :
1)Untuk mengembangkan kreatifitas siswa di bidang musik dan vokal
2)Untuk menyalurkan bakat dan minat siswa di bidang musik dan vokal
3)Untuk mencetak siswa-siswi yang handal dalam segi keahlian musik dan vokal
4)Untuk membentuk satu kelompok seni baik itu bidang musik dan vokal yang dapat diandalkan dalam setiap kegiatan
Melalui pembinaaan musik dan vokal, maka diharapkan setiap siswa mampu mengenal alat-alat musik dan memainkan alat-alat musik tersebut seperti : Gitar, Pianika, Seruling dan sebagainya. Di sekolah mengukuti “ekstrakurikuler musik dan vokal”.
seni musik
musik 2

i.English Club
Pembinaan ekstrakurikuler english club ini bertujuan disamping untuk mewadahi para siswa dan siswi yang memiliki kemampuan minat, bakat dan prestasi dalam bahasa Inggris, keberadaan English Club juga diharapkan dapat memacu prestasi para siswa sekaligus memberikan daya rangsang kepada siswa betapa pentingnya penguasaan bahasa Inggris di masa yang akan datang (keterampilan berbahasan inggris dalam kehidupan).
Melalui pembinaan bahasa inggris melalui english club, maka diharapkan setiap siswa mampu berbicara dalam berbahasa inggris sehari-hari. Di sekolah mengikuti “One Day English a Week”dan ekstrakurikuler “ English Club”.
english club

j.Dance
Pembinaan ekstrakurikuler dance ini bertujuan meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu :
1)Untuk mengembangkan kreatifitas siswa di bidang dance
2)Untuk menyalurkan bakat dan minat siswa di bidang dance
3)Untuk mencetak siswa-siswi yang handal dalam segi keahlian dance (tari modern)
4)Untuk membentuk satu kelompok seni tari modern (dance) yang dapat diandalkan dalam setiap kegiatan
Melalui pembinaan dance, maka diharapkan siswa dapat menguasai seni tari modern (dance) dan mampu mengekspresikan dirinya dengan mempertunjukkan penampilan dance yang baik.
dance

k.Paduan Suara
Pembinaan ekstrakurikuler paduan suara ini bertujuan meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu :
1. Menyalurkan bakat dan minat anak di bidang paduan suara
2. Meningkatkan kedisiplinan, budi pekerti dan membangun karakter siswa melalui paduan suara
Melalui pembinaan paduan suara, maka diharapkan siswa yang tergabung dalam tim paduan suara memahami teknik paduan suara dan mampu membawakan sebuah lagu paduan suara dengan baik.
paduan suara
paduan suara 2

2.Pembinaan kompetensi Non-Akademis (Life skill)
Meningkatkan kemampuan non-akademis siswa melalui pembinaan kompetensi Non-Akademis (Life skill) melalui pembekalan keterampilan keahlian (Life skill). Pembinaan ini lebih menekankan keterampilan (life skill) untuk sebagai bekal siswa dalam kehidupannya yang akan datang, baik dalam bidang sains dan teknologi, komputer/informatika, seni dan musik, sport, menjahit, bengkel dan lain-lain. Dengan adanya pembinaan kompetensi non akademis (life skill) ini maka siswa akan dilatih berbagai keterampilan di sekolah sesuai dengan bakat, potensi yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Salah satunya adalah :
a) keterampilan “TRASHION ACTION” yaitu keterampilan mengolah plastik bekas menjadi produk yang memiliki nilai tambah yang tinggi (edit value) misalnya membuat tas dan sandal dari plastik bekas. Akhirnya kemampuan non akademis siswa dapat berkembang bahkan meningkat.
Keterampilan dari barang bekas (membuat tas dari plastik bekas)
ketarampilan mengolah plastik bekas
keterampilan mengolah plastik bekas
Keterampilan mengolah plastik bekas

b) Keterampilan merakit dan menginstall komputer
Keterampilan merakit dan menginstall komputer ini merupakan keterampilan yang sangat diperlukan di masa sekarang ini, dimana komputer sudah menjamur di masyarakat karena IT sehingga keahlian ini sangat dibutuhkan dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi.
merakit komputer
keterampilan install komputer

3.Layanan Klinik Non-Akademis siswa
Meningkatkan kemampuan non-akademis siswa melalui layanan klinik non-akademis siswa di sekolah. Layanan klinik non akademis siswa ini dilakukan oleh guru bimbingan konseling untuk membentuk karakter siswa. Guru bimbingan konseling dapat melakukan pendeteksian bakat, potensi siswa dan mengembangkannya dengan memberikan dorongan serta motivasi sehingga dapat menjadi bekal hidup di masa yang akan datang. Layanan klinik non akademis ini dilakukan dengan 3 pendekatan yaitu:
1)Pendekatan Psikologis
2)Pendekatan Sosial
3)Pendekatan Agama
bimbingan konseling

4.Pembinaan organisasi siswa intra sekolah (OSIS)
Meningkatkan kemampuan non-akademis siswa melalui pembinaan OSIS di sekolah. Melalui OSIS ini lah maka para siswa dapat belajar dan berlatih untuk berorganisasi yang baik sehingga dapat mengembangkan kepribadiannya, sikap demokratis, rasa percaya diri, berkomunikasi yang baik serta santun, berani memimpin suatu rapat, menggerakkan orang lain untuk melalukan apa yang ia perintahkan dan lain-lain. Jadi melalui OSIS ini sangat penting bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan non-akademis siswa.
OSIS

5.Pembinaan kegiatan/program kesiswaan
Meningkatkan kemampuan non-akademis siswa melalui pembinaan kegiatan kesiswaan yaitu sebagai pengembangan diri siswa dimana para siswa ikut berpartisipasi mengikuti berbagai kegiatan kesiswaan di sekolah, seperti :
1)Pentas seni / Porseni / Class meeting
Dilaksanakan setelah ujian akhir semester sebagai wadah pengembangan diri siswa.
2)Kegiatan Bulan bahasa
Dilaksanakan untuk memperingati bulan bahasa. Biasanya pada bulan bahasa ini, dilaksanakan lomba-lomba di bidang bahasa, baik itu bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Misalnya : lomba debat berbahasa inggris, lomba pidato dan ceramah, lomba baca puisi dan sebagainya.
3)Festifal, Pameran Seni dan Budaya
Pameran seni dan budaya merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang seni dan budaya, karena kegiatan pameran ini baik sekali kegunaannya untuk siswa, seniman, pengamat seni budaya, maupun bagi perkembangan seni budayapada umumnya. Melalui pameran seni dan budaya, seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik di lingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat, dinilai, dikagumi, atau dikritik.
pameran
4)Lomba-lomba kesiswaan. Misalnya : lomba abang none sekolah
Melalui lomba abang none sekolah ini maka dapat meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu :
a. sebagai wadah penyaluran bakat dan potensi siswa
b. meningkatkan kemandirian, rasa percaya diri dan mental siswa
c. menggali, mengembangkan, dan mempromosikan keunggulan-keunggulan/prestasi sekolah
lomba abang none
abang none 3
abang none

5)Pembinaan keagamaan
Pembinaan keagamaan disini dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
a. Pembinaan agama islam
Melalui pembinaan agama islam, maka diharapkan setiap siswa yang beragama islam mampu menjadi Muazin, imam dalam sholat, hapal surat-surat pendek minimal 15 surat, lancar membaca Al-Qur’an dan dapat melakukan ceramah singkat, serta harus menjadi siswa yang taat beribadah. Di sekolah dapat mengikuti “program pembinaan agama islam”. Misalnya : sholat berjamaah, pesantren kilat dan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
maulid nabi muhammad SAW
sholat
b. Pembinaan agama selain islam (non islam)
Melalui pembinaan agama non islam, maka diharapkan setiap siswa yang beragama selain agama Islam dapat memimpin acara-cara kebaktian ringan dan taat melaksanakan ajaran agamanya. Di sekolah mengikuti “program pembinaan agama non islam”.

6)Upacara sekolah
Melalui upacara sekolah maka dapat meningkatkan kemampuan non-akademis siswa karena selain menumbuhkan sikap cinta tanah air, melalui upacara bendera juga akan mencerminkan wujud perilaku menghargai pahlawan, menumbuhkan sikap kedisiplinan, mencerminkan ketertiban, menumbuhkan nilai saling menghormati dan menghargai, serta menumbuhkan sikap kekompakan dan kerjasama.
Upacara sekolah ini antara lain upacara hari ulang tahun (HUT) negara republik Indonesia dan peringatan hari guru nasional dan lain-lain.
upacara bendera
upacara bendera
7)Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS)
Tujuan dilaksanakannya kegiatan LDKS ini adalah untuk membangun kepemimpinan dan organisasi yang efektif, efisien yang membawa perubahan positif di lingkungan intra sekolah. Melalui LDKS maka dapat meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yaitu :
a. Membekali siswa untuk beraktivitas nyata di organisasi sekolah dengan pengetahuan serta skill kepemimpinan dan keorganisasian.
b. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan sehingga mampu mengatur diri dan lingkungannya.
c. Menanamkan dasar-dasar ilmu manajemen organisasi sehingga siswa memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keahlian untuk berperan aktif di organisasi sekolah serta memiliki self belonging yang tinggi terhadap organisasi sekolah.
d. Mendorong, membimbing serta mengarahkan potensi kepemimpinan.
e. Menumbuhkan, meningkatkan dan memantapkan kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga Negara khususnya generasi muda penerus perjuangan bangsa.
f. Memberikan tuntunan dan meningkatkan pola piker, sikap dan perilaku, kepribadian, budi pekerti, sopan santun dan disiplin.
LDKS
8)Kegiatan menanam sejuta pohon (bumi hijau).
Tujuan dari menanam sejuta pohon ini adalah untuk menyeimbangkan alam dan memproduksi oksigen, mencegah erosi dan banjir, serta yang paling utama adalah untuk mencegah terjadinya GLOBAL WARMING. Melalui kegiatan menaman sejuta pohon ini maka siswa akan ditumbuhkan sikap untuk melestarikan alam, menghargai alam dengan cara tidak merusaknya, tetapi menjaganya.
bumi hijau

Dengan adanya berbagai kegiatan kesiswaan tersebut, maka akan memacu dan memotivasi siswa untuk berprestasi di bidang Non-akademis. Memotivasi siswa untuk lebih mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat dan potensi yang dimilikinya.

Demikianlah sekelumit kiat-kiat kreatif untuk meningkatkan kemampuan non-akademis siswa yang bisa saya paparkan. Saya menyadari masih banyak kekurangannya dan kurang lebihnya saya mohon maaf. Tidak ada gading yang tak retak, semua manusia pasti ada kekurangannya. Semoga tulisan ini bisa bermanfat. Terimakasih.

Waalaikumsalam Wr. Wb.
Penulis,

Sukani

32,672 total views, 3 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

Pak Sukani @gurumelekIT

Pak Sukani @gurumelekIT merupakan guru matematika di SMK Bakti Idhata, Jakarta Selatan. Beliau merupakan seorang trainer, motivator dan pembicara dalam diklat maupun seminar-seminar di Indonesia. Passionnya adalah menulis dan mengembangkan IT untuk pembelajaran. Pak Sukani aktif mendorong guru-guru Indonesia agar melek IT dan memanfaatkannya untuk pendidikan. Kunjungi blognya di http://trainergurumelekit.wordpress.com atau 085695685815

View all posts by Pak Sukani @gurumelekIT →

Comments (15)

  1. Melakukan Upacara bendera adalah hal wajib bagi Instansi Formal, jadi semua sekolah dan instansi melakukannya. kemudian kalau ekstrakulikuler sudah terangkum dalam Kurikulum yang terintegratif.

    Pada KBM bukanlah itu adalah Bagian dari RPP dan dilakukan oleh semua guru? artinya kegiatan yang di lakukan oleh pak Sukani juga di lakukan oleh banyak guru di negara kita. (karena saya juga melakukan hal yang sama)

    Maksud dari non akademis sendiri secara harfiah kan keluar dari kurikulum itu sendiri, sehingga seorang guru memamg benar benar mampu bereksploasi dengan kegiatan yang inovatif dan kreatif guna menunjang optimalisasi hasil belajar peserta didik.
    Sedangkan kegiatan Pramuka juga dilakukan oleh semua jenjang sekolah, karena Pramuka sebagai ekstrakulikuler wajib bagi setiap sekolah.

    demikian komentar saya unt7uk masukan pak Sukani, mohon maaf jika hal tersebut tidak berkenan untuk bapak Sukani. maturnuwun

    sukses selalu…

    Salam Salma

  2. Pak botaksakti, mungkin Pak Sukani mengira bahwa artikel itu seperti makalah 🙂
    Untuk Pak Sukani, terus menulis lagi tapi yang ditonjolkan adalah teknik khusus dari pandangan bapak untuk setiap kegiatan dimaksud

    Jangan mundur, maju terus sampai tujuan, apapun halangan biasalah harus dihadapi

  3. Ini namanya sudah artikel pak ,yaitu dalam format eksposisi. Namun ekspos-nya masih secara general dari kegiatan non-kependidikan. Jika ada yang mengatakan ini bukan artikel adalah masih perlu membaca lagi perihal artikel mulai daridefinis sampai bentuk-bentuk tulisan. Goood article. It is very simple, but it was original. Salaaam pak >>>>>>>>>Don’t give up

  4. Mohon maaaf bu Salma, menurut saya artikelnya bpk sukani itu sudah benar. Justru saya memandang bu Salma yang kurang memahami apa yang disampaikan bpk sukani. Yang lebih mendasar lagi, Ibu Salma tidak memahami inti pokok dari tema lomba artikel guraru ini. Ibu Salma seharusnya membaca tema dari lomba menulis guraru ini dengan seksama seperti apa dan cobalah untuk dipahami.

    Bpk Sukani dalam artikelnya sangat konsen dengan tema “Kiat Kreatif Meningkatkan Kemampuan Non-akademis Siswa untuk Optimalisasi Pendidikan”. Dimana yang dimaksudkan kemampuan non-akademis ini adalah sikap, perilaku, psikologi siswa, dan kecerdasan emosional. Bagaimana kiat-kiat kreatif meningkatkan kemampuan sikap, prilaku, psikologi dan kecerdasan emosional siswa (non-akademis) ini? Nah, bpk sukani sudah berusaha menjelaskan dalam artikelnya bahwa kiat-kiat untuk meningkatkan kemampuan non-akademis ini dapat dilakukan di dalam pembelajaran di kelas (KBM) dan di luar kelas (NON KBM). Hal ini sesuai dengan apa yang diminta dalam lomba ini bahwa Guraru bisa berkreasi sebebas mungkin dalam menuliskan ide dan pengalaman terkait tema tersebut.

    Mengenai upacara bendera merupakan bagian kegiatan yang dilakukan di luar kelas (NON KBM) karena dilaksanakan diluar kegiatan belajar mengajar. Bpk sukani berupaya untuk memunculkan kembali kiat sederhana ini melalui pembinaan upacara bendara untuk meningkatkan kemampuan non-akademis siswa karena dapat menumbuhkan sikap kedisiplinan, mencerminkan ketertiban, menumbuhkan nilai saling menghormati dan menghargai, serta menumbuhkan sikap kekompakan dan kerjasama. Jadi tidak salah.

