5

Mengapa anak perlu dikenalkan makna “belajar” dari seorang tokoh kesukaannya? (+6)

Lusia Gayatri Yosef April 19, 2014

Halo ibu & bapak guru, orang tua, pendidik anak!

Apa kabar?

Semoga selalu dalam semangat untuk memberikan yang terbaik bagi anak.

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi mengenai membantu anak dalam proses menemukan makna belajar.
Dalam proses pembelajaran kita akan mengenal berbagai pengetahuan. Saat mengenal berbagai pengetahuan, kita akan berhubungan dengan kegiatan belajar. Definisi belajar adalah suatu usaha sadar dari individu, untuk mencapai tujuan peningkatan diri atau perubahan diri, melalui latihan-latihan, pengulangan-pengulangan, dan perubahan terjadi bukan karena peristiwa kebetulan (Mulyati, 2007).

Berdasarkan hal tersebut guru dapat meminta anak untuk menceritakan tokoh yang dikagumi. Tokoh tersebut dapat berasal dari keluarga, guru, atau tokoh ilmuwan dan lain sebagainya. Kegiatan pemilihan tokoh tersebut merupakan bentuk konkrit dari persepsi sosial. Definisi persepsi sosial adalah cara-cara individu berpikir tentang orang lainnya. Ketika individu berinteraksi dengan orang lain, maka hal itu berarti proses persepsi sosial sedang berlangsung (Fisher, 1982:34-35 dalam Shinta, 2002:60). Dalam ilustrasi ini, khususnya mengenai alasan mengapa anak menyukai seorang tokoh.

Berikut kegiatan bimbingan yang dapat dilakukan kepada anak:
1. Anak diminta untuk memilih tokoh yang ia kagumi.

2. Setelah itu, anak diminta untuk menceritakan mengenai kegiatan tokoh yang ia kagumi. Kegiatan tersebut dihubungkan dengan tujuan tokoh, perubahan yang ia capai bagi dirinya dan lingkungannya, kemudian latihan-latihan yang dilakukan, proses perubahan yang terjadi.

3. Guru, orang tua, pendidik anak dapat mengajak anak melakukan refleksi dengan diskusi. Refleksi mengenai proses belajar yang dialami tokoh yang dipilih. Beberapa pertanyaan refleksi yang sekiranya dapat mendukung proses bimbingan:

a. Apakah tujuan tokoh tersebut?

b. Apakah yang ingin dicapai tokoh tersebut?

c. Bagaimana cara tokoh tersebut mencapai tujuannya? Apakah dengan latihan, berguru, dan lain sebagainya? Bagaimana perasaan tokoh; Apakah ia mengeluh, merasa kecewa, merasa senang saat melakukan latihan, berguru, dan lain sebagainya?

d. Apakah kalian menemukan sebuah perubahan seperti yang semula ada menjadi tidak ada, atau sebaliknya, yang semula tidak ada menjadi ada pada kegiatan tokoh?

e. Bagaimana perasaan tokoh saat mengalami perubahan di atas (no.d)?

f. Kegiatan belajar yang dilakukan tokoh adalah…(no.c & d). Jadi, belajar adalah…

Sebagai contoh: anak memilih tokoh ibu. Kemudian anak memberi judul “Ibuku seorang penulis puisi.” Anak diminta menceritakan kegiatan ibu seperti: Ibu selalu bangun jam 5 pagi untuk menulis puisi. Ia menyimpan tulisan puisi di komputer dan buku tulis. Ibu menulis puisi karena ia senang menulis puisi sejak Sekolah Dasar. Setelah itu, ibu membangunkan kami untuk pergi ke sekolah dan mengantar jemput sekolah. Saat sore dan malam, ibu tidak menulis puisi, ia menemani kami belajar dan menunggu kami mengikuti les berenang. Apabila ada teman yang mengajak ibu membaca puisi bersama, kami diajak oleh ibu. Kami dikenalkan kepada teman-teman ibu. Karena tulisan puisi yang ditulis ibu sangat banyak, ibu mengirimkan tulisan kepada penerbit. Saat naskah puisi ibu diterima, ibu menjadi sangat sibuk. Ia sering terlihat kelelahan namun tak pernah mengeluh kepada kami. Ibu menjadi sering menulis puisi pada pagi hari, saat menunggu kami pulang sekolah, saat menunggu kami les berenang, saat malam hari menemani kami belajar. Sampai pada akhirnya, naskah ibu diterima dan hendak diterbitkan. Kami merasa sangat senang. Kami merayakan dengan makan malam di restauran kesukaan kami.

Setelah anak menuliskan karangan singkat di atas. Kemudian, anak dapat diajak refleksi dengan diskusi. Pertanyaan-pertanyaan refleksi yang dapat ditanyakan seperti:
a. Apakah yang ingin dicapai ibu?
b. Bagaimana cara ibu tersebut mencapai tujuannya?
c. Bagaimana perasaan ibu saat mengikuti proses penerbitan naskah puisi? Apakah ibu merasa senang, kecapaian, menjadi lebih sibuk, sering lupa mengantar dan menjemput pulang sekolah saya dan lain sebagainya?
d. Apakah kalian menemukan sebuah perubahan seperti yang semula ada menjadi tidak ada, atau sebaliknya, yang semula tidak ada menjadi ada pada kegiatan ibu?
e. Bagaimana perasaan ibu saat naskah puisinya diterbitkan? Apa yang dilakukan oleh ibu?
f. Kegiatan belajar yang dilakukan ibu adalah…(no.c & d). Jadi, belajar adalah…

Guru, orang tua dan pendidik anak dapat melakukan modifikasi kegiatan di atas sesuai dengan kebutuhan dilapangan. Kegiatan ini dapat digunakan untuk membantu anak menemukan proses makna belajar dari tokoh yang anak suka/kagumi. Terdapat beberapa harapan penulis ketika anak menemukan makna belajar, yakni:
1. Ketika anak menemukan makna belajar dari orang yang ada disekitarnya, anak mampu menghayati bahwa dirinya bukan satu-satunya pembelajar yang sedang bekerja keras untuk meraih sukses. 2. Anak dapat sabar dengan dirinya saat mengikuti kegiatan belajar.
3. Anak juga dapat menemukan definisi belajar untuk dirinya sebagai nilai-nilai hidup ke depan.

Referensi:
Mulyati. (2007). Pengantar psikologi belajar. Edisi ke-2. Yogyakarta: Quality publishing.
Shinta, A. (2002). Pengantar psikologi sosial. Edisi ke-2. Yogyakarta: Universitas Proklamasi 45.

2,072 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (5)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar