0

Membentuk Mental Pemenang Melalui MOS (0)

Intan Daswan August 14, 2015
Sumber: www.singindo.com

Sumber: www.singindo.com

MOS (Masa Orientasi Sekolah) atau sekarang kita kenal dengan sebutan MOPD (Masa Orientasi Peserta Didik) merupakan agenda wajib di tahun ajaran baru. Seakan sudah menjadi tradisi yang sulit untuk dihilangkan. Para siswa baru berhias bak seorang budak yang sedang dipermalukan. Rambut dikepang banyak, wajah dicorat-coret, tas dari karung tepung atau beras diselendangkan, membawa perbekalan makanan dan minuman yang namanya sudah diganti dan sulit ditebak, serta beberapa atribut yang memalukan.

Sebagian orang menilai hal seperti ini adalah hal yang lucu, sebagai hiburan dan katanya hanya terjadi sekali seumur hidup. Atas dasar inilah, kegiatan ini terus diadakan dan tidak pernah terbersit untuk dihentikan. Para kakak kelas menjadikan aktivitas ini ajang balas dendam dan juga menunjukan jati diri. Mereka sudah merasa berhasil ketika apa yang mereka perintahkan kepada adik kelasnya, bisa dilakukan. Bentakan, suasana tegang dan sedikit unsur pendidikannya merupakan ciri khas dari MOS atau MOPD ini.

Meskipun sudah banyak kejadian yang menimpa, tapi para guru dan juga pihak terkait lainnya seakan tutup mata dan telinga. Para orangtua tidak berani memutus rantai kebodohan dan pembiasaan yang salah ini. Entah karena menilai semua ini hanyalah sebuah kebiasaan dan tidak berdampak yang luar biasa pada anak-anak, atau karena mereka lelah dengan sistem pendidikan yang tak kunjung bersahabat.

Dari tahun ke tahun rasanya kita semua sudah khatam dengan cara MOS atau MOPD yang tidak mendidik. Kadang timbul pertanyaan, apakah kita tidak berkaca kepada negara lain? Apa kita tidak juga bercermin pada hasil dari pendidikan yang salah kaprah ini?

Memang tidak mudah untuk mengubah sistem dan terutama kebiasaan yang sudah mendarah daging itu. Sepertinya beberapa sekolah merasa ada ritual yang hilang, ketika MOS atau MOPD tidak diwarnai dengan hal yang berbau membodohkan dan menyusahkan siswa. Meskipun sudah sering terdengar, banyak efek negatif yang terjadi dengan adanya kegiatan ini, tapi kita seakan menutup mata dan telinga atas kejadian demi kejadian.

MOS atau MOPD seharusnya menjadi sarana untuk lebih mengenal potensi peserta didik sejak awal. Bukan hanya sekedar menjadi ajang seru-seruan dan balas dendam senior kepada junior.  Acara yang digelar di setiap tahun ajaran baru ini jangan menjadikan cara untuk mencetak generasi muda yang bermental budak atau kacung.

Ketika siswa baru untuk pertama kalinya masuk, ajak mereka untuk saling mengenal dengan cara yang elegan. Selain itu, bimbing mereka untuk menjadi pribadi yang berani mengemukakan pendapat dan mengeksplorasi kreativitas masing-masing. Jangan malah sebaliknya, mereka dididik menjadi pribadi yang takut salah, bawahan dan juga kaum yang tertindak.

Sekolah dan para guru seharusnya menjadi fasilitator bagi peserta didik untuk tumbuh menjadi pribadi yang terdidik. Bimbing mereka untuk aktif mengemukakan pendapat. Misalnya saja, mereka diberikan tugas kelompok untuk membuat sebuah karya yang harus dipresentasikan di depan umum.

Tidak hanya itu, MOS atau MOPD pun bisa dijadikan cara untuk menumbuhkan semangat simpati dan empati teradap lingkungan sekitar. Misalnya saja, peserta didik diminta untuk melakukan suatu kebaikan, bisa bersifat perorangan atau kelompok. Ajak mereka membuka mata untuk melihat keadaan di sekitar. Kita pupuk semangat berbagi kepada para peserta didik.

Ketika kegiatan MOS atau MOPD sudah bisa memberikan efek positif, maka saat itulah bisa dikatakan berhasil. Selain itu, cara MOS atau MOPD yang tepat, tentunya akan mengurangi beban para guru untuk mendidik setelahnya. Mental juara dan pemenang sudah tertanam dalam setiap peserta didik. Jadi, para guru dan orangtua pun tidak akan terlalu kesulitan dalam mengarahkannya. Karena yang terberat dalam proses mendidik adalah menanamkan mental pemenang dan juara. Mental itulah yang akan menjadikan seseorang menjemput kesuksesannya dengan mudah.

1,159 total views, 1 views today

Tagged with: , ,

Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!