7

MENGENAL KA’BAH DENGAN APLIKASI VISUAL DAN MINIATUR 3 DIMENSI (+4)

Pendidik Menulis ○ Abdul Muis May 13, 2015
Miniatur Karya peserta didik

Miniatur Karya peserta didik

Guru adalah profesi mulia yang diidamkan hampir oleh sebagian besar orang, dikatakan profesi mulia karena tugas utama guru adalah mendidik dan menyampaikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Kemuliaan guru semakin diperkuat dengan jaminan Rasulullah dalam haditsnya bahwa salah satu dari tiga amal manusia yang pahalanya tak akan terputus walau manusia itu sudah meninggal adalah ilmu yang bermanfaat. Maka itu guru yang mengajarkan dan menyampaikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik, termasuk kedalam kategori ini, bersyukurlah.

Banyak cerita indah yang dapat dikisahkan dan bahkan dituangkan kedalam tulisan ketika berprofesi sebagai guru, salah satu dari seribu kisah dan pengalaman indah itu adalah Mengenal Ka’bah Melalui Aplikasi Visual dan Miniatur 3 Dimensi. Materi tentang Haji terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas X semester genap tingkat SMA/SMK, ketika penulis menyampaikan materi ini, maka banyak hal dan pertanyaan peserta didik yang membuat penulis berfikir keras dan menyisihkan energi ekstra untuk menjawabnya. Pertanyaan tersebut bukan terkait dengan materi dan konsep semata, melainkan pertanyaan teknis yang berkaitan langsung dengan sifat dhohir Ka’bah itu sendiri, mulai dari lingkungan disekitarnya, bangunan-bangunan penting yang ada di sekitar kota mekkah, letak maqom Ibrahim, talang emas, kiswah, hijir Ismail, sampai pada jumlah pintu dan letak pasti masing-masing pintu yang ada di masjidil haram.

Salah satu karya peserta didik, Miniatur Ka'bah dan Bangunan Masjidil Haram

Salah satu karya peserta didik, Miniatur Ka’bah dan Bangunan Masjidil Haram

Pertanyaan itu membuat penulis berfikir keras, membuka kembali refrensi using tentang Ka’bah dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya, namun sayang sekali, sedikit dari sekian banyak pertanyaan yang jawabannya penulis temukan dari refrensi using tersebut. Mengingat penulis sendiri belum pernah secara langsung mengunjungi Baitullah, maka pengetahuan yang didapat dari membaca itulah yang dijadikan rujukan untuk menjawab beberapa pertanyaan peserta didik. Hingga pada suatu ketika penulis mencoba browsing di om google dan membaca sebuah artikel yang menceritakan tentang masjidil haram dan Ka’bah. Penulis kemudian berfikir untuk memberikan tugas kepada peserta didik membuat miniature Ka’bah sebagai bahan pembelajaran. Ide ini kemudian penulis tuangkan dalam kegiatan pembelajaran, pada tiap kelas, penulis membentuk kelompok yang terdiri dari 4 sampai dengan 5 orang peserta didik, masing-masing kelompok bertugas membuat minitur Ka’bah dan menuliskan laporannya, dengan bimbingan penulis serta refrensi yang di dapat dari internet kemudian setiap kelompok membuat miniatur Ka’bah yang dimaksud.

Disamping minitur yang dibuat oleh kelompok dalam satu kelas, penulis juga (Alhamdulillah) mendapatkan aplikasi 3 dimensi yang menggambarkan secara detail bangunan-bangunan yang ada di sekitar Ka’bah, mulai dari masjidil haram, kota Madinah, Gua Hira serta banyak lagi bangunan penting disekita kota Makkah yang ada dalam aplikasi kecil ini. Aplikasi ini penulis dapatkan dari seorang rekan yang kebetulan sedang baru pulang dari kota Makkah menunaikan ibadah Umroh. Ternyata di internet pun aplikasi ini tersedia dan kita bisa mendownloadnya dengan gratis. Disamping aplikasi dan minitaur yang dibuat oleh peserta didik, pengalaman lain yang patut untuk penulis ceritakan adalah penuturan dan cerita langsung dari rekan pendidik yang telah menunaikan ibadah umroh, beliau adalah Ustadz Zainal Abidin, S.Pd, guru bahasa inggris yang baru saja pulang dari tanah suci.

Presentasi yang disampaikan di kelas

Presentasi yang disampaikan di kelas

Menjadi sangat menyenangkan bagi penulis kemudian, ketika ustadz Zainal bercerita bagaimana perjalanan beliau ketika berada di tanah suci, menyimak dengan penuh antusias cerita ustadz Zainal ini kemudian timbul keinginan kuat dalam diri penulis untuk segera berkunjung ke pusat peradaban Islam tertua di dunia ini. Setelah dirasa cukup refrensi yang dibutuhkan untuk kegiatan pembelajaran, berbekal cerita dari ustadz Zainal dan aplikasi visual 3 dimensi dari seorang rekan, maka dalam kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya, penulis menyiapkan bahan presentasi (laptop). Kegiatan pembelajaran dimulai dengan presentasi peserta didik pada masing-masing kelompok, yang telah siap dengan minitur Ka’bah, penulis sengaja tidak memberikan batasan besar dan ukuran bangunan dengan tujuan agar peserta didik lebih leluasa berkreasi dan menuangkan ide serta gagasan-gagasan emas kedalam sebuah karya yang digunakan dalam pembelajaran.

Diruang Multimedia, peserta didik menyimak presentasi kelompok

Diruang Multimedia, peserta didik menyimak presentasi kelompok sebelum menyaksikan visualisasi Ka’bah

Presentasi masing-masing kelompok nampak begitu seru dan layak untuk diceritakan, kreativitas peserta didik benar-benar muncul, nampak, tumbuh dan berkembang serta aroma kompetisi nampak jelas terlihat pada diri peserta didik antar kelompok, hal ini dibuktikan dengan karya yang dihasilkan oleh masing-masing kelompok untuk dipresentasikan di depan kelas. Mulai dari karya yang menampilkan minitur Ka’bah lengkap dengan bangunan masjidil haram, jumlah pintu yang dibuat detail dan warna bangunan pada minitur yang dibuat elok dan indah untuk dipandang, sampai pada minitur yang ukurannya besar, menara masjidil haram yang menjulang, kubah masjid yang nampak kokoh, hingga pada bagian terkecil seperti hajar aswad pada sisi Ka’bah, talang emas yang terdapat di bagian atas Ka’bah, sampai pada kiswah dan lafadz yang tertulis di dinding Ka’bah, sungguh mahakarya luar biasa yang patut untuk di abadikan dalam jepretan kamera dan untaian tulisan.

Peserta didik presentasi dan menunjukkan bagian-bagian Ka'bah

Peserta didik presentasi dan menunjukkan bagian-bagian Ka’bah

Presentasi yang disampaikan oleh maisng-masing kelompok pun berjalan dengan baik, refrensi yang mereka peroleh untuk dijadikan bahan penulisan laporan, hampir sebagian besar berasal dari internet, maka tak heran jika pada beberapa bagian presentasi, ada penyebutan berulang disampaikan oleh beberapa kelompok.

Satu lagi karya peserta didik, Miniatur Ka'bah dan Masjidil Haram

Satu lagi karya peserta didik, Miniatur Ka’bah dan Masjidil Haram

Setelah presentasi selesai, penulis kemudian memberikan penjelasan (tentunya sebatas yang penulis tahu, yang bersumber dari cerita ustadz Zainal dan aplikasi visual), maka beberapa bagian yang perlu dikonfirmasi untuk direvisi oleh peserta didik, di depan kela penulis sampaikan dengan penuh kehati-hatian, mengingat (sekali lagi) penulis sendiri belum pernah berkunjung ke masjidil haram. Setelah penulis memberikan penjelasan, kemudian penulis mengajak peserta didik untuk bersama-sama memperhatikan visualisasi 3 dimensi tentang masjidil haram, Ka’bah dan beberapa bangunan penting lainnya yang berada di sekitar kota Makkah dan Madinah. Degan berbekal laptop dan LCD Proyektor yang terdapat diruang multimedia sekolah, penulis bersama peserta didik kemudian menyimak, melihat bersama-sama dengan penuh serius, setiap detail sudut masjidil haram, kota Makkah, kota Madinah, beberapa bangunan penting lainnya serta tempat-tempat yang dianggap bersejarah dan erat kaitannya dengan pelaksanaan ibadah haji.

Tak terasa beberapa orang peserta didik ada yang menetskan air mata saat melihat tayangan pada aplikasi visual ini, ketika penulis bertanya kepada salah seorang peserta didik kenapa ia meneteskan air mata saat melihat tayangan tentang masjidil haram dan Ka’bah, ia menjawab bahwa keinginan terbesarnya adalh mengunjungi Ka’bah bersama dengan kedua orang tuanya, namun salah saorang dari kedua orang tuanya kini telah tiada. Peserta didik yang penulis tanya ini kemudian menceritakan bahwa ia sangat ingin pergi ke Baitullah bersama dengan kedua orang tuanya, namun keinginan itu belum terwujud, ayahandanya telah terlebih dahulu dipanggil oleh Allah, sambil berurai air mata ia kemudian melanjutkan kisahnya dengan bahasa yang terbata-bata, bahwa ia tetap memelihara keinginan dan cita-cita itu, karena keyakinannya adalah Allah Maha Mendengar setiap doa hamba-Nya.

Mendengar ceritanya ini, tak terasa hampir seluruh peserta didik di ruang multimedia ini larut dalam keheningan dan tetesan air mata haru, mereka semua mempunyai keinginan yang sama yakni mengunjungi Baitullah bersama dengan orang-orang tercinta. Akhirnya penulis berinisiatif untuk menutup pelajaran dengan berdoa bersama, memohon kepada Allah agar setiap niat dan harapan serta cita-cita baik, Allah akan senantiasa mengabulkannya, semoga semua mendapat kesempatan untuk mengunjungi Baitullah, aamiin. Setelah doa usai, tak seperti akhir setiap pelajaran pada kegiatan pembelajaran biasanya, kali ini seluruh peserta didik keluar kelas dengan bersalaman terlebih dahulu kepada penulis degan raut wajah haru karena bahagia dan penuh pengharapan, penulis pun tak kuasa menahan air mata. Pengalaman ini kiranya menjadi kisah dan cerita emas yang patut untuk penulis tuangkan dalam rangkaian tulisan, patut untuk penulis bagikan kepada banyak orang terutama guru, karena ditangan merekalah tampuk kepemimpinan masa depan berada, tentunya melalui pendidikan dan pembelajaran serta uswah dalam kehidupan untuk generasi di masa yang akan datang.

Baner-Guraru2

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

10,143 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (7)

  1. Subhanalloh…aplikatif dan kreatif bgt Pak Muis dan juga para siswanya dalam menyelami materi PAI…tdk bnyk guru PAI tang mau bersusah payah seperti ini. Senang sekali membaca artikel ini dan apalagi dgn metode dan media yang ada mampu membuat siswa meresapi materi ajarnya..

    Salam Kreasi Inovasi Motivasi!

    http://guraru.org/guru-berbagi/senangnya-jadi-guru-inovatif-ajaib/
    Taufik Opikibra Ibrahim

    _________________________________

    Salam kenal ustadz, monggo kunjungi http://pendidikmenulis.wordpress.com

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar