3

Menggugah aspek mental siswa dengan teknologi (+2)

Anotherorion May 30, 2017

Sebagai seorang guru di SMK, aku merasakan bahwa anak-anak saat ini bukanlah anak yang akan diam saja saat diberitahu mengenai sebuah materi pelajaran. Beruntungnya, karena mengajar sebagai guru produktif di jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, aku bisa langsung mengajak anak-anak melakukan praktikum mengenai materi yang sedang kami pelajari. Mulai dari troubleshooting PC, sampai konfigurasi perangkat-perangkat jaringan.

Tidak jarang, untuk memudahkan anak dalam memahami materi. Aku menggunakan pendekatan yang lebih familiar dengan mereka. Misalnya saat kami membahas mengenai teknologi wireless LAN, yaitu mode Ad Hoc dan Infrastruktur. Kami mencoba melakukan sharing internet connection menggunakan mode tethering smartphone yang dihubungkan dengan klien laptop. Dari sana mereka akan belajar mengenai bagaimana teknologi DHCP dapat memudahkan klien yang awam dalam melakukan sharing koneksi internet.

Anak muda, seringkali malas mengikuti mata pelajaran yang menurut mereka sulit dan terlalu teoritis. Mereka lebih tertarik dengan ide bagaimana menyelesaikan sebuah permasalahan yang ada di seputar mereka. Sebagai guru, kita bisa mengambil keuntungan dari ketertarikan siswa terhadap masalah yang ada dengan mengkombinasikannya dengan materi yang perlu kita ajarkan.

praktikum konfigurasi jaringan

praktikum konfigurasi jaringan

Teknik hacking, biasanya adalah sesuatu yang menarik minat mereka. Beberapa siswa bahkan ada yang mencoba melakukan penetrasi ke situs-situs di internet. Biasanya aku menggunakan ketertarikan mereka terhadap teknik hacking untuk memasukkan materi keamanan jaringan. Apa prinsip-prinsip keamanan jaringan, tipe serangan, bagaimana mengamankan jaringan dan sedikit praktik melakukan teknik serangan. Terkadang ada siswa yang memiliki minat tinggi kemudian mencoba mengganggu konektifitas jaringan rekan-rekannya di sekolah menggunakan netcut.

Meski demikian, aku biasanya tidak memarahi anak tersebut. Di dalam lab, jika aku menemukan ada anak yang menggunakan Netcut biasanya selalu aku tanyakan di lab.

Hayoo siapa yang make netcut?

Nah, anak tersebut biasanya akan segera mengaku sambil tersenyum simpul. Poin pertamaku adalah melatih kejujuran mereka. Setelah satu anak mengaku, kemudian aku menghentikan pelajaran dan meminta si anak untuk mendemonstrasikan kemampuannya di depan kelas. Poin kedua adalah melatih kepercayaan diri dan didengarkan.

Di sekolah, aku termasuk guru yang cukup supel dan dekat dengan murid, tidak jarang mereka sering curhat malam hari jika memiliki masalah. Termasuk juga anak-anak yang punya minat terhadap materi ku. Kadang jam 12 malam, mereka masih online dan menghubungi via FB/ BBM, masalah mereka umumnya adalah troubleshooting dan maintenance PC, maupun konfigurasi router. Cara melakukan instalasi, membuat bootable disk, bongkar pasang, blocking firewall dan teknik-teknik lain. Aku selalu bertanya, kalian sudah cari referensi dari internet? Sudah pak, nemu A, B, C tapi masih bingung. Poin ketiga membudayakan literasi, baik secara digital maupun offline. Jika mereka masih kesulitan barulah kami berdiskusi mengenai cara penyelesaian masalah. Tidak jarang kami menjadwalkan bertemu setelah jam terakhir untuk menyelesaikan masalah anak tersebut.

Murid-murid mulai kelas X umumnya sudah memiliki kemampuan troubleshooting PC, kelas XI mampu melakukan instalasi jaringan LAN, dan kelas XII mampu melakukan konfigurasi router dan server. Dengan kemampuan seperti itu, tidak jarang mereka berani menerima job dari luar sekolah. Ada yang menerima job dari saudara, bahkan kenalan orang tua. Poin keempat, berani mempromosikan diri dan keahlian yang dimiliki.

Selain mengajar produktif TKJ, aku juga memegang mata pelajaran Desain Grafis dan Desain Web. Untuk mapel desain grafis, aku menggunakan corel draw serta adobe photoshop. Materi mapel desain web, mulai dari pemrograman HTML hingga membuat blog di layanan blogspot/wordpress. Sementara aku juga sempat mengajar di kampus UNY, mengampu mata kuliah praktikum mikrokontroler serta praktikum pembelajaran berbasis multimedia.

produk media pembelajaran interaktif berbasis flash

produk media pembelajaran interaktif berbasis flash

Di setiap mata pelajaran/ kuliah tersebut. Aku selalu menekankan untuk membuat hasil akhir berupa produk. Para mahasiswa informatika akan membuat media pembelajaran berbasis flash yang dipresentasikan di dua pertemuan akhir. Di setiap media yang mereka buat selalu aku minta sertakan identitas dan kontak mereka. Siapa tahu, kelak media mereka menarik minat perusahaan/ pihak lain yang tertarik untuk bekerjasama. Mahasiswa elektronika, setali tiga uang. Bedanya jika mahasiswa informatika membuat software, mereka harus membuat hardware, entah robot atau perangkat kontrol otomatis berbasis mikrokontroler ATMega. Ada yang membuat robot line follower, pemadam api, smart home dan lain-lain.

proyek mikrokontroler

seorang mahasiswa sedang mengecek project mikrokontrolernya

Untuk pelajaran desain grafis, setiap semester aku meminta dibuatkan produk jadi dari desain mereka, baik itu sticker, pin, mug, jam dinding, kaos. Apa saja yang mereka ingin ciptakan dari desain mereka sendiri. Sementara untuk desain web, aku minta mereka membuat sebuah blog. Apa yang mereka tulis di blog? Ya materi pelajaran yang diajarkan di sekolah, boleh mapel apapun. Kebanyakan mereka lebih tertarik untuk menekuni desain grafis, meski ada satu dua yang juga menjadi blogger sepertiku. Poin kelima, berani menciptakan produk, beberapa alumni bahkan memiliki lini clothing sendiri atau mendirikan software house. Memutuskan mempekerjakan diri mereka sendiri dan menjadi wirausahawan.

praktikum sensor jarak dengan sensor ping

praktikum sensor jarak dengan sensor ping menggunakan arduino

Untuk mendukung tugasku sebagai guru yang mengampu anak-anak rasanya tidak berlebihan jika Acer Chromebook 14 bisa dijadikan pilihan. Kemampuan Processor Intel Skylake didukung layar full HD membuat proses pembuatan materi pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Apalagi dengan ketahanan baterai selama 12 jam. Rekor banget bisa dipakai buat mobile kemana-mana. Untuk konektifitas insyaallah tidak akan repot dengan standar new MIMO 2×2 802.11ac serta dukungan USB 3.1 C.

Sebagai guru di bidang teknologi, aku tidak terlalu ribet dengan bagaimana mengajak mereka menggunakan perangkat-perangkat IT, tapi aku lebih memfokuskan bagaimana menjadikan kemampuan IT mereka untuk juga menggugah softskill mereka, berani berkata jujur, berani menghadapi orang lain dan berani mengambil langkah pertama untuk cita-cita mereka.

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

Priyo Harjiyono, seorang guru yang asyik ngeblog di anotherorion.com

232 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!