1

Mengajar Berkualitas Berbasis ICT (+1)

Samsiati Uhibbukafillah May 29, 2017

Setelah lebih dari tiga hari pada umumnya manusia dapat mengingat pesan yang disampaikan melalui tulisan sebesar 10 %, pesan audio 10 %, visual 30 % dan apabila ditambah dengan melakukan, maka akan mencapai 80 % (Francis M. Dwyer).

Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka multimedia interaktif dapat dikatakan sebagai media yang mempunyai potensi penting dalam membantu proses pembelajaran.

SDIT Bina Amal Semarang adalah salah satu sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 sejak tahun pelajaran 2013/2014. Tahun 2015/2016 dan 2016/2017 adalah kelas I dan IV. Beberapa guru mendapat kesempatan untuk pelatihan kurikulum 2013 agar bisa menerapkan di kelas 1 dan menjadi percontohan sekolah lainnya.

Bina Amal mendapat kepercayaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah sebagai peserta pelatihan Instruktur Nasional di LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Jawa tengah yang nantinya akan menjadi instruktur terhadap guru inti. Kedepannya, guru inti menjadi nara sumber pelatihan guru kelas atau mapel (mata pelajaran). Dengan demikian, semua guru akan mendapat pelatihan tentang kurikulum 2013 dan menerapkannya di semua sekolah pada tahun pelajaran 2016/2017.

Yang menjadi sorotan penting adalah integrasi ICT (Information and Communication Tehnology) ke dalam semua mata pelajaran. Tak heran jika pelajaran TIK dihapuskan pada kurikulum 2013. Permasalahannya bukan dihapusnya pelajaran TIK tetapi seberapa mampukah guru menggukanan TIK untuk pembelajaran dalam bentuk multimedia.

Lagi-lagi Bina Amal sudah menyiapkan semua guru memanfaatkan TIK untuk pembelajaran di kelas. Bina Amal membeli software Pesona Edu untuk memudahkan guru memakai multimedia dalam pembelajaran. Menurut Wikipedia, multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar,animasi, audio dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Sedangkan menurut William Ditto, multimedia dalam ilmu pengetahuan mencakup beberapa aspek yang saling bersinergi antara teks, grafik, gambar statis, animasi, film, dan suara.

Dalam Software Pesona Edu, sudah menggunakan kurikulum 2013 untuk pelajaran matematika dan sains. Meskipun tidak semua mapel ada dalam software tersebut, guru dibekali pembuatan multimedia dengan memanfaatkan  powerpoint yang menarik. Daya tarik powerpointnya terletak pada tampilan slide yang menarik, kata-kata motivasi, audio, video, dan animasi yang sudah mewakili Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar bahkan lebih.

Penerapan kurikulum 2013 menggaungkan pemanfaatan TIK atau ICT (Information and Communication Technology) dalam pembelajaran di sekolah. Banyak pelatihan tentang pemanfaatan ICT dalam pembelajaran yang diadakan dalam dunia pendidikan, baik program pemerintah atau pelatihan dari pemerhati pendidikan.

Seperti yang penulis ikuti dalam seminar dan workshop bertema “Percepatan Implementasi Kurikulum 2013 dengan Konten Berkualitas Berbasis ICT” (20/4) di LPMP Jawa Tengah. Seminar tersebut mengungkapkan pentingnya penguasaan TIK dalam pembelajaran di era kurikulum 2013.

“Penguasaan TIK/ICT untuk pembelajaran merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai pendidik dalam pengembangan profesinya (PKG),” jelas Indra Djati Sidi, pembicara dalam seminar tersebut.

Tujuan dari seminar itu adalah memfasilitasi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kemampuannya dalam penguasaan TIK, menjembatani para pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran. Seperti yang dituturkan oleh Ketua Panitia, Sugiyono, “Dengan diterapkannya kurikulum 2013, diharapkan adanya peningkatan kompetensi bagi pendidik dalam mengimplementasikan pemanfaatan TIK serta meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.”

Acara yang dihadiri lebih dari 500 guru itu juga menampilkan finalis lomba mengajar menggunakan ICT dengan software Pesona Edu. Tentunya pembelajaran sudah menggunakan pembelajaran tematik. Finalis lomba mempraktekkan mengajar di depan ratusan guru dari guru SD, SMP, dan SMA. Yang menarik bagi penulis adalah para finalis terlihat enjoy dan fasih dalam menggunakan ICT. Kreativitas tampilan slide powerpoint dan animasi membuat penulis menikmati tanpa bosan sajian pembelajaran tersebut.

Berbeda ketika ketika penulis mengajar dengan cara konvensional dan biasanya siswa akan gaduh. Bisa jadi, siswa gaduh dan tidak memperhatikan bukan berarti tidak menghormati guru melainkan karena cara mengajar yang salah atau kurang menarik. Salah satu sebabnya yaitu tidak adanya tampilan flash dalam powerpoint yang menarik bagi siswa.

Ada banyak kelebihan integrasi TIK dalam pembelajaran. Contohnya menampilkan pembelajaran yang lebih menarik karena menggunakan flash yang bergerak sehingga peraga lebih hidup, membantu memvisualisasi ide-ide abstrak, mempermudah pemahaman materi yang sedang dipelajari bagi siswa, dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Seperti yang penulis lihat saat lomba mengajar, seorang guru memaparkan tema “Indahnya Kebersamaan.” Awalan salam ceria sudah menyemangati audiens, di tambah dengan slide lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” menggemakan ruangan seminar. Sebelum memasuki materi, finalis yang berperan sebagai guru menjelaskan tentang pentingnya materi yang akan dipelajari. Dilanjutkan dengan mengenal suku yang ada di Indonesia, menampilkan beberapa contoh rumah adat. Dikaitkan dengan pelajaran matematika yaitu perbedaan sudut pada atap rumah adat Dayak dan Riau. Dijelaskan nama-nama sudut dan cara menentukan jenis sudut dengan animasi flash dan kartun uang semakin mempercantik tampilan slide. Pada slide akhir audiens bersama dengan finalis menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari dan ditutup dengan soal dan latihan.

Hal tersebut menunjukkan pemanfaatkan TIK untuk pembelajaran sangat penting sesuai peraturan dalam kurikulum 2013 yang mengintegrasikan TIK ke semua mata pelajaran. Selain merupakan suatu inovasi baru dalam pembelajaran, peran ICT akan mendukung pengembangan Kurikulum 2013 yang relevan serta up to date sebagai bekal lifeskill bagi siswa dikemudian hari dalam menghadapi era globalisasi. Cara belajar siswapun menjadi lebih efisien.

Menurut Rosenberg, berkembangnya TIK memunculkan pergeseran dalam pembelajaran: dari pelatihan ke penampilan, dari ruang kelas ke di mana dan ke mana, dari kertas  ke online atau saluran, dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan dari waktu siklus ke waktu nyata.

Berkaitan dengan hal tersebut, TIK memegang peranan penting dalam kurikulum 2013. Pada kurikulum 2013 dijelaskan bahwa pembelajaran menerapkan prinsip siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan dimana saja adalah kelas.

Oleh karena itu, pemanfaatan TIK diperlukan dalam rangka efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Jika tidak belajar, maka guru akan terhambat dalam menerapkan kurikulum 2013. Tidak fokus menunggu pelatihan dari pemerintah dalam meningkatkan pembelajaran menggunakan ICT, guru bisa bergabung dengan komunitas atau organisasi guru untuk mengadakan latihan secara mandiri. Seperti seminar yang penulis ikuti merupakan kerjasama dari Forum Multimedia Edukasi (Formulasi) LPMP Jawa Tengah, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Tengah, dan Pesona Edu.

Terlepas dari diberlakukannya mengajar sistem online dan menambah jam mengajar guru agar penuh 24 jam selama seminggu bagi guru yang sertifikasi,  guru perlu aktif belajar dan menerapkannya. Di samping itu, guru harus berpikir lebih kreatif, inovatif, dan berwawasan luas sehingga bisa mengajar dengan lebih berkualitas Berbasis ICT.

 

*Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

 

 

Samsiati Uhibbukafillah

Guru SDIT Bina Amal Semarang

888 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar