7

Mendidik Anak dengan Kasih Sayang dan Tauladan (+3)

fitria yustiarsih February 8, 2014

Assalamu alaikum sahabat semua, kali ini saya akan membuat reportase tentang Seminar Parenting yang saya ikuti pagi tadi. Seminar Parenting yang mengusung tema “Mendidik anak dengan kasih sayang dan tauladan”, bertempat di MI Mazrotul Ulum. Mazrotul Ulum adalah salah satu Sekolah Islam yang berada di wilayah Tangerang.

Saat memasuki kawasan parkir para tamu sudah disambut dengan penampilan Marching Band anak-anak. Subhanallah bagus sekali, anak-anak nampak terampil dalam memainkan alat musik sesuai dengan tugasnya masing-masing. Setelah selesai melakukan registrasi, saya menuju ruang seminar dan sudah hadir pula beberapa orang tua siswa. Sambil menunggu kami disuguhkan slide presentasi yang berisi kegiatan siswa, foto-foto,hasil karya siswa dll. Saya semakin menikmati hangatnya nuansa islami di Sekolah ini. Para peserta seminar kebanyakan adalah para ibu. Semoga saya juga tertular untuk segera menjadi Ibu yang dikarunia anak-anak sholeh dan sholehah. Aamin Ya Allah.

Sebagai pembuka acara, ditampilkan/performance/ dari siswa-siswi kelas 1. Mereka menyanyikan lagu dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Kemudian disusul oleh penampilan dari kelas yang lebih tinggi, suara mereka merdu sekali dan nampak kompak satu sama lain. Acara selanjutnya adalah Pembacaan Al-Qur’an yang dibawakan oleh anak-anak.

Sebelum acara inti, pihak sekolah menyampaikan program baru yang ada di Sekolah tersebut, yaitu telah dibukanya kelas Bilingual. Fasilitas apa yang ada pada kelas tersebut dan metode-metode yang akan diterapkan untuk belajar para siswa.

Tibalah pada acara inti yaitu pemberian materi seminar. Sebagai pembicara disesi pertama yaitu Bapak. Adeng Supriadi, M. Pd, beliau adalah Guru dan sebagai praktisi pendidikan. Beliau mengawali dengan memaparkan bagaimana kasih sayang Rosul dalam mendidik anak.

  1. Rosul ketika itu membiarkan cucu-cucu nya untuk berlama lama diatas punggung saat beliau shalat.
  2. Rosul sering mencium cucu-cucunya yaitu Hasan dan Husein.
  3. Rosul sering membiarkan anak kecil yang telah mengencingi pakaiannya. Ketika sang Ibu marah beliau berkata “kotoran dibaju ini bisa dibersihkan tapi apakah luka dihati anak ini karena dimarahi bisa hilang?”
  4. Suatu kali pada waktu hari Lebaran Rosul mendapati seorang anak kecil yang sedang menangis sedih, beliau bertanya “kenapa engkau menangis nak?. Sang anak menjawab bahwa dia sedih karena sudah tidak memiliki seorang ayah. Lalu Rosul menjawab jangan menangis sayang mulai sekarang aku adalah ayahmu.

Selain itu, beliau juga menjelaskan 8 kata ajaib yang mampu merubah karakter buah hati kita. Kata-kata tersebut adalah :

* The Power of  “Terima Kasih”
* The Power of  “Tolong atau maaf”
* The Power of  “Atau”
* The Power of  “apa yang bisa saya bantu?”
* The Power of  “kata tidak”
* The Power of  “tapi”
* The Power of  “karena”
* The Power of  “tidak tahu”

Selanjutnya konsep Islam dalam mendidik anak dapat dilihat di Al-Qur’an surat Luqman ayat 12-19. Acara selanjutnya para audiens diminta untuk melihat pada kursi yang diduduki  apakah menemukan pita merah atau tidak, yang menemukan pita merah pada kursinya maka diberikan doorprize. Seru sekali, para ibu berjongkok berusaha untuk menemukan pita merah. Sang Moderator yang lincah serta cekatan mampu membawa suasana semakin semarak.

Acara selanjutnya adalah  pemberian materi oleh Bapak. Darmaningtyas. Pak. Darma menjelaskan tentang Pelaksanaan Kurikulum 2013. Beliau adalah staf ahli yang sering mendapat tugas untuk mensosialisasikan Kurikulum 2013. Walaupun sebagian besar audiens adalah kalangan orang tua, nampaknya mereka mulai memahami tentang kurikulum baru yang akan segera
diterapkan pada kegiatan belajar anak-anak mereka. Kurikulum 2013 lebih menekankan proses ketimbang hasil serta pendidikan
karakter yang lebih difokuskan dalam proses serta hasil tersebut.

Tak terasa, waktu hampir berakhir. Setelah sesi tanya jawab sang moderator beserta pembawa acara menutup acara hari ini. Semoga membawa kemanfaatan dan keberkahan ilmu atas pertemuan hari ini. Aamin

Alhamdulillah.

(jengfidi.blogspot.com)
Pukul. 17. 30

889 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (7)

  1. * The Power of “Terima Kasih”
    * The Power of “Tolong atau maaf”
    * The Power of “Atau”
    * The Power of “apa yang bisa saya bantu?”
    * The Power of “kata tidak”
    * The Power of “tapi”
    * The Power of “karena”
    * The Power of “tidak tahu”

    perlu dijelaskan lagi kayaknya, terutama 4 yang terakhir

  2. Baik pak. Subakri saya jelaskan 4 the power yg terakhir. The power of berkata tidak maksudnya orang tua juga perlu tegas dalam membuat dan mentaati peraturan.contoh : ketika anak sedang sakit, kemudian merengek ingin bermain sepeda orang tua harus tegas. The power of tapi, contoh : kakak mau mandi dulu atau makan dulu? Jadi pilihannya sama2 positif. Bedakan dengan “kakak mau mandi sekarang atau nanti?”. The power of karena adalah memberikan alasan terhadap suatu hal dengan hal yg positif , sesuai dgn tingkat pemahaman anak sehingga anak mengerti. The power of tidak tahu maksudnya adalah ketika anak bertanya akan suatu hal kpd ortu, yg mana ortu sendiri blm tahu jawabannya maka katakan dengan jujur. Ex: ow, kalau hal itu ayah belum tahu, ayo kita cari sama2 yuk. Terkadang sebagai orang tua gengsi bilang tidak tahu kepada anak dan memberikan jawaban yg salah atau malah mengalihkan pembicaraan, sehingga pertanyaan yg diajukan oleh anak menggantung. Demikian Pak. Bakri penjelasan yg bisa saya berikan. Semoga bermanfaat atau kalau ada rekan rekan yg ingin menambahkan ..monggo dipersilakan. Terima kasih.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar