29

Menggunakan DIODA untuk Menurunkan Tegangan Listrik. SIAPA TAKUT !!! (+4)

tutuk jatmiko September 10, 2013

Saya ingin berbagi sedikit tip untuk menurunkan tegangan listrik menggunakan DIODA berdasarkan pengalaman yang pernah saya lakukan. Berawal ketika ada tugas memantau PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) siswa TITL (Teknik Instalasi Tenaga Listrik) kelas XI disebuah Pabrik Gula sekitar 3 tahun silam. Pabrik ini merupakan industri pasangan yang sering digunakan siswa untuk praktek kerja industri.

Disana setelah acara memantau kegiatan siswa, sambil duduk dan ngobrol diruang dinas, seorang pimpinan menunjukkan sebuah pemanas air (bentuknya seperti rice cooker, atau magic com pada umumnya tapi ukurannya buuueessar – dibandingkan umumnya) dengan daya 1300 Watt dengan tegangan 110 VAC. Menurut pengakuan beliau pemanas air ini sudah lama tidak digunakan, karena tegangan jala-jala yang ada di pabrik sudah menggunakan tegangan 220 VAC.

Dari pengalaman kegiatan perawatan maupun perbaikan yang umum dilakukan untuk kasus diatas adalah dengan menggunakan salah satu dari 2 alternatif berikut :

1. 1. Mengganti elemen pemanas 1300 Watt 110 VAC dengan elemen pemanas 1300 Watt 220 Volt
2. 2. Menambahkan trafo jenis Step Down ( sebagai penurun tegangan ) 220VAC menjadi 110VAC.

Dari kedua alternative diatas, memang bisa dilakukan tetapi biaya yang harus dikeluarkan juga mahal. Alaternatif yang saya gunakan saat itu adalah dengan menambah / memasang sebuah DIODA silicon dengan arus 5A (type 1N5401) sebanyak 3 buah yang dapasang secara seri pada salah satu kaki tegangan input.

Mengapa menggunakan DIODA ?
Dioda merupakan komponen semiconductor yang memiliki fungsi antara lain sebagai penyearah / rectifier. Atau dengan kata lain mengubah tegangan AC menjadi DC. Perhatikan gambar berikut :

Pada gambar cara kerja DIODA diatas,terlihat tegangan maupun arus listrik yang masuk berupa tegangan serta arus AC (Alternating Current / Bolak-balik). Setelah melewati DIODA, maka tegangan maupun arus listrik yang keluar berbentuk setengah gelombang. Hal ini dikarenakan salah satu sifat dioda adalah hanya bisa dilalui arus jika dalam kondisi bias maju (FORWARD BIAS). Sehingga pada saat bias mundur (REVERSE BIAS), DIODA akan menghambat tegangan atau arus yang masuk. Jadi fungsi dioda adalah meloloskan arus atau tegangan yang sesuai dengan kondisi pemasangannya (FORWARD )

Dari teori salah satu sifat DIODA diatas, saya coba untuk mengaplikasikan untuk permasalahan diatas. Perlu diketahui bahwa elemen pemanas bersifat RESISTIF atau memiliki sifat hambatan murni, jadi tidak ada pengaruh jika menggunakan arus listrik dengan bentuk setengah gelombang.

Bagaimana menentukan kemampuan arus DIODA ?
Arus yang digunakan pemanas adalah 1300 Watt / 110Volt. Maka secara kasar arus yang dibutuhkan adalah I = P/V atau sama dengan 1300 / 110 = 11.818 Ampere. Atau dibulatkan sekitar 12A. Untuk batas aman pasang DIODA dengan kapasitas diatas kebutuhan. Pada aplikasi yang saya lakukan adalah dengan memasang DIODA sebesar 5 Ampere (type 1N5401) sebanyak 3 buah yang dipasang paralel (kaki Anoda ketiga DIODA digabung, demikian juga kaki KATODA ketiganya juga digabung). Dengan harga perbiji Rp. 1000 sehingga total sekitar Rp. 3000. Bandingkan jika harus membeli elemen pemanas baru atau membeli trafo STEP DOWN baru.

Salah satu bentuk DIODA 5A (type 1N5401)

Bagaimana cara pasangnya ?
Cara pasangnya cukup mudah, tinggal dipasang secara seri pada kabel bagian fasa atau pada kabel nol juga boleh. Dioda juga demikian bisa dibolak maupun balik (dibolak-balik maksudnya) juga tidak masalah. Pemasangan lebih baik tidak disolder melainkan dibaut saja ( takut lepas karena arus yang mengalir besar). Bisa juga menggunakan terminal kabel ukuran 12mm. Satu baris berisi 12 terminal harganya cuma Rp.4500

Terminal kabel

Bagian bawah pemanas air ( perhatikan posisi conector listrik)


Diagram pemasangan DIODA pada pemasak air.

Setelah pemasangan ini, pemanas air langsung diujicoba untuk merebus kacang tanah ( dalam air tentunya ). Hasilnya…. Sekitar 20 menit air mendidih dan wusss….kacang tanah masak dengan sempurna.
Semoga Tips dan Trik sederhana ini menjadi inspirasi kita semua…..Selamat Mencoba…..

 

Salam Perubahan

 

tutuk jatmiko

http://tutukjat.blogspot.com

110,653 total views, 87 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (29)

  1. Avatar of Bu Etna @gurutematik

    Ehmm asyik deh membaca pengalaman bapak. Terima kasih sharingnya, rasanya saya sedang ikut belajar fisika nih. Contoh pengetahuan dan ketrampilan praktis ini amat penting bagi siswa dan kita, minimal agar kita dapat menyikapi hal-hal yang terjadi di rumah. Saya dulu sering sendirian di rumah, namun seperti contoh di atas, ya saya beli adaptor saja. Sekali lagi terima kasih pak Tutuk, Insya Allah banyak yang membaca dan mensosialisasikannya. Salam perjuangan.

  2. Avatar of Bu Etna @gurutematik

    Hahaha, iya pak, tangan kukepal kok sejak kenal bapak. Ya benar, siswa SMA sekalipun, belajar sain adalah belajar yang ada dalam kehidupan, agar dapat meningkatkan kehidupan. Curriculum itself for better life. Jadi daily life context tak boleh ditinggalkan. Dari hidup untuk hidup, dari konkrit, menuju abstrak, diterapkan ke konkrit lagi. Insya Allah pembelajaran amat bermakna bagi bangsa. Salam perjuangan, hehehe jadi senyum terus saya sambil menatap foto bapak. Banyak hal praktis dan bersifat umum yang dapat dibuka diblog saya pak, barangkali bisa untuk guru lain atau siswanya http://etnarufiati.guru-indonesia.net

  3. Avatar of tutuk jatmiko

    Jika menggunakan 1 buah dioda bisa menggunakan dioda dengan kapasitas diatas 12 Ampere. Bisa juga menggunakan dioda dengan kapasitas 5 ampere sebanyak 3 buah yang dipasang secara paralel (diodanya dipasang paralel antar dioda dengan cara kaki Anoda dijadikan satu. Demikian juga kaki Katoda juga dijadikan satu). Setelah itu kaki ANODA dioda-dioda ini dipasangkan ke tegangan input 220VAC dan kaki KATODA dipasangkan ke kaki elemen (seperti gambar diatas). Semoga menjadi pencerahan…salam

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!