    Selanjutnya, saya kurang sependapat dengan ibu Salma yang menyatakan bahwa KBM merupakan bagian dari RPP. Apa tidak salah bu? Justru saya berpendapat sebaliknya. RPP itu merupakan bagian dari KBM karena RPP adalah sekenario pembelajaran yang akan dipakai tampil dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan disusun jauh sebelum KBM berlansung. RPP itu lingkupnya lebih kecil jika dibandingkan KBM.

    Mengenai Kegiatan belajar mengajar (KBM) memang dilakukan oleh semua guru. Kita semua pasti setuju itu. Hanya saja disini Bpk Sukani lebih menekankan indikator esensial kiat-kiat untuk meningkatkan kemampuan non-akademis melalui KBM atau pembelajaran di kelas seperti yang sudah disampaikan di artikelnya dan sesuai tema.

    Maksud dari non-akademis ini bukan seperti yang ibu Salma maksudkan, dimana ibu mendefinisikan secara terpisah. Ibu Salma menyebutkan bahwa non-akademis itu “keluar dari kurikulum”. Ini tidak ada kaitannya dan SALAH kaprah. Perlu ibu Salma ketahui dengan seksama bahwa yang dimaksud di dalam tema lomba adalah “Kemampuan Non-Akademis” yaitu sikap, perilaku, psikologi siswa, dan kecerdasan emosional. Jadi bukan non-akademis seperti persepsi ibu Salma. He..he..he…,

    Mengenai pramuka…, Ibu Salma menyatakan bahwa kegiatan Pramuka juga dilakukan oleh semua jenjang sekolah, karena Pramuka sebagai ekstrakulikuler wajib bagi setiap sekolah. Padahal menurut saya tidak. Mengapa bisa seperti itu karena pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib jika kurikulum 2013 disyahkan. (baca draf kurikulum 2013). Nah, sekarang kan kurikulum 2013 belum disyahkan bu, masih berupa draf. Bahkan menjadi polemik.

  5. semakin banyak komentar semakin sip, walau cuma nampang sekelebat, yang sudah dilakukan Pak Sukani sudah mantab dan bukan domain kita menyalahkan atau mengoreksi karena ini adalah inovasi dan kebebasan pak sukani sendiri, toh yang menentukan menang dan kalah adalah pengelola guraru hehehehe … btw teruslah berkarya bapak dan ibu guru, karena kita menjadi inspirasi bagi pembaca dan siswa kita yang mungkin berkunjung ke website ini

  6. Salam Guraru…,

    Pak Botaksakti : Terimakasih atas komentar dan masukannya
    Pak Sopwani : Terimakasih atas bantuan penjelasannya dan komentarnya
    Ibu Salma : Terimakasih atas komentar dan masukannya.
    Ibu Fhandayani : Terimakasih atas bantuan penjelasannya kepada ibu Salma. One again…thanks a lot. Salam kenal dan sukses ya bu

    Mengenai artikel saya ini jika ada kekurangan saya mohon maaf dan harap maklum. Saya hanya orang biasa dan baru belajar menulis sehingga harus lebih banyak belajar dari senior-senior Guraru yang lebih berpengalaman. Tetapi pada intinya saya tidak boleh berhenti menulis, menuangkan ide pikiran ke dalam bentuk tulisan dan terus belajar. Tiada gading yang tak retak, semua orang pasti ada kekurangannya. Hanya ALLLAH SWT yang sempuna.

  7. Salam kenal Pak, saya guru bahasa Indonesia SMP I Pujon, saya sdah ngunduh ttg penilaian u kurikukum 2013, tapi gak bsa masukkan sekolah, juga gk bsa ganti KKM, maklum gaptek pak, tapi sya sangat menginginkannya, mohon ilmunya Pak, makasih

  8. Terimakasih Pak Eko, Ibu Fatimah, Pak Sofyanto atas komentarnya dan ucapan selamatnya.

    Ibu Fatimah : salam kenal juga ibu. baik bu. Insyaallah, saya akan segera membalas email ibu berkenaan dengan software penilaian digital 2013. Mohon bersabar. he..he..

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